Khatam Al-Quran Anak Reporter RRI: Status PPPK Tidak Menjadi Batas Kehormatan

MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Momen haru menyelimuti keluarga jurnalis RRI Bukittinggi, Jhoni Marbeta, SE.Ak., CA, setelah anaknya Zaid Arkhan Khairy sukses mengkhatamkan Al-Qur’an. Pencapaian spiritual muda ini bukan hanya kebanggaan keluarga, melainkan juga menarik perhatian publik karena ucapan selamat yang datang dari tokoh nasional kelas atas.

Siapa sangka, ucapan tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Andika Perkasa, hingga petinggi TNI AU dan AL. Momen ini sungguh istimewa dan “tak kaleng-kaleng” – terutama ketika melihat latar belakang ayahnya sebagai PPPK di lembaga pemerintah.

Di tengah stigma yang sering menyandarkan PPPK sebagai “anak tiri” dibandingkan PNS dalam birokrasi Indonesia, peristiwa ini seperti tamparan halus terhadap pandangan semacam itu. Realitas telah membuktikan: status administratif bukanlah tembok yang menghalangi pembangunan jejaring, pengaruh, maupun kehormatan. Dedikasi, integritas, dan relasi yang luas mampu menembus sekat struktural yang selama ini dianggap membatasi.

“Ini bukan sekadar seremoni Khatam Al-Qur’an, tetapi simbol bahwa kualitas pribadi dan kontribusi nyata jauh lebih menentukan daripada label status kepegawaian,” demikian ungkap seorang pengamat sosial di Bukittinggi.

Momentum ini juga menjadi renungan bagi pemerintah: apakah sudah cukup adil dan proporsional dalam memperlakukan PPPK? Di tengah tuntutan reformasi birokrasi, perbedaan perlakuan antara PPPK dan PNS masih menjadi isu krusial yang tak bisa diabaikan.

Sementara itu, keberhasilan Zaid Arkhan Khairy di usia muda menjadi inspirasi bagi generasi milenial dan Gen Z. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan moral, capaian ini mengingatkan bahwa nilai-nilai religius tetap relevan dan patut dijaga.

Peristiwa ini akhirnya membawa pesan kuat: kehormatan, relasi, dan keberhasilan tidak ditentukan oleh status formal semata. Yang lebih penting adalah kualitas diri, nilai yang dipegang, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dari Bukittinggi, sebuah pesan lantang terdengar: status boleh jadi PPPK, tapi pergaulan dan prestasi – jelas tak kaleng-kaleng.

(FK/YamanLbs)

SMKN 1 Tilatang Kamang Gandeng Semua Pihak untuk Majukan Sekolah Pasca Lebaran

MediaSuaraMabes, Agam – SMKN 1 Tilatang Kamang menggelar acara halal bihalal diawal sekolah pada Senin, (30 Maret 2026) yang tidak hanya sebagai momen perayaan pasca Idul Fitri, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkokoh tali persaudaraan dan memperkuat persatuan di antara civitas akademika. Salim Ahmad, Kepala Sekolah SMKN 1 Tilatang Kamang, dalam pidatonya menyatakan bahwa semangat kebersamaan yang terjalin selama Ramadhan – seperti dalam ibadah sholat wajib dan sunnah tarawih – harus terus diwariskan di luar bulan suci sebagai bentuk nyata silaturahmi.

“Inti dari Idul Fitri adalah menyambung tali silaturahmi, sehingga sebagai institusi kita gelar acara ini untuk menyatukan langkah demi satu visi misi: kemajuan anak didik dan peningkatan kualitas sekolah,” ucapnya.

Salim Ahmad menambahkan bahwa silaturahmi tidak terbatas pada acara ini saja tetapi harus terus dijaga dan dipelihara sehari-hari.

Hadir dalam acara tersebut, Muhammad Fauzi, Ketua Komite Sekolah, bersama pengurus lainnya termasuk Herryzal, Salmi, Raimon menyampaikan ucapan selamat hari raya dan permintaan maaf.

