Wujud Implementasi Program Asta Cita Bidang Ketahanan Pangan, Kapolres Ketapang Pimpin Panen Jagung di Kecamatan Kendawangan

MediaSuaraMabes, Ketapang – Polda Kalbar, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., memimpin kegiatan panen raya jagung di area lahan di kawasan Perusahaan PT Indo Sawit Kekal ( ISK ) Cargill Group Desa Danau Buntar Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, Rabu (20/08/2025) Pukul 09.00 Wib.

Kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan diatas lahan seluas 5 Hektar. Selain Kapolres Ketapang, kegiatan juga dihadiri Presiden Direktur Cargill Group Wilayah Kalbar Kuan Chien Lee, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang Drs Nuryono, M.A.P., Pejabat Utama Polres, Camat Kendawangan Drs Andi Kesuma, Forkopimcam Kecamatan Kendawangan, jajaran direksi PT ISK serta Kelompok Tani Desa Danau Buntar.

Dalam sambutannya, Kapolres Ketapang kenyampaikan Kegiatan panen raya ini merupakan implementasi dari Gugus Tugas Polri dalam hal ini Polres Ketapang, dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

” Panen jagung ini merupakan salah satu wujud Polres Ketapang dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan jagung. Kegiatan ini juga diharapkan dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, harapan kita bersama dapat mendongkrak hasil komoditas jagung serta dapat terus menperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Ketapang ” ujar Kapolres.

Kegiatan panen raya dilanjutkan dengan simbolis pemetikan tongkol jagung dan perontokan pipil jagung dengan menggunakan alat perontok. Yang di tutup dengan sesi photo bersama.

(A’ang Sanjaya/Red)

Gelar Upacara Bendera HUT RI Ke-80 Kecamatan Matan Hilir Selatan, Di Desa Sungai Besar Berjalan Dengan Hikmat Dan Penuh Semangat

MediaSuaraMabes, Ketapang – Upacara peringatan HUT Ke-80 RI di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang berlangsung penuh makna dan bersejarah

Moment upacara itu berlangsung di Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ketapang, Minggu (17/8/2025).

Pembina upacara dipimpin langsung oleh Camat MHS Abdurani S.Pd., M.Pd, dan Komandan Upacara berasal dari Posal AL Pesaguan Serda Asaputra Jaya.

Upacara 17 Agustus 2025 tersebut berlangsung hikmat saat dikibarkannya bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari Kecamatan MHS dan diiringi oleh lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian dilanjutkan oleh pembacaan naskah teks Proklamasi oleh Erwan Sahroni S.Pdi dan mengheningkan cipta bersama.

Naskah pembukaan UUD 1945 di bacakan oleh saudara bapak Hairudin S.PD. Kemudian naskah Pancasila di bacakan pembina upacara yang di ikuti seluruh peserta upacara.

Upacara itu dihadiri oleh Polsek MHS, Koramil MHS, Posal Pesaguan, Seluruh Kepala Desa se-Kecamatan MHS beserta staf, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pelajar dan warga MHS.

Usai Upacara HUT Ke-80 RI selesai acara dilanjutkan dengan foto dan makan bersama seluruh peserta upacara.

Hingga Upacara penurunan bendera merah Putih berjalan khidmat dan lancar

(Sukarto/ Red)

Memasuki 16 Besar Turnamen Bola voli Laur Cup Halaman Kantor Camat di Geruduk Penonton dan suporter

MediaSuaraMabes, Ketapang – Malam ini Selasa 19 Agustus 2025 turnamen bola voli Laur cup tingkat desa se-kecamatan sungai Laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat  memasuki babak enambelas besar.

Tim voli putra yang melaju ke babak 16 besar Lokup junior dari desa sukaramai,bermain di partai pertama mengalahkan Colok bebas dari desa teluk bayur dengan skor 3-0.

Kemudian Bermain di partai kedua Tim Riambunut mengalahkan putra LMS dengan skor 3-0.

Kedua Tim tersebut Lokup junior dan Riambunut berhasil mencapai babak 16 besar dalam turnamen bola voli yang diadakan di tingkat desa se-kecamatan sungai Laur ini.

Ini menunjukkan bahwa tim tersebut telah melewati babak penyisihan dan berhasil mengalahkan tim lain untuk mencapai tahap kompetisi yang lebih tinggi.

Sebanyak 32 tim putra dan 36 tim putri yang telah mendaftar dan telah mengikuti pertandingan di babak penyisihan.

