Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Hardiknas 2026 di Papua Barat : Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

MediaSuaraMabes, Manokwari.Papua Barat — Semangat kebersamaan dan komitmen memajukan pendidikan mewarnai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Papua Barat, Sabtu (2/05/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” dihadiri Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana, S.I.P., sebagai bentuk dukungan nyata TNI terhadap pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Papua Barat.

Upacara dipimpin Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, S.H., M.Si., yang membacakan amanat Menteri Pendidikan RI. Disampaikan bahwa peringatan Hardiknas tidak terlepas dari jasa Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Ing Ngarsa Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, yang tetap relevan dalam membentuk generasi berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Di era transformasi digital, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif, dengan peran guru sebagai pembimbing utama menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, adat, masyarakat, pelajar serta perwakilan guru. Momentum ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Kreasi Nusantara yang menambah nuansa kebudayaan serta mempererat persatuan dalam keberagaman.

(SPD)

St. Ridu Sinaga dan Todo Nainggolan Adu Visi di Uji Kepatutan Calon Ketua PBB Banten: Mencari Pemimpin yang “Wise”!

MediaSuaraMabes, Tangerang – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Pertama Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten sukses menyelenggarakan Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) bagi calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) periode 2026-2031. Acara yang berlangsung di Gedung Aula Gereja HKBP Kuta Jaya, Pasar Kemis, Tangerang pada Jumat (01/05) ini berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan.

Dua sosok putra terbaik Batak, Bapak St. Ridu Sinaga (Mantan Ketua DPC Kabupaten Tangerang) dan Bapak Todo Nainggolan (Pembina PAC Balaraja), resmi bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan PBB Banten. Panitia menegaskan bahwa uji kelayakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen krusial untuk membedah kualitas intelektual, relasi, hingga kemampuan public speaking para calon.

​”Kita mendalami visi-misi mereka, apakah betul-betul menjiwai atau tidak. Wawasan kebangsaan juga menjadi parameter utama karena level Ketua DPD itu setara dengan tokoh daerah lainnya. Kita ingin pemimpin yang paham fungsi ormas, AD/ART, dan sejarah PBB,” ujar Ketua Panitia Musda I, Johannes NW Panjaitan, A.Md.P., CPM.

Untuk menjaga marwah organisasi dan objektivitas hasil, panitia menghadirkan penguji independen dari kalangan akademisi, yakni St. Dr. Ir. Drs. Edison Hatoguan Manurung, ST. MT. MM. MH, IICD, CST, BFA, CSE. “Penguji sangat independen dan tidak mengenal kedua calon. Soal-soal pun diundi langsung di lokasi untuk memastikan 100 persen tidak ada kebocoran soal. Hasilnya dipastikan objektif,” tambah Johannes.

Dalam wawancaranya, Johannes NW Panjaitan menekankan pentingnya sosok pemimpin yang bijaksana atau dalam bahasa Batak disebut Parbahul-bahul Nabolon. Ia berharap ketua terpilih nantinya memiliki hati yang lapang, tidak mudah tersinggung oleh kritik, dan mampu merangkul semua kelompok serta marga tanpa membeda-bedakan latar belakang profesi.

​”PBB adalah organisasi sosial. Kita butuh perpaduan antara orang yang punya kemauan, kemampuan akademis, dan kemampuan ekonomi. Pemimpin terpilih nanti harus bisa menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat—the right man behind the gun,” tegasnya.

Meski secara teknis panitia telah siap, Johannes secara jujur mengakui adanya tantangan dari segi pendanaan yang belum mencukupi. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada pembatasan jumlah delegasi dari DPC dan PAC yang hadir di puncak acara Musda nanti.

Namun, antusiasme kader dinilai sangat tinggi, terbukti dengan adanya lebih dari 250 peserta yang menyimak proses uji kelayakan melalui aplikasi Zoom secara sabar dari awal hingga akhir.