Muhammad Fauzi berharap prestasi sekolah hari ini dan mendatang akan lebih baik dari sebelumnya, sementara Herryzal menekankan bahwa keterbukaan serta akuntabilitas yang tumbuh dari silaturahmi menjadi kunci mewujudkan persatuan – karena halal bihalal sendiri hanya sebagai simbol dari semangat yang lebih dalam.

Tak hanya menghadiri acara, Pengawas Cabdin Propinsi juga melakukan sidak di lingkungan sekolah dengan tujuan memberikan semangat dan motivasi terkait disiplin, etos kerja, serta hal teknis administrasi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat lebaran dan permintaan maaf lahir bathin. Setelah mengecek kehadiran seluruh civitas secara detail, pengawas menegaskan bahwa momen ini akan menjadi dasar penentu perkembangan baik bagi sekolah ke depannya.

“Displin adalah kunci dari segala hal dan harus diterapkan setiap saat,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem absen manual tidak lagi berlaku dan hanya absen digital yang diakui resmi, dengan penerapan bertahap: bagi Kepala Sekolah mulai Maret, dan bagi Wakil Kepala Sekolah hingga seluruh staf mulai April. “Kebijakan ini tidak ada maksudnya memberatkan siapapun,” jelasnya, menambahkan bahwa disiplin guru akan menjadi contoh bagi siswa untuk mengikuti.

Halal bihalal juga diisi dengan siraman rohani akan pentingnya menjga dan. memelihara silaturahmi.

(FK/YamanLbs)

Iptu Saherman, Kapolsek Tilatang Kamang Turun Lapangan Pada Kegiatan Magek Saondoh Dalam Permainan Main Kim

MediaSuaraMabes, Agam – Apa yang terjadi ketika petugas kepolisian muncul di tengah kerumunan tanpa seragam resmi, itulah yang terjadi pada kamis (26 maret 2026) di halaman kantor wali nagari magek, ketika kapolsek tilatang kamang secara tiba-tiba muncul di tengah ratusan masyarakat yang sedang menikmati kegiatan Magek Saondoh dalam rangkaian permainan main kim. berpakaian baju kemeja warna coklat kotak dan celana panjang hitam, sosok Iptu saheman, kapolsek Tilatang Kamang langsung menarik perhatian warga yang sedang asyik menyaksikan aksi para pemain. momen ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk kepedulian yang mendalam terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat dalam acara yang penuh semangat tersebut.

Tanpa diiringi konvoi atau suara sirine yang mencolok, kapolsek tiba di lokasi acara sekitar menjelang magrib sementara jajarannya wara- wiri sejak kegiatan Magek Saondoh dimulai, Kapolsek langsung menyatu dengan kerumunan.

Kapolsek tidak memilih untuk berada di pos pengawasan tertinggi atau ruang tertutup, melainkan sengaja berjalan kaki di antara penonton.

“saya ingin merasakan langsung suasana di lapangan dan melihat kondisi yang sebenarnya dari dekat,” ujarnya sambil terstersenyum.

Kedekatan ini membuat banyak masyarakat terkejut sekaligus merasa senang, karena melihat bahwa pemimpin kepolisian di wilayah mereka dapat dengan mudah berbaur dan berkomunikasi secara langsung.

” Kami bemberikan apresiasi dan rasa hormat tinggi kehadiran jajaran kepolisian bukan hanya kamtibmas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. ” Tutur Nanda, ketua Pemuda Magek

Selama berada di tengah kerumunan, kapolsek tidak hanya bersilaturahmi, melainkan juga melakukan pemeriksaan secara cermat terhadap kondisi kamtibmas di lokasi.

Dia melihat sendiri pengaturan area penonton, jalur keluar darurat, posko pengamanan yang telah disiapkan jajarannya, serta kondisi lalu lintas mulai dari Simpang 3 Koto Marapak hingga di sekitar lokasi acara.

Kapolsek juga terciduk memberikan arahan kepada jajarannya yang bertugas di persimpangan hingga ke dalam lokasi untuk memperkuat titik-titik yang dianggap perlu perhatian lebih.

“semua harus siap siaga, tapi tetap ramah terhadap masyarakat yang datang menikmati acara,” pesannya kepada para petugas yang ditemuinya.

