Turnamen Voli Laur Cup Memasuki Babak Semifinal, Junjung Tinggi Sportifitas!!!

MediaSuaraMabes, Ketapang – Turnamen bola voli Laur cup yang telah memasuki hari ke tujuh belas,makin seru di saksikan ratusan penonton dan suporter tim yang berlaga pada 27 Agustus 2025

Pertandingan di laksanakan di Halaman Kantor Camat desa riam Bunut kecamatan sungai laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Saat ini tim voli putra telah menyelesaikan babak semifinal dan tim yang melaju ke final antara Lokup junior dan Riam Bunut 1 masing masing akan berebut tempat juara.
Sedangkan tim PSP sungai putih dan tim Aje 1 akan merebutkan tempat ke tiga dalam laga besok 28 Agustus 2025

Sedangkan tim voli putri masih bermain di semifinal antara tim idola vs putri aca dan tim sungai daka 1 vs pro acs kenyaok,pemenang nya nanti akan merebutkan gelar juara di turnamen ini.

Partai final akan di laksanakan pada 28 Agustus 2025 dengan jadwal bertandingnya untuk merebutkan tempat ke tiga putra dan putri nya bermain di sore hari,sedangkan untuk merebut gelar juara putra dan putri bertanding di malam hari.

Terpantau dilapangan semuanya berjalan lancar aman dan terkendali, penonton dan suporter tim yang bertanding masih tetap menjunjung tinggi sportifitas,”itu perlu terus ditingkatkan agar kedepannya panitia pelaksana kegiatan turnamen ini makin semangat mengadakan event event yang lebih besar lagi terang humas kegiatan ini”Roesliyani”

(A’ang Sanjaya/Red)

Rekorrr! Polres Kampar Sikat 11 Kasus Narkoba, 1,2 KG Sabu Jadi Bukti, Kampar Siap Bersih Dari Narkoba!

MediaSuaraMabes, Kampar – Kepolisian Resor (Polres) Kampar berhasil mengungkap 11 kasus peredaran narkoba sepanjang Agustus 2025. Dalam serangkaian operasi tersebut, polisi menyita total 1.247,56 gram atau lebih dari 1 kilogram narkotika jenis sabu.

Dari pengungkapan kasus ini, 16 tersangka berhasil diamankan, terdiri dari 15 laki-laki dan satu perempuan. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda, termasuk pengembangan kasus hingga ke kabupaten tetangga.

“Ada 11 laporan polisi dengan total barang bukti yang berhasil kami sita dari masing-masing tersangka sekitar 1.247,56 gram,” ujar AKBP Boby Putra Sebayang melalui Kasat Narkoba AKP Markus Sinaga, usai konferensi pers, Selasa (26/8).

Menurut Markus, para tersangka berperan sebagai pengedar dan kurir. Ia menegaskan, dari hasil penyelidikan, para tersangka yang ditangkap, termasuk bandar dengan barang bukti 1 kilogram, merupakan jaringan lokal dan tidak terhubung dengan bandar besar atau internasional.

Barang bukti seberat 1.247,56 gram dari hasil penangkapan ini telah dimusnahkan. Pemusnahan ini merupakan pencapaian signifikan Polres Kampar dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Markus juga menyampaikan pesan dari Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Sebayang, yang berkomitmen untuk terus mengejar para pelaku narkoba di mana pun dan kapan pun.

“Pesan pak Kapolres untuk di kampar jangan ada lagi pelaku narkoba. Mau dimanapun mau sampai kapanpun akan kami kejar,” tegasnya.

AKP Markus juga menghimbau agar masyarakat tidak segan-segan untuk melapor kepada pihak kepolisian jika ada informasi tentang peredaran narkoba.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, ketika ada informasi terkait peredaran narkoba di wilayahnya mohon sampaikan kepada kami,” kata Markus.

Karena lanjut dia, memberantas narkoba ini tidak hanya bisa ditangani oleh polisi sendiri, namun diperlukan peran serta seluruh stakeholder dan masyarakat.

“Jadi mohon kerjasamanya, ketika mendapat informasi sampaikan kepada kami. Akan tindak lanjuti,” tandasnya.

Acara konferensi pers dan pemusnahan barang bukti ini turut dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kampar, Pengadilan Negeri Bangkinang, Lapas Kelas IIA Bangkinang, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar.