Menutup keterangannya, Johannes berpesan agar seluruh kader tetap konsisten dan tidak mudah meninggalkan organisasi saat terjadi masalah. Ia mengibaratkan PBB sebagai sebuah rumah yang harus diperbaiki jika ada kerusakan, bukan justru ditinggalkan atau dijelek-jelekkan di luar.

​”Jangan tanya apa yang PBB berikan untuk saya, tapi apa yang bisa saya berikan untuk PBB. Mari jadikan PBB organisasi yang punya daya juang dan daya pikat bagi masyarakat luas,” pungkasnya didampingi Sekretaris Panitia, Bapak Sahata Alexander Simanjuntak, S.H., dan Bendahara, Ibu Rosdiana Tampubolon.

Wartawan Media Suara Mabes Kota Tangerang

-Saud.M.Marbun.

Syukuran HUT Ke-65 Divif 2 Kostrad

MediaSuaraMabes, Malang – Divisi Infanteri 2 Kostrad memperingati Hari Ulang Tahun ke-65 dengan tasyakuran sederhana yang penuh khidmat di Gedung Sandoyo. Acara ini adalah momentum refleksi atas perjalanan panjang 65 tahun pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. (Malang, 27 April 2026).

Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa HUT ke-65 adalah wujud rasa syukur sekaligus pengingat nilai pengabdian, loyalitas, dan pengorbanan. Dengan tema “Prima Mengabdi untuk Indonesia Maju”, beliau menekankan pentingnya prajurit menjunjung tinggi nilai Profesional, Responsi Hbf, Integratif, Modern, dan Adaptif sebagai fondasi menghadapi tantangan era global.

Panglima menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada alutsista, tetapi pada kepercayaan rakyat.

“TNI kuat bersama rakyat. Kemanunggalan adalah kunci. Kita harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” tegasnya.

Acara semakin bersejarah ketika bapak Panglima memberikan penghargaan kepada Serka Putra Masnya Hura perwakilan prajurit dari Yonif 502/UY yang mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa atas jasanya yang telah ditorehkan di medan operasi bersama dengan 14 orang lainnya.

Selanjutnya Prada I Komang Bagus (Brigif 9) sang Juara 1 Karate Kumite -67 kg Kejuaraan Kemenhan & Kejuaraan Pangdivif 2025. Ny. Sri Astuti istri Koptu Arif Arianto Yonkes 2/YBH dalam kreasi dan Inovasi Batik Briliant yang masuk dalam nominasi Kurasi Persit Bisa. Adapula Camilla Aulia Metha putri Koptu Murdo prajurit Yonif 502 sebagai Juara 1 Pencak Silat Internasional 2023.

Tidak ketinggalan, Ny. Ulfa Ainiyah istri dari Letkol Arh Endis Fahrul Rizal Danyonarhanud 2/ABW atas prestasinya yg telah menunjukkan peran aktif, dedikasi tinggi, serta kepemimpinan dalam organisasi persit. Prestasi diatas menunjukkan bahwa semangat juang prajurit dan keluarga tidak hanya di medan tugas, tetapi juga di bidang olahraga, seni juga kepemimpinan lapangan.

Dalam bidang administrasi dan perencanaan Brigif 6 & Brigif 9 mendapatkan penghargaan juga sebagai satuan dengan kategori Wilayah Bebas Korupsi 2025. Sementara Yonif 502 & Yonif 509 melengkapinya dengan penghargaan sebagai Satuan Tugas Terbaik Divif 2 Kostrad selama di penugasan operasi. Penghargaan ini menegaskan bahwa integritas, profesionalisme, dan prestasi adalah fondasi utama pengabdian TNI khususnya Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Acara ini dihadiri oleh pejabat utama Divif 2 Kostrad, Danlanud Abd Saleh, Danpusdik Arhanud, Danlanal Malang hingga pejabat Forkopimda Kabupaten/Kota Malang, serta mitra strategis Divif 2 Kostrad. Kehadiran lintas instansi mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

Di usia ke-65, Divif 2 Kostrad berkomitmen untuk terus mengabdi dengan tulus, profesional, dan penuh kehormatan kepada bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

“Dirgahayu ke-65 Divisi Infanteri 2 Kostrad.” Teruslah mengabdi untuk negeri, menjaga kepercayaan rakyat, dan mengukir pengabdian demi Indonesia Maju.