Iptu Saherman berharap kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa permainan Kim untuk bersukacita dan meriahkan acara budaya kita yang kaya makna.

” Kita mengajak semua pihak, untuk menjaga kamtibmas bersama agar acara ini berjalan dengan aman dan lancar, tanpa ada satu pun masalah yang mengganggu keceriaan kita,” ucapnya dengan nada yang penuh harap.

Ogi, penjual kopi musiman memberikan tanggapan menyenangkan terhadap kedatangan kapolsek dalam pakaian sipil.

Demikian juga salah tokoh, warga nagari magek, mengaku merasa lebih dekat dengan kepolisian setelah melihat kapolsek berbaur langsung dengan mereka.

“sangat menyenangkan melihat kapolsek kita tidak sombong dan mau datang ke tengah-tengah kita seperti ini. kita merasa lebih aman karena tahu bahwa dia peduli dengan keselamatan kita,” ucapnya dengan senyum lebar.

Para penyelenggara acara juga mengapresiasi langkah tersebut, menyatakan bahwa kehadiran kapolsek membuat mereka lebih tenang dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan Magek Saondoh dalam permainan main kim berjalan dengan sangat lancar hingga akhir tanpa ada gangguan kamtibmas.

Sebelum pulang, kapolsek singgah di salah satu kedai kopi ternama di Magek, Simpang Koto Marapak memberikan arahan dan instruksi kepada jajaran sambil matanya awas terhadap sikon.

Kapolsek juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara serta petugas dan warga yang ikut menjaga keamanan.

“kita buktikan bahwa keamanan tidak hanya bisa dicapai oleh aparat kepolisian, melainkan juga dengan kedekatan dan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat,”tutupnya.

Upaya menjaga kamtibmas dapat dilakukan dengan cara yang hangat dan mendekatkan diri kepada masyarakat.

(FK/YamanLbs)

Hizralias, SH., Wali Nagari Magek : Gelar Magek Saondoh, Rantau dan Ranah berjanji Bangun Nagari Bersama

MediaSuaraMabes, Agam – Kita bukan hanya merayakan kesukuran atas rahmat yang Maha Kuasa, melainkan membangun jembatan cinta yang tak akan pernah roboh antara mereka yang berjibaku jauh dan mereka yang merawat tanah kelahiran” – Hizralias, SH., Wali Nagari Magek

KETIKA SUMBAR TERPAKSAK BENCANA, NAGARI MAGEK BERTERIMA KASIH ATAS RAHMAT TERTINGGI

Hizralias, SH., Wali Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, mengungkapkan latar belakang hajatan besar yang tiga tahun sekali digelar ketika dihubungi usai pembukaan kegiatan pada, Senin (23 Maret 2026)

“Pulang Basamo Magek Saondoh bukan sekadar acara yang diagendakan, melainkan kesepakatan dan tekat baik yang mengalir dalam darah setiap anak Magek – baik yang berada di ranah mengayomi kampung halaman, maupun yang berada di rantau menggapai mimpi”. tuturnya.

Di akhir tahun 2025, ketika sebagian besar wilayah Sumatera terpuruk ditimpa bencana dan mara bahaya, Nagari Magek berdiri tegak sebagai bukti rahmat yang tak ternilai. Dari kedalaman rasa syukur itu, lahirlah ” Tagline” dan tema yang menjadi ruh seluruh kegiatan: “Satu hati bangun nagari, peduli dan berbagi”.

227 JUTA RUPIAH – ANGKA YANG MENYIMBOLKAN JUTAAN HATI YANG BERBERSAMA

Total hasil yang terkumpul dari kegiatan PBMS mencapai Rp 227.522.222 – sebuah angka yang bukan hanya mencerminkan jumlah uang, melainkan kedalaman kepedulian yang tak terbatas.

“Hampir 50% atau setara 100 juta rupiah langsung kita embuskan ke dalam dada masyarakat Nagari Magek,” ucap Wali Nagari dengan suara yang penuh kebanggaan.

Ia menambahkan, setiap rupiah yang terkumpul adalah buah kerja keras perantau yang tidak pernah melupakan akar, serta doa tulus warga ranah yang selalu berharap terbaik bagi anak-anak mereka yang berjauhan.