 

Team* SuaraMabes.
(A. Sianturi)

Perwakilan Aliansi Ormas Se-Medan Satria FSO (Forum Silaturahmi Ormas) Medan Satria

MediaSuaraMabes, Medan Satria – Perwakilan Aliansi Ormas se-Medan Satria yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Ormas (FSO) Medan Satria menyampaikan sikap serta pernyataan resmi terkait berbagai persoalan sosial yang berkembang di wilayah Kecamatan Medan Satria.

FSO Medan Satria menegaskan komitmennya sebagai wadah silaturahmi antar-organisasi masyarakat untuk turut serta menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di masyarakat. Dalam hal ini, FSO juga berperan sebagai mitra kritis pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen terkait dalam mengawal aspirasi warga.

Perwakilan Aliansi Ormas se-Medan Satria menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan langkah persuasif dalam menyikapi permasalahan sosial maupun pembangunan yang tidak sesuai aturan. Selain itu, FSO Medan Satria menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan tindakan tegas dari pihak terkait apabila ditemukan adanya pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Menyangkut K3 dalam proyek tersebut sangat kurang di perhatikan, pekerja berjumlah 7 orang safety hanya ada 2 sisanya dengan alat pengaman seadanya atau bisa dikatakan minim yang berkaitan dengan Keselamatan kerja serta nyawa mereka sendiri

Dengan terbentuknya FSO Medan Satria, diharapkan tercipta ruang dialog yang sehat, sinergi positif antarormas, serta kebersamaan dalam menjaga kepentingan masyarakat luas di wilayah Medan Satria.

“Kami, Aliansi Ormas Se-Medan Satria yang tergabung dalam FSO, siap bersinergi dan berkolaborasi untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan cara yang santun, bermartabat, dan sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwakilan FSO Medan Satria dalam pernyataan resminya.

Lapor Bupati Akibat Limbah Lumpur PLTA Semangka Sawah Warga Karang Agung Dan Srikaton Jadi Daratan

MediaSuaraMabes, Tanggamus — Warga Pekon Karang Agung dan Srikaton Kecamatan Semaka keluhkan limbah lumpur PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) semangka, akibat dari kiriman limbah lumpur PLTA semangka banyak sawah warga pekon Karang dan Srikaton menjadi dataran tinggi sehingga tak bisa lagi digunakan untuk ladang persawahan karena permukaan tanah meninggi sehingga air irigasi tak bisa lagi masuk.

Warga Srikaton kecamatan Semaka yang enggan untuk disebutkan namanya saat dikonfirmasi Awak media 20/08/2025 mengatakan semenjak PLTA Semangka beroperasi sawah yang digarapnya secara turun temurun kini tak bisa lagi ia gunakan untuk berladang menanam padi.

Sejak sawahnya tak bisa lagi digarap Ia kesusahan untuk mencari nafkah untuk makan sehari hari, karena keluarga besarnya menggantungkan hidup dari menanam padi disawah miliknya, menurut penuturan narasumber bukan hanya sawah miliknya yang terdampak dari limbah lumpur PLTA Semangka melainkan masih banyak lagi yang lain sawah milik warga Pekon Karang Agung kecamatan Semaka yang mengalami hal serupa, akan para petinggi PLTA Semangka seolah tuli dan tutup mata mengenai hal ini mereka bukan tak tahu dengan kejadian ini namun apa daya kami hanya masyarakat kecil suara kami tak di dengarkan.

Kami berharap kepada Bupati Tanggamus agar turun tangan untuk mengatasi hal ini supaya para petinggi PLTA Semangka bisa mendengar dan turun langsung kelapangan, kami sangat berharap kepada pak Bupati Tanggamus agar segera bertindak untuk mengatasi permasalahan yang sedang menimpa warganya, karena pihak PLTA Semangka sama sekali tak perduli ucap warga.