(Wajidi Adiansyah)

FPK Jakarta Barat Gelar Halalbihalal 1447 H, Perkuat Harmoni Silaturahmi Kebangsaan

MediaSuaraMabes, Jakarta Barat — Forum Pembauran Kebangsaan atau FPK Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar acara Halalbihalal 1447 H/2026 M dengan mengusung tema “Harmoni Silaturahmi Kebangsaan”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, pukul 14.00 WIB, di Ruang Serbaguna Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta membangun semangat kebangsaan di tengah masyarakat Jakarta Barat yang majemuk. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh ormas, serta jajaran pemerintah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah, unsur Badan Kesbangpol, jajaran FPK Jakarta Barat, para camat se-Jakarta Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, PMI, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, di antaranya FORKABI, FBR, dan ormas keagamaan.

Ketua FPK Jakarta Barat, H. M. Ikhsan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh tamu undangan. Ia menegaskan bahwa Halalbihalal tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komitmen kebangsaan.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, agama, dan organisasi masyarakat di Jakarta Barat harus menjadi kekuatan bersama. Karena itu, para tokoh dan pemimpin masyarakat diharapkan memiliki kesamaan visi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan stabilitas wilayah.

H. M. Ikhsan juga menyoroti pentingnya etika komunikasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat sebaiknya diselesaikan melalui dialog yang baik dan bermartabat, bukan disebarluaskan secara liar di media sosial. Media sosial, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan pesan positif, memperkuat persamaan, dan menjaga suasana masyarakat tetap kondusif.

Dalam kesempatan itu, suasana Halalbihalal juga terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum milad ke-50 Ketua FPK Jakarta Barat. Doa dan harapan disampaikan agar kepemimpinan FPK Jakarta Barat ke depan semakin matang, solid, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jakarta Barat merupakan wilayah yang memiliki karakter khas. Selain dikenal sebagai kawasan bisnis dan perdagangan, Jakarta Barat juga memiliki kekayaan budaya, sejarah, pendidikan, serta potensi sosial masyarakat yang besar.

Ia menilai, pembangunan Jakarta Barat tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik seperti gedung, infrastruktur, dan pusat ekonomi. Pembangunan karakter, akhlak, serta semangat saling menghargai juga harus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang maju, inklusif, dan toleran.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, dan generasi muda. Menurutnya, harmoni antara ilmu, budaya, dan nilai spiritual dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan perkotaan.

Menjelang momentum besar Jakarta menuju usia lima abad pada tahun 2027, silaturahmi lintas elemen masyarakat dinilai menjadi investasi sosial yang sangat penting. Dengan persatuan dan kepedulian bersama, Jakarta Barat diharapkan mampu menjadi wilayah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dari sisi karakter dan kebersamaan warganya.

Acara Halalbihalal FPK Jakarta Barat juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu. Selain itu, berbagai pertunjukan seni budaya turut ditampilkan, di antaranya Tari Yapong dari Betawi, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Sajojo dari Papua. Kehadiran tarian adat tersebut menjadi simbol indahnya keberagaman budaya Indonesia yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pemimpin Redaksi Media Panca News Indonesia HR. Irwan Marsuid, Bendahara Media Panca News Indonesia Litha Marsuid, tokoh masyarakat Daenk Jamal, serta Ketua Korwil FBR Jakarta Barat H. Mudjamil atau yang akrab disapa Bang Djamil.

Turut hadir pula perwakilan FORKABI yang selama ini dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat Betawi, pelestarian adat, serta sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kerukunan sosial.