35 KK DHUAFA TERIMA BANTUAN, 50 JUTA RUPIAH UNTUK KEGIATAN KEBERSAMAAN

Kebaikan yang terkumpul tidak hanya dirasakan sebagian orang, melainkan merata menyentuh setiap lapisan masyarakat. Sebanyak 35 Keluarga Kurang Mampu (KK) menerima bantuan uang tunai secara langsung – sebuah bukti bahwa kesukuran haruslah dinikmati bersama, terutama oleh mereka yang paling membutuhkan.

“Kita juga mengalirkan sekitar 50 juta rupiah untuk kegiatan sekitaran yang menghangatkan hati,” jelas Hizralias.

Termasuk di dalamnya biaya konsumsi makan Bajamba yang meriah dengan nilai sekitar 16 juta rupiah, serta acara Mandeh Bada yang penuh makna dengan nilai 10 juta rupiah – di mana ribuan warga berkumpul sebagai satu keluarga besar.

80% WARGA DI RANTAU – JARAK TIDAK PERNAH MEMISAHKAN CINTA TERHADAP KAMPUNG HALAMAN

Menurut data demografi yang disampaikan Wali Nagari, hampir delapan puluh persen dari warga Nagari Magek berada di rantau – tersebar di berbagai pelosok negeri bahkan mancanegara.

Namun jarak bukanlah tembok pemisah, melainkan ujian untuk memperkuat tali silaturahmi. “Kita perlu membangun ikatan yang kuat antara Magek di rantau dan di ranah,” tegasnya.

Menurutnya, Kegiatan PBMS diharapkan bukan hanya menjadi momen berkumpul, melainkan bagian dari fondasi yang kokoh untuk membangun nagari – tempat di mana setiap anak Magek merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap masa depan bersama.

“MAKIN KUAT SILATURAHMI, MAKIN CERAH MASA DEPAN NAGARI”

Dengan penuh harap, Hizralias menyampaikan harapan dan pesan terakhirnya,

“Semoga kegiatan PBMS selalu bisa dilaksanakan sebagai bagian dari tumpuan rasa cinta terhadap Nagari Magek, kampung kita yang tercinta. Kita bekerja sama menuju masyarakat adil, di mana setiap hak diperjuangkan; makmur, di mana kekayaan dibagikan dengan adil; dan sejahtera, di mana kebahagiaan menjadi milik bersama seluruh anak bangsa.”

Hajatan besar ini bukan hanya akhir dari sebuah perayaan, melainkan awal dari perjuangan baru untuk membangun Nagari Magek yang lebih baik, satu hati dan satu jiwa.menutup interview

(FK/YamanLbs)

Gerak Cepat Koramil 02 Tarumajaya Bangun Jembatan Perintis di Desa Segara Makmur

MediaSuaraMabes, Tarumajaya – Wujud kepedulian terhadap akses dan mobilitas warga, jajaran Koramil 02 Tarumajaya bergerak cepat melaksanakan pembangunan jembatan perintis di Desa Segara Makmur, tepatnya di Kampung Blencong, Kecamatan Tarumajaya.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dalam melintasi akses penghubung antar wilayah, khususnya saat musim hujan yang kerap menyebabkan jalur menjadi sulit dilalui.

Pembangunan jembatan perintis tersebut mendapat perhatian langsung dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0509 Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Dandim 0509, Letkol Inf Michael Ronald S S.I.P., M.H.I. yang turun ke lokasi untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik.

Dalam keterangannya, pihak Koramil 02 Tarumajaya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta komitmen dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.

“Dengan adanya jembatan perintis ini, diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” ujar salah satu perwakilan Koramil di lokasi kegiatan.

Warga Kampung Blencong pun menyambut baik pembangunan tersebut dan mengapresiasi langkah cepat dari jajaran TNI yang dinilai sangat membantu kebutuhan masyarakat.

Kegiatan pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi.