16 besar ini adalah babak kompetisi di mana tim yang tersisa akan bertanding untuk memperebutkan tempat di babak selanjutnya 8 besar, 4 besar, dan final.

Turnamen bola voli Laur cup putra dan putri tingkat desa se-kecamatan ini di adakan di halaman bawah kantor camat dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke 80 tahun 2025.

Antusias penonton yang memenuhi lapangan pertandingan terlihat sangat ramai dan luar biasa,karena pertandingan di mulai sore tim voli putri dan malam hari tim Voli putra yang berlaga.

Jadi, secara keseluruhan, “masuk 16 besar turnamen bola voli tingkat desa se-kecamatan berarti tim tersebut telah mencapai prestasi yang cukup baik dalam turnamen ini.

Turnamen voli putra dan putri tingkat desa se-kecamatan ini diperkirakan sampai final sekitar tanggal 28 – 29 Agustus mendatang.

Camat sungai Laur Romanus Romawi SE.M.Ap Berharap agar turnamen ini di jadikan momentum kebersamaan dan kekeluargaan dalam menyambungkan tali silaturrahmi.

“Menang kalau itu sudah biasa dalam kontestasi dan permainan,namun janganlah kekalahan jadi perpecahan juga sebaliknya janganlah kemenangan jadi kesombongan.harap camat

Acara ini kita jadikan sebagai simbul pertemuan persatuan dan kebersamaan, karena kita dibulan Agustus ini masih dalam suasana kegembiraan perayaan hari kemerdekaan bangsa ini,”mari junjung tinggi sportifitas dalam berlaga,ciptakan suasana damai untuk sungai Laur yang indah dan tentram pinta Romanus Romawi.”Roesliyani”

(Sukarto/Red)

Terbukti Lakukan Pencabulan Terhadap 3 Anak Didiknya, Polres Kampar Tangkap Salah Satu Guru di Kecamatan Tambang

MediaSuaraMabes, Kampar Tambang – Polres Kampar tangkap salah satu guru di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar diduga pelaku berinisial Z (56) yang terbukti melakukan pencabulan terhadap tiga orang anak didiknya yang masih dibawah umur pada Selasa (19/8/2025) sekira pukul 09.00 Wib.

Kejadian ini baru terungkap pada Kamis (10/4/2025) sekira pukul 14.00 Wib. Lalu di laporkan oleh salah satu orang tua korban EK (39) ke Mapolres Kampa. Korban berinisial Au (16), Ka (16) dan Na (16).

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, melalui Kasat Reskrim AKP Gian Wiatma Jonimandala. “Benar, pelaku sudah kita tangkap. Setelah melakukan penyelidikan panjang dan melengkapi barang bukti baru pelaku kita tangkap Selasa (19/8/2025),”terang Kasat Reskrim.

Terungkapnya aksi keji pelaku berawal pada Kamis (10/4/2025) sekira pukul 13.20 Wib yang mana kedua korban KA dan AU yang merupakan saudara kembar pulang sekolah dan menumpang pulang sekolah dengan Pelaku yang merupakan Guru di sekolah korban bersekolah.

Setelah tiba di depan gang rumah korban KA berniat salim dan berterimakasih kepada di duga pelaku karena sudah mau mengantarkan korban.

“Kemudian tiba-tiba pelaku menarik kepala korban KA dengan tangan kiri dan langsung mencium kening, pipi kiri dan pipi kanan dan hampir mengenai bibir korban”jelas Kasat.

Setelah itu, korban AU yang pada saat itu duduk di kursi belakang berniat untuk salim juga dan tiba-tiba diduga pelaku menarik tangan korban dan langsung mencium kening korban.

Tidak hanya kepada kedua korban KA dan AU, pelaku juga melakukan perbuatan cabul terhadap NA dengan cara saat proses belajar mengajar pelaku datang ke meja korban dari arah belakang tersangka langsung meraba pangkal payudara korban disamping bawah ketiak lalu pelaku berkata “Kamu Udah Make (singlet/tank top)” lalu dijawab korban “Lupa Pak”.

Dari situlah, para korban bercerita kepada orang tuanya, dan orangtua korban melaporkan permasalahan tersebut ke polres kampar.

“Setelah itu, pelaku dipanggil untuk datang ke polres kampar untuk memenuhi panggilan sebagai terduga pelaku ke Unit PPA Polres Kampar. Usai diperiksa dan barang bukti lengkap dilakukan penangkapan dan penahanan,”terang AKP Gian.