Pada kesempatan tersebut, seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi yang hadir juga menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat. Komitmen itu diarahkan untuk memelihara kerukunan, memperkuat cinta tanah air, serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Kegiatan Halalbihalal FPK Jakarta Barat berlangsung sukses, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Para tamu undangan menyambut positif acara tersebut karena dinilai mampu menjadi ruang pertemuan lintas elemen masyarakat dalam memperkuat toleransi, persaudaraan, dan persatuan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, FPK Jakarta Barat berharap semangat Harmoni Silaturahmi Kebangsaan dapat terus menyebar ke masyarakat luas. Halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi setelah Idulfitri, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, merawat keberagaman, dan menjaga keutuhan bangsa.

Saud Maruntung Marbun

Dugaan Pungutan Biaya Kegiatan Renang di SMPN 1 Lohbener Dikeluhkan Orang Tua Siswa

MediaSuaraMabes, Indramayu — Sejumlah orang tua siswa di UPTD SMP Negeri 1 Lohbener, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan adanya pungutan biaya kegiatan renang yang dibebankan kepada siswa dari kelas VII hingga kelas IX.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, setiap siswa disebut dikenakan biaya sebesar Rp40.000 untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang yang dilaksanakan pada akhir pekan di kolam renang Tirta Nadi, Kecamatan Jatibarang.

Salah satu perwakilan orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi orang tua dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

“Kami merasa keberatan dengan adanya pungutan tersebut. Kondisi ekonomi setiap orang tua berbeda-beda, seharusnya pihak sekolah mempertimbangkan hal itu,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan siswa dalam kegiatan di luar lingkungan sekolah, mengingat adanya peristiwa sebelumnya yang melibatkan kegiatan serupa di wilayah lain.

Selain itu, para orang tua mempertanyakan dasar kebijakan tersebut, mengingat adanya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/Kesra yang antara lain mengimbau agar satuan pendidikan tidak menyelenggarakan kegiatan di luar sekolah yang berpotensi menambah beban biaya bagi orang tua.

Menurut mereka, kegiatan pembelajaran dan pengembangan siswa seharusnya dapat dilakukan melalui program yang tidak memberatkan, serta tetap mengutamakan keselamatan dan kemampuan ekonomi peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD SMP Negeri 1 Lohbener, termasuk Kepala Sekolah Tariwan, MM, serta guru terkait, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan dari pihak sekolah serta pihak terkait lainnya.

(Eddysae)

Polda Papua Barat Layani Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa secara Humanis dan Kondusif

MediaSuaraMabes, Manokwari – Kepolisian Daerah Papua Barat melaksanakan pelayanan kegiatan aksi unjuk rasa (unras) yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Puncak, BEM Universitas Papua (UNIPA), dan GMKI Manokwari, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait tuntutan keadilan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, Senin (27/04/26).

Aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung di wilayah Manokwari dengan tujuan menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat.

Dalam pelaksanaan pelayanan, Polda Papua Barat mengedepankan pendekatan humanis serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., yang turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya aksi serta memastikan pelayanan kepada massa aksi berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.

Sebagai bentuk pelayanan kepada massa aksi, aparat kepolisian telah menyiapkan sarana transportasi berupa truk untuk membantu mobilisasi peserta aksi menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat.

Fasilitas tersebut diberikan mengingat jarak antara titik kumpul aksi dan lokasi tujuan kurang lebih 13 kilometer, guna menghindari kelelahan peserta serta meminimalisir potensi gangguan keamanan di sepanjang rute.

Namun demikian, massa pendemo secara kolektif menolak untuk menaiki truk yang telah disediakan oleh pihak kepolisian dengan alasan kondisi kendaraan yang dinilai tidak layak digunakan.

Menyikapi penolakan tersebut, aparat kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan melakukan koordinasi dengan para koordinator lapangan guna mencari solusi terbaik.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh serta mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak.

Polda Papua Barat mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gadug Kurniawan, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian tetap berkomitmen memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan bersama.

“Polri pada prinsipnya menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Namun demikian, kami juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas.