(Aan Hermawan)

AKP Saherman Sapa Warga dan Bangun Dialog dengan Tokoh Masyarakat Usai Hadiri Undangan Magek Saondoh

MediaSuaraMabes, Tilatang Kamang – Kapolsek Tilatang Kamang, Akp Saherman, tidak langsung kembali ke kantor setelah menghadiri undangan dari Magek Saondoh. Beliau menyempatkan diri untuk menyapa langsung warga masyarakat di sekitar lokasi acara, yang langsung merespon dengan penuh antusiasme dan rasa hormat pada Senin, (23 Maret 2026)

Warga yang lewat sekalipun tidak segan menghampiri dan menyapa AKP Saherman. Hal ini tidak terlepas dari kedekatannya dengan masyarakat, karena bukan terbilang baru dalam membangun hubungan emosional yang erat bagi kapolsek ini.

Seperti diketahui Sebelum menjabat sebagai kapolsek, AKP Saherman dikenal sebagai mantan atlet sekaligus pelatih bola voli yang cukup disegani, yang membuatnya lebih mudah berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat selain karena sifatnya yang egaliter namun tetap tegas, disiplin dan berwibawa.

Salah satu momen yang terlihat dalam pertemuan tersebut adalah ketika Akp Saherman duduk bersama sejumlah tokoh masyarakat di depan sebuah warung kecil sambil menikmati kopi setengah gelas dengan balutan rokok dan warung tersebut ramai dikunjungi warga.

Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang tinggi, di mana semua pihak saling berbagi pandangan dan cerita sehari-hari demikian halnnya anggota TNI-AD.

Dalam kesempatan itu, AKP Saherman juga membangun dialog interaktif dengan para tokoh masyarakat. Tujuan utama pertemuan adalah untuk memperkuat kemitraan yang kuat antara pihak kepolisian dengan elemen masyarakat di wilayah hukumnya.

” Kerja sama yang erat menjadi pondasi penting dalam membangun persaudaraan dan kebersamaan guna menciptakan kamtibmas yang kondusif ” Ucap AKP Saherman dengan tegas

Bagi AKP Saherman, upaya membangun sinergi dengan masyarakat sangat sentral dalam menciptakan kondisi keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat (kamtibnas) yang kondusif.

Dengan adanya hubungan yang hangat dan saling percaya, berbagai masalah yang mungkin muncul di masyarakat dapat diantisipasi dan diselesaikan bersama dengan lebih efektif.

Pihak kepolisian melalui Kapolsek Tilatang Kamang berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh jajaran untuk selalu dekat dengan masyarakat dan bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan harmonis. Menutup dialog oenuh makna

(FK/Yaman Lbs)

Pemudik Agam Kecewa, Disambut Infrastruktur Rusak Parah, Lebaran Tidak Nyaman

MediaSuaraMabes, Agam – Kondisi jalan raya yang menghubungkan Kota Bukittinggi menuju Kabupaten Agam, seperti Kecamatan Tilatang Kamang, Kamang Magek, dan sejumlah kecamatan sekitarnya, berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Permukaan jalan penuh dengan lubang-lubang besar, lekukan yang dalam, serta kerusakan struktur aspal yang menyebabkan permukaan jalan tidak rata. Kondisi ini mengganggu akses lalu lintas sekaligus menjadi ancaman serius terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada umumnya.

” Tidak semua lobang ditambal, lobang yang ditambalpun hitungan hari terkelupas sehingga membuat warga tergerak menimbun dan mencor tempelan yang rusak dengan tanah dan semen seadanya dengan swadaya ” tutur tukang ojek pangkalan Pekan Kamis sambil menunjuk lobang menganga di hadapannya..

Pengurus Forum Kader Bela Negara (FKBN) Agam, (JF) dan Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sumbar menyatakan hal yang sama akan keprihatinannya, akibat jalan rusak menimbulkan dampak tragis. Selama tiga bulan terakhir, tercatat sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan jatuhnya korban meskipun tidak ada korban jiwa.

sebagian besar adalah pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat lubang jalan atau permukaan yang licin saat hujan serta minimnya penerangan jalan.

Selain itu, terdapat kendaraan mengalami kerusakan pada bagian suspensi serta ban yang bocor dan kempes mendadak.