Saat dikonfirmasi awak media Humas PLTA Semangka Riki 22/08/2025 melalui sambungan telefon seluler WhatsApp, menurut Humas PLTA Semangka terkait perihal limbah PLTA Semangka seperti apa yang dikeluhkan oleh warga di 3 kecamatan Semaka, Bandar Negri Semoung Dan Wonosobo ia membantah seperti apa yang dikeluhkan oleh warga Pekon Karang agung, Srikaton menurutnya tidak ada limbah lumpur PLTA apa lagi sampai merusak lahan sawah warga ungkapnya (TEAM)

Grib Jaya Akan Adakan Santunan 1000 Anak Yatim di Kabupaten Sukabumi

MediaSuaraMabes, Sukabumi — DPC Grib Jaya Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan santunan kepada 1000 anak yatim di Asrama Haji Pusbangdai Cikembang, pada Minggu (31/08/2025).

Ketua Grib Jaya Kabupaten Sukabumi H Muhammad Hermawan (H Bram) mengatakan pihaknya pada hari Minggu ini akan mengadakan bakti sosial dengan menyantuni anak yatim.

“Iya, hari Minggu ini, kami keluarga Besar Grib Jaya Kabupaten Sukabumi akan menyantuni 1000 anak yatim di Pusbangdai Cikembang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak yatim dengan memberikan santunan berupa uang, alat tulis, dan makanan,” ungkap H Bram (25/08/2025).

Ia menjelaskan sesuai arahan Ketua Umum DPP Grib Jaya H Hercules agar ormas ini dapat mendukung visi pemerintah dalam mensejahterakan rakyat kecil.

“Bahwa Grib Jaya harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya dengan kegiatan santunan ini,” katanya

Ia mengungkapkan santunan ini adalah wujud rasa syukur dan kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat.

“Melalui santunan ini, kami juga akan meminta keikhlasannya anak-anak yatim untuk bersama-sama mendoakan almarhum Abah Jawara ketua DPC grib terdahulu,” terangnya

Selanjutnya, ia menyatakan komitmennya bahwa grib kabupaten Sukabumi akan selalu hadir untuk masyarakat.

“Grib bukan sekedar organisasi yang mementingkan kelompok melainkan wadah perjuangan yang harus mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya

Lebih lanjut, ia menegaskan Grib Jaya hadir untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar di dengar dan di wujudkan.

“Grib lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Kami akan tetap dekat dan mendukung masyarakat

Reporter :Rio Julianto

Tambang Emas Rakyat Jadi Harapan Ekonomi Warga Waserawi

MediaSuaraMabes, Waserawi Papua Barat – Penutupan tambang emas ilegal di Waserawi belakangan ini menimbulkan dampak ekonomi serius bagi masyarakat sekitar. Banyak warga mengeluh sulit mencari penghasilan, karena aktivitas tambang yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka dihentikan total oleh aparat penegak hukum, Selasa,26/08/2028.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat telah melakukan penyisiran dan menyita alat berat berupa eskavator di lokasi tambang. Tindakan ini membuat pertambangan skala besar berhenti, sehingga sebagian masyarakat hanya bisa menambang secara tradisional.

Namun, kondisi tersebut justru menyoroti satu fakta penting: tambang rakyat masih menjadi sumber penghidupan utama bagi warga Waserawi. Seorang warga mengatakan, sejak penutupan tambang mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keresahan warga ini turut disampaikan kepada anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Yan Permenas Mandenas, yang datang meninjau lokasi. Kehadirannya disambut positif oleh tokoh adat setempat yang berharap agar pemerintah benar-benar memberi solusi jangka panjang, bukan sekadar penertiban sesaat.

Menurut tokoh adat, masyarakat tidak menolak penertiban, tetapi mereka meminta adanya pengaturan resmi dalam bentuk tambang rakyat. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa bekerja tanpa merusak lingkungan.

Desakan ini sejalan dengan harapan banyak warga yang ingin aktivitas tambang dibuka kembali, namun dalam koridor hukum yang jelas. Legalisasi tambang rakyat dinilai sebagai jalan tengah: masyarakat tetap mendapat penghasilan, pemerintah memperoleh penerimaan, dan lingkungan tetap dijaga melalui aturan ketat.

Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan tambang rakyat sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Jika tidak, dikhawatirkan warga akan kembali melakukan penambangan secara ilegal karena kebutuhan ekonomi yang tidak bisa ditunda.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat dan daerah, masyarakat Waserawi berharap kesejahteraan mereka tidak lagi bergantung pada tambang ilegal, melainkan pada tambang rakyat yang sah, adil, dan berkelanjutan.(*)

Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

MediaSuaraMabes, Jakarta – Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa.

Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.

“Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.

“(Media) berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.

Maka dari itu, ia mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas wartawan.(/Hepni)

Di duga Cari Keuntungan Besar Pembangunan Jembatan oleh TPK Desa Karangpatri Menggunakan Paralon

MediaSuaraMabes, Kab. Bekasi – Diduga kuat adanya praktik Korupsi mencari keuntungan besar uang di lakukan oknum TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Pembangunan Desa Karangpatri Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi dengan cara praktik kotor dalam membangun sarana Jembatan untuk jalan lingkungan di wilayah Kampung Lembang Desa Karangpatri Kecamatan Pebayuran.

Kegiatan yang bersumber dari Anggaran Desa seharusnya digunakan maksimal untuk pembangunan Desa yang berkualitas, namun berbeda yang ditemukan di desa Karangpatri pembangunan beberapa jembatan sangat tidak berkualitas dan bermutu berindikasi adanya dugaan korupsi secara masif dalam menggunakan anggaran des khususnya dalam pembuatan beberapa titik jembatan.

Praktik kotor tersebut terungkap saat tim investigasi media menemukan 2 titik jembatan di RT 06, RW 01 yang seharusnya menggunakan besi tetapi diganti dengan menggunakan paralon.

Salah satu warga sekitar membenarkan bahwa pegangan Jembatan tersebut menggunakan paralon saat tim investigasi melakukan penggalian informasi pada Sabtu 23/08/2025.

“Iya betul pake paralon bukan besi pak, itu mah sangat keterlaluan korupsinya, bukan ngebagusin hasilnya malah tidak sesuai padahal jembatan baru di buat sekitar 3 bulan”, ujar warga.yang bernama Andi.

Sekitar ada belasan titik jembatan penghubung jalan lingkungan yang baru di buat sekitar kurang lebih 3 bulan di Kampung Lembang Desa Karangpatri, tetapi kondisi nya seperti usang, besinya berkarat, mirisnya lagi informasi dari narasumber bahwa besi yang digunakan memakai “besi rongsokan” dan bahkan catnya pun saat ini sudah terkelupas seperti usang.

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat dikonfirmasi media melalui telepon nya tidak ada jawaban.

Dengan adanya temuan tersebut pihak berwenang dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Bekasi perlu melakukan sidak dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan hasil kegiatan pembangunan infrastruktur di desa Karangpatri yang diduga kuat tidak sesuai dengan RAB.

Jika terbukti ada korupsi, oknum – oknum yang terlibat harus diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan tim investigasi masih mengkonfirmasi kepala desa Karangpatri untuk di konfirmasi.

(DG)

Pemkot Surabaya Bersama Forum Pembauran Kebangsaan Deklarasikan “Surabaya Rumah Kita”

MediaSuaraMabes, Surabaya – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya yang berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan antar kelompok masyarakat di Kota Surabaya dengan mewujudkan deklarasi yang bertajuk “Surabaya Rumah Kita Bersama” dimana disepakati oleh 27 suku di Surabaya, Senin (25/8/2025), di Gedung Eks Humas Pemkot Surabaya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Bakesbangpol Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, deklarasi tersebut merupakan respons atas berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat dan isu-isu sosial yang muncul. Selanjutnya kata Tundjung Pemkot Surabaya bersama FPK akan secara rutin menggelar pertemuan untuk meredam dan mengantisipasi potensi gesekan.

“Munculnya isu-isu kecil akibat salah paham dan lain-lain, kami selalu mengimbau dan berharap agar masyarakat yang ada di Surabaya tetap menjaga kedamaian untuk membangun kota Surabaya tercinta yang kondusif, ” kata Tundjung.

Tundjung menambahkan, dengan menjaga suasana kondusif menjadi kunci agar keamanan tetap terjaga dan iklim investasi berjalan baik dimana pihaknya secara rutin melakukan komunikasi dengan FPK guna membahas berbagai isu-isu, pekerjaan maupun sosial-ekonomi yang berkembang di masyarakat.