Upaya yang kami lakukan, termasuk penyediaan sarana transportasi, merupakan bentuk pelayanan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta dialogis dalam setiap pelayanan aksi unjuk rasa.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasi,” tutupnya.

(SPD)

TTI Minta Manajemen RSUZA Transparan Terkait Isu Pengadaan Obat dan Alkes

MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Transparansi dalam pengelolaan pengadaan obat dan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUZA) kembali menjadi sorotan. Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak manajemen rumah sakit tersebut untuk memberikan klarifikasi terbuka atas berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyampaikan bahwa pihaknya meminta manajemen RSUZA Banda Aceh untuk segera merespons dan meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan persepsi negatif publik maupun mengganggu pelayanan kesehatan.

“Jika isu-isu ini dibiarkan tanpa penjelasan resmi, dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut TTI, sektor pengadaan obat dan alat kesehatan di rumah sakit selama ini menjadi perhatian publik karena nilai anggarannya yang besar dan dinilai rentan terhadap praktik yang tidak transparan. Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pengadaan di RSUZA disebut mencapai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain itu, TTI juga menyoroti perubahan mekanisme pengadaan beberapa layanan, seperti jasa kebersihan dan konsumsi pasien, yang kini dilakukan melalui sistem e-katalog. Menurut mereka, sistem tersebut tetap memerlukan pengawasan ketat agar pelaksanaannya berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.

TTI menegaskan pentingnya manajemen baru RSUZA untuk mengelola anggaran secara terbuka serta memastikan tidak ada intervensi pihak lain dalam proses pengambilan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.

“Pengelolaan yang transparan dan profesional sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Nasruddin.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Suara Mabes Aceh, Hanafiah, menyatakan dukungannya terhadap dorongan transparansi yang disampaikan TTI. Ia menilai keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga pelayanan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUZA Banda Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang berkembang.

Masyarakat diharapkan tetap menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Media akan terus berupaya mengonfirmasi perkembangan lebih lanjut guna menjaga keberimbangan informasi.

(Hanafiah)

Dugaan Ketidakwajaran Tender Jasa Kebersihan RSUD Zainal Abidin Disorot Rekanan

MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Sejumlah rekanan jasa kebersihan di Banda Aceh menyoroti proses pengadaan pekerjaan cleaning service di RSUD Zainal Abidin. Mereka menduga terdapat ketidakwajaran dalam penentuan penyedia pada paket pekerjaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Suara Mabes, paket jasa kebersihan di rumah sakit tersebut menggunakan metode e-katalog dengan pagu anggaran sekitar Rp24 miliar pada tahun anggaran 2024. Sementara pada tahun anggaran 2025, pagu anggaran tercatat sebesar Rp23 miliar.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan adanya dugaan praktik tidak sehat dalam proses penentuan pemenang. Namun, yang bersangkutan tidak memberikan bukti langsung dan meminta agar dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Prosesnya dinilai tidak transparan. Kami berharap ada evaluasi agar lebih terbuka dan adil,” ujarnya.

Para rekanan juga menyoroti dugaan keterkaitan antara perusahaan penyedia dengan pihak terkait dalam pengelolaan anggaran, termasuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK). Dugaan ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Sorotan kembali muncul pada paket pekerjaan tahun anggaran 2025, di mana perusahaan yang sama disebut kembali terpilih sebagai penyedia jasa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan rekanan mengenai proses evaluasi dan mekanisme pemilihan.

Selain itu, rekanan juga mengungkap adanya dugaan ketidaksesuaian dalam dokumen persyaratan. Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), disebutkan bahwa tenaga pengawas wajib melampirkan tujuh personel bersertifikat K3 Lingkungan. Namun, menurut mereka, dokumen yang diajukan hanya mencantumkan empat personel.

Tak hanya itu, sertifikat yang dilampirkan juga diduga bukan berasal dari perusahaan yang bersangkutan. Informasi ini disampaikan oleh Hanafiah, Kaperwil Media Suara Mabes wilayah Aceh, berdasarkan hasil penelusuran awal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Zainal Abidin belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut. Media Suara Mabes masih berupaya mengonfirmasi kepada manajemen rumah sakit, termasuk pihak KPA dan PPTK, guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan berimbang.