Sejumlah Ormas, organisasi, dan tokoh masyarakat merasa sedih dan prihatin melihat Kondisi ini, dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Perkeretaapian dan Jalan Raya.

Pasal 15 ayat (1) UU tersebut menyatakan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga dan memelihara jalan agar selalu dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.

Selain itu, Pasal 103 ayat (1) juga mengatur tentang tanggung jawab pidana bagi setiap orang yang dengan sengaja atau kelalaian menyebabkan kerusakan pada jalan atau fasilitas jalan yang mengakibatkan bahaya bagi keselamatan umum.

Masyarakat menduga anggaran untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan raya tersebut telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Agam, diduga tidak ada kemauan dari dinas terkait.

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa alokasi anggaran sebesar puluhan juta rupiah untuk sektor prasarana jalan telah disetujui, namun tidak dan belum terlihat adanya proses tender atau pelaksanaan pekerjaan perbaikan yang jelas.

Hal ini menduga bahwa terdapat penyelewengan atau kelalaian dalam pengelolaan anggaran publik oleh pejabat kabupaten terkait.

Masyarakat berharap , Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Provinsi Sumatera Barat serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pemeriksaan mendalam terkait penggunaan anggaran perbaikan jalan tersebut.

Selain itu, keluarga korban kecelakaan menyayangkan sikap lamban pemerintah kabupaten, dalam hal ini bupati, Pejabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Agam serta beberapa pejabat struktural la ini.

Menurut ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sumbar, jika terindikasi, Konsekwensi hukum bisa diterima oleh pejabat yang terbukti bersalah meliputi pidana penjara sesuai dengan UU tentang Pemberantasan Korupsi serta UU tentang Jalan Raya, serta tuntutan pengembalian uang negara yang telah diselewengkan.

Selain itu, pemerintah kabupaten diharapkan segera mengambil langkah darurat untuk melakukan perbaikan jalan sementara apalagi jelang mudik lebaran.

Masyarakat lainnya pun menuntut janji kampanye, bukan hanya tebar pesona dengan dialeg retorika penuh kepalsuan, tapi janji yang harus ditepati.

(FK/MyLbs)

Gema Takbir & Sholat Idul Fitri 1447 H Di Singosari

MediaSuaraMabes, Malang – Gema takbir menggetarkan hati, menyelimuti Lapangan Hitam Madivif 2 Kostrad, Singosari, suasana penuh syahdu dan religius. Ratusan prajurit bersama keluarga dan masyarakat larut dalam lantunan takbir, menandai tibanya hari kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Sabtu (21/3/2026).

Sejak fajar menyingsing, wajah-wajah penuh kebahagiaan dan hati yang bersih memenuhi lapangan. Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Ustadz Abdul Hadi Syafi dari Pondok Pesantren Darussa’adah Al Islamy Gubuk Klakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dalam khutbahnya, beliau menegaskan bahwa
“Kemenangan sejati bukan sekadar berakhirnya puasa di bulan Ramadan, melainkan kembali kepada fitrah dengan hati yang suci, memperkuat iman, dan meneguhkan takwa kita kepada Allah SWT.”

Kehadiran Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pejabat utama, menambah kekhidmatan acara. Kehangatan kebersamaan antara pimpinan, prajurit, dan keluarga mencerminkan ukhuwah islamiyah yang erat, sejalan dengan tema besar:
“Ramadan Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju.”

Melalui puasa Ramadhan menjadi refleksi perjalanan ruhani seorang hamba, dari kerendahan diri menuju tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai tauhid yang ditanamkan selama Ramadan diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi prajurit TNI: profesional, humanis, dan berintegritas dalam mengemban tugas negara.

Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan, sebagai simbol kemenangan hakiki kemenangan atas diri sendiri, awal baru untuk melangkah dengan hati yang lebih suci, demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

(Wajidi Adiansyah)

Pengarahan Pangdivif 2 Kostrad Jelang Idul Fitri

MediaSuaraMabes, Malang – Menjelang cuti Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya keamanan dan kewaspadaan bagi seluruh prajurit Divif 2 Kostrad. (Singosari, 17 Maret 2026)

Dalam pengarahan di Gedung Sandoyo, Pangdivif mengingatkan agar prajurit:
– Mengamankan personel dan materiil selama cuti lebaran
– Mencabut listrik yang tidak diperlukan sebelum meninggalkan rumah.
– Mengamankan regulator gas untuk mencegah potensi bahaya.
– Mengunci ganda kendaraan bermotor yang tidak digunakan.
– Berkoordinasi dengan tetangga untuk memonitor rumah selama ditinggalkan.

Beliau menegaskan bahwa cuti Lebaran adalah hak prajurit untuk berkumpul bersama keluarga, namun tetap harus dijalankan dengan disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.

“Cuti Lebaran adalah moment berharga untuk bersama keluarga. Namun ingat, keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas. Jangan lengah, karena prajurit Kostrad dituntut selalu siap kembali bertugas dengan kondisi terbaik.”

Sebagai wujud perhatian, Panglima juga menyerahkan bingkisan Hari Raya kepada prajurit, menambah kehangatan kebersamaan menjelang Idul Fitri.

(Wajidi Adiansyah)

TTI Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Jembatan Woyla Aceh Barat Senilai Rp119,8 Miliar

MediaSuaraMabes, Aceh Barat — Transparansi Tender Indonesia (TTI) mempertanyakan kelanjutan pembangunan Jembatan Woyla di Kabupaten Aceh Barat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum, proyek pembangunan jembatan pada ruas jalan nasional tersebut dimenangkan oleh PT Marinda Utamakarya Subur yang berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai penawaran sebesar Rp119.861.678.400 dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp149.827.098.000.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyampaikan bahwa terdapat selisih nilai yang cukup signifikan antara nilai penawaran dengan HPS, yakni sekitar Rp30 miliar. Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dalam memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan.

“Jika dibandingkan nilai penawaran dengan HPS, terdapat selisih yang cukup besar. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari PPK dan BPJN Aceh agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai kontrak dan standar yang telah ditetapkan,” ujar Nasruddin dalam keterangannya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hingga saat ini aktivitas pekerjaan fisik pembangunan jembatan tersebut dinilai masih sangat minim. Sejak kontrak ditandatangani pada Januari 2026, progres pekerjaan diperkirakan masih berada di bawah 1 persen dan baru sebatas pembersihan lahan serta pemasangan pagar seng di sekitar lokasi jembatan lama.

“Jika dihitung sejak kontrak berjalan hampir tiga bulan, progres pekerjaan di lapangan diperkirakan masih sekitar 0,25 persen,” katanya.

Menurutnya, sesuai ketentuan kontrak, PPK memiliki kewenangan untuk memberikan surat peringatan kepada penyedia jasa apabila progres pekerjaan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Langkah tersebut penting untuk mengetahui kendala yang dihadapi serta memastikan proyek dapat berjalan tepat waktu.

Nasruddin juga membandingkan proyek tersebut dengan pembangunan Jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen yang memiliki spesifikasi teknis hampir serupa, namun progres pekerjaannya disebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Ia menilai keseriusan dari pihak PPK dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sangat diperlukan untuk melakukan pengawasan sejak dini, guna menghindari potensi keterlambatan proyek seperti yang pernah terjadi pada pembangunan jembatan di Aceh Tamiang yang membutuhkan waktu hingga hampir tiga tahun untuk diselesaikan.

Selain itu, TTI juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek yang mudah diakses masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan. Papan informasi proyek dinilai penting karena memuat informasi mengenai pelaksana proyek, sumber anggaran, nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, serta pihak konsultan perencana dan pengawas.

“Pengawasan dari masyarakat juga penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini bukan untuk mendiskreditkan pemenang tender, melainkan sebagai bentuk kontrol publik agar proyek berjalan sesuai kontrak yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Diketahui, proyek pembangunan Jembatan Woyla direncanakan berlangsung dalam rentang waktu kontrak Desember 2025 hingga Desember 2027.

TTI berharap seluruh pihak terkait dapat memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai perencanaan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas transportasi di wilayah Aceh Barat.

(Redaksi : Hanafiah)

Add to cart