Pelaku kita jerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

“Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Kampar untuk proses lebih lanjut,”pungkas Kasat AKP Gian. ***

Team* SuaraMabes.
(A. Sianturi)

Bersatu Berdaulat, Masyarakat Sejahtera Indonesia Maju, Mengenang Perjuangan Para Pahlawan Kemerdekaan 17-08-2025 Maju Terus Pantang Mundur

MediaSuaraMabes, Indramayu – Mengenang perjuangan para Pahlawan kemerdekaan Indonesia, Dirgahayu ke 80, dengan banyak mengorbankan jiwa dan raga dan membayar dengan darah untuk merebut tanah pertiwi indonesia tercinta dari penjajahan kolonial belanda, Jepang, Portugis ingin mengambil alih dari Kekuasaan namun Para Pahlawan Peta, BKR, TKR dimana Tokoh perjuangan Bangsa Indonesia Sang Pahlawan Jenderal Sudirman bersama – sama Rakyat merebut Kembali Tanah Pertiwi, Tanah Tercinta Indonesia Raya ini, mengisi mengenang perjuangan para pahlawan hal – hal positif, menjaga Tali Silahturahim, tali persaudaraan ini terus berjuang, perbedaan yang merupakan dari kekayaan tetapi semangat juang dari satu kesatuan, dan persatuan tetap Bersatu, Berdaulat Masyarakat Sejahtera, Indonesia Maju.

Tegas Rio Somantri.SH.S.IP. M.S.i selaku Ketua Panitia RT.006 / RW.009 memberi Sambutan ke lingkungan Masyarakat BTN Margalaksana Indah 2 Tapasri ( Taruma negara, Pajajaran, Sriwijaya) ke awak Mediasuaramabes

Sambungnya Dengan mengisi kemerdekaan ke 80, 17 Agustus tahun 2025,kami mengajak masyarakat untuk mengikuti pelbagai macam perlombaan diantaranya : Cerdas Cermat, Paduan Suara, Jalan Santai, Tarik Tambang, Bola volly, catur, balap karung, makan krupuk, pukul kendi, jalan lumpur pakai sepatu bak kiak beregu,dsb nya Hal tersebut menarik kalangan masyarakat dari usia Dini, hingga dewasa yang mengikuti Lomba kebersamaannya tetap berjalan Harmonis sesuai jenis yang dilombakannya tandas Rio somantri SH.S.IP. M.S.i ke mediasuaramabes.

Tambahnya semakin erat kebersamaannya berdaulat bersatu, masyarakat sejahtera, adil, subur makmur, lanjutkan perjuangan indonesia maju. Akhiri percakapannya.

Bersambung Wakil Ketua Panitia Perlombaan, satu irama apa yang dipaparkannya berjalan harmonis, disambut meriah warga RT.006 / RW.009 sangat mendukung dengan semangat kebersamaannya tali Silahturahim lebih erat sepanjang masa, mengenang perjuang para Pahlawan yang terdahulu, sangat Berharga buat masyarakat Indonesia bersatu, bertekad satu tujuan dan Persatuan Republik Indonesia lebih Maju tutup Indra Eka Permana.SH.kepada awak Mediaduaramabes.

Lanjutnya Divisi IT, Multi System Sound, dikatakannya Jelas jasa para Pahlawan sangat penting untuk dihargai yang setinggi – tingginya atas perjuangannya merebut Tanah air tumpah darah tercinta Indonesia raya dari penjajahan kolonial, belanda dan jepang. Oleh karena itu mengenang jasa pahlawan kemerdekaan warga masyarakat indonesia RT.006 / RW.009 dengan bangga memeriahkan perlombaan ini demi bersatu perjuangan, bangsa negara indonesia masyarakat sejahtera damai, harmonis. Tegas Rifai Hutasoit keawak mediasuaramabes

Tambahnya mari jaga kelestarian kewarganegaraan indonesia satu bangsa satu bahasa kita walaupun bermacam – macam suku bangsa dari Sabang sampai meuroke tetap satu kesatuan dan persatuan Indonesia tetap Jaya.tutup Rifai Hutasoit. Divisi.IT multi System.