Media Suara Mabes menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan masih berupa dugaan dan memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum maupun lembaga pengawas terkait.

(Hanafiah)

Memperingati HUT ke 65 Divif 2 Kostrad Ziarah di TMP Untung Surapati

MediaSuaraMabes, Malang – Langit pagi Kota Malang yang teduh seakan ikut menyelimuti suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati. Dalam rangkan memperingati Hari Ulang Tahun ke-65, Divisi Infanteri 2 Kostrad melaksanakan ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan bangsa. (Malang, 23 April 2026).

Dipimpin langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama, prajurit, serta anggota Persit. Upacara dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta, mengajak seluruh peserta untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka yang telah rela berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan penuh khidmat, Pangdivif 2 Kostrad meletakkan karangan bunga di tugu makam pahlawan, simbol rasa terima kasih yang tak terhingga. Prosesi tabur bunga kemudian dilakukan, di mana setiap kelopak bunga yang jatuh di pusara menjadi lambang cinta, doa, dan penghargaan abadi bagi para kusuma bangsa.

Pangdivif 2 Kostrad menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar tradisi seremonial, melainkan refleksi atas nilai perjuangan, loyalitas, dan pengabdian yang harus terus diwarisi oleh setiap prajurit.
“Semangat para pahlawan adalah api yang tak pernah padam. Itulah yang mengiringi langkah Divif 2 Kostrad untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.

Momentum HUT ke-65 ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah prajurit hari ini berdiri di atas pengorbanan para pahlawan masa lalu. Dengan semangat itu, Divif 2 Kostrad berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai satuan yang kuat, profesional dan senantiasa dicintai rakyat.

(Wajidi Adiansyah)

Taruna Akmil & Prajurit Divisi 2 Lari Pagi Gembira

MediaSuaraMabes, Malang – Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad dipenuhi energi positif. Ratusan prajurit berlari beriringan dengan para Taruna Akademi Militer Tingkat III/Sermatar yang tengah menjalani On The Job Training (OJT). Suasana terasa lebih cair, penuh canda dan semangat muda. Di tengah barisan, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., ikut berlari, menyatu dengan para taruna dan prajurit. (Singosari, 21 April 2026).

Bukan sekadar olahraga, kegiatan ini menyerupai “happy run” yang memadukan kebugaran dengan kebersamaan. Para taruna tampak antusias, berlari sambil tersenyum, sesekali bercengkerama dengan prajurit senior yang mendampingi. Momentum ini menghadirkan gambaran nyata kehidupan prajurit di satuan: disiplin tetap dijaga, namun kebersamaan dan jiwa korsa tumbuh alami di setiap langkah.

Pangdivif 2 Kostrad dalam arahannya menekankan bahwa kesehatan adalah modal utama seorang prajurit.

“Fisik yang prima membuat kita siap menghadapi tugas kapan pun, jaga kesehatan dengan olahraga dan pola makan yang sehat” tegas Panglima.

Rute lari yang ditempuh menjadi ajang interaksi. Taruna belajar langsung dari prajurit tentang ritme, ketahanan, dan semangat juang. Sementara prajurit merasakan kembali semangat muda yang menular dari para taruna. Keringat yang menetes bukan hanya simbol latihan, tetapi juga tanda dedikasi dan kebahagiaan bersama.

Di finish, suasana semakin hangat. Tawa ringan, tepukan bahu, dan senyum lebar menghiasi wajah peserta. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa soliditas satuan tidak hanya dibangun dari latihan keras, tetapi juga dari momen sederhana yang penuh makna.

Divif 2 Kostrad berkomitmen menjaga profesionalisme sekaligus menghadirkan lingkungan yang sehat dan solid, demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

(Wajidi Adiansyah)

Add to cart