“FPK telah mulai melangkah melakukan sosialisasi ke tingkat kecamatan agar masyarakat mengetahui adanya wadah untuk melaporkan berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, langkah penyelesaian dapat segera ditangani dengan melibatkan para ketua kelompok yang sudah saling mengenal,” tambahnya.

Senentara itu Ketua FPK Surabaya, Cak Hoslih Abdullah yang juga merupakan Ketua Pemuda Pusura menyampaikan bahwa forum ini merupakan wadah komunikasi lintas suku yang dikukuhkan Pemkot Surabaya.

“Pada intinya kami semua telah sepakat untuk menjaga Kota Surabaya yang kita cintai ini agar tetap aman dan nyaman untuk semua masyarakat,” tegas Hoslih.

Selanjutnya Hoslih mencontohkan kasus bentrok di Jalan Embong Malang pada Minggu (24/8/2025) dini hari yang berhasil diselesaikan secara damai melalui komunikasi antar ketua kelompok masyarakat di bawah koordinasi kepolisian.

Deklarasi “Surabaya Rumah Kita Bersama” sendiri memuat lima poin utama, yakni:

Menjadikan Surabaya sebagai rumah bersama bagi seluruh warga tanpa memandang asal-usul, agama, budaya, bahasa, dan status sosial.

Meneguhkan semangat kebhinekaan sebagai kekuatan utama membangun kota yang maju, humanis, dan berkeadilan.

Menguatkan dialog, kolaborasi, dan gotong royong antar elemen masyarakat untuk mencegah perpecahan.
Mendorong peran aktif pemerintah, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, dan generasi muda dalam memperkuat budaya toleransi.

Mengajak seluruh warga menjaga Surabaya sebagai kota yang aman, nyaman, sejahtera, dan ramah bagi semua.

Deklarasi pernyataan sikap ini ditandatangani Ketua FPK Hoslih Abdullah dan Sekretaris Hifzon Djambek sebagai simbol komitmen menjaga persaudaraan, persatuan, dan harmoni kebangsaan di Surabaya. (dungs)

Panen Jagung, Panen Berkah!” Kapolres Kampar Ikut Serta dalam Panen Raya di PT. Tasmapuja, Harapan Baru untuk Petani Kampar!

MediaSuaraMabes, Kampar – Kabar gembira datang dari Bumi Kampar! Polres Kampar menunjukkan dukungannya terhadap sektor pertanian dengan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di areal PT. Tasmapuja, Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Selasa (26/08/2025).

Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang, hadir langsung di tengah ladang jagung, didampingi Waka Polres Kampar Kompol Andi Putra Cakra, Kabag SDM Polres Kampar Kompol Hendrizal Gani, dan sejumlah pejabat utama Polres Kampar lainnya.

“Kami sangat bangga dapat hadir di sini dan menyaksikan langsung keberhasilan panen raya jagung ini,” ujar Kapolres. “Ini adalah bukti nyata bahwa Kampar memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus terus kita kembangkan.”

Selain jajaran Polres Kampar, acara ini juga dihadiri oleh Direktur PT. Tasmapuja Ketut Sukarwa, Manager Kebun PT. Tasmapuja Dedi H Siregar, perwakilan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Kampar, Kepala Bulog Kabupaten Kampar, Danramil 07 Kampar, Camat Kampa, Kepala KUA Kecamatan Kampa, Kades Kampar, dan tokoh masyarakat lainnya.

Panen raya jagung kali ini menghasilkan sekitar 3.000 Kg jagung pipil dari lahan seluas 1 hektar di areal Kebun Kelapa Sawit PT. Tasma Puja.

“Kami berharap, hasil panen ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kampar,” ujar Ketut Sukarwa, Direktur PT. Tasmapuja. “Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi jagung di tahun-tahun mendatang.”

Kapolres Kampar bersama Forkopimcam dan PT. Tasma Puja kemudian melakukan panen raya jagung secara simbolis. Tak hanya itu, Kapolres juga ikut memipil jagung dan berbaur dengan para petani.

“Kami akan terus mendukung sektor pertanian di Kampar,” tegas Kapolres. “Ketahanan pangan adalah salah satu prioritas utama kami. Kami akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mewujudkan Kampar sebagai lumbung pangan di Riau.”

Acara panen raya jagung ini diakhiri dengan sarapan bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

Team* SuaraMabes,
(A. Sianturi)

Add to cart