Eddysae

Ibu-Ibu Warga RT.006/009 Margalaksana Indah 2 Kel. Margadadi, Turut Meriahkan Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke 80

MediaSuaraMabes, Indramayu – Mengenang perjuangan para Pahlawan kemerdekaan Indonesia, Dirgahayu ke 80, dengan banyak mengorbankan jiwa dan raga dan membayar dengan darah untuk merebut tanah pertiwi indonesia tercinta dari penjajahan kolonial belanda, Jepang, Portugis ingin mengambil alih dari Kekuasaan namun Para Pahlawan Peta, BKR, TKR dimana Tokoh perjuangan Bangsa Indonesia Sang Pahlawan Jenderal Sudirman bersama – sama Rakyat merebut Kembali Tanah Pertiwi, Tanah Tercinta Indonesia Raya ini, mengisi mengenang perjuangan para pahlawan hal – hal positif, menjaga Tali Silahturahim, tali persaudaraan ini terus berjuang, perbedaan yang merupakan dari kekayaan tetapi semangat juang dari satu kesatuan, dan persatuan tetap Bersatu, Berdaulat Masyarakat Sejahtera, Indonesia Maju.

Tegas Rio Somantri.SH.S.IP. M.S.i selaku Ketua Panitia RT.006 / RW.009 memberi Sambutan ke lingkungan Masyarakat BTN Margalaksana Indah 2 Tapasri ( Taruma negara, Pajajaran, Sriwijaya) ke awak Mediasuaramabes.

Sambungnya Dengan mengisi kemerdekaan ke 80, 17 Agustus tahun 2025,kami mengajak masyarakat untuk mengikuti pelbagai macam perlombaan diantaranya : Cerdas Cermat, Paduan Suara, Jalan Santai, Tarik Tambang, Bola volly, catur, balap karung, makan krupuk, pukul kendi, jalan lumpur pakai sepatu bak kiak beregu,dsb nya Hal tersebut menarik kalangan masyarakat dari usia Dini, hingga dewasa yang mengikuti Lomba kebersamaannya tetap berjalan Harmonis sesuai jenis yang dilombakannya tandas Rio somantri SH.S.IP. M.S.i ke mediasuaramabes.

Tambahnya semakin erat kebersamaannya berdaulat bersatu, masyarakat sejahtera, adil, subur makmur, lanjutkan perjuangan indonesia maju. Akhiri percakapannya.

Bersambung Tuturnya Lolik Syahputra selaku Sekjen Divisi Managemen, Sangat peduli dan Antusias mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang Demi Tanah air, Tumpah Darah ku yang Tercinta Indonesia Bangsaku, Negeriku dengan tekad semangat kelanjutan generasi muda menjaga bersatu tujuan, satu kesatuan dan persatuan dari sabang sampai meuroke tetap semangat berdaulat masyarakat sejahtera adil dan makmur. Tegasnya Lolik Syahputra ke awak media online mediasuaramabes.

Lanjutnya mari bangun kebersamaannya eratkan tali silahturahim, tali persaudaraan warga negara republik indonesia satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita, dengan mengenang momen perjuangan terdahulu menjadikan bangsa kita kuat tanpa adanya peristiwa silam yang sangat menderita, Bangun dan bangkit penerus Bangsa indonesia maju. Oleh karena itu mengisi kemerdekaan RI ke 80 ini mengajak para ibu – ibu untuk memeriahkan dengan pelbagai acara perlombaan antara lain : Memasukan paku dalam botol, memindahkan tepung terigu dari belakang dengan pisin kecil, jalan santai, paduan suara, bawa kelereng diatas sendok makan, dsb perlombaan tersebut ikuti anak usia dini, orang dewasa sesuai yang dilombakannya dipandu oleh Wakil Ketua Panitia Perlombaan, satu irama apa yang dipaparkannya tutup Lolik Syahputra kepada media online Mediasuaramabes.

Bersambung dengan Indra Eka Permana.S.H sesuai program berjalan harmonis, disambut meriah warga RT.006 / RW.009 sangat mendukung dengan semangat kebersamaannya tali Silahturahim lebih erat sepanjang masa, mengenang perjuang para Pahlawan yang terdahulu, sangat Berharga buat masyarakat Indonesia bersatu, bertekad satu tujuan dan Persatuan Republik Indonesia lebih Maju tutup Indra Eka Permana.SH.kepada awak Mediaduaramabes.

Lanjutnya Divisi IT, Multi System Sound, dikatakannya Jelas jasa para Pahlawan sangat penting untuk dihargai yang setinggi – tingginya atas perjuangannya merebut Tanah air tumpah darah tercinta Indonesia raya dari penjajahan kolonial, belanda dan jepang. Oleh karena itu mengenang jasa pahlawan kemerdekaan warga masyarakat indonesia RT.006 / RW.009 dengan bangga memeriahkan perlombaan ini demi bersatu perjuangan, bangsa negara indonesia masyarakat sejahtera damai, harmonis. Tegas Rifai Hutasoit keawak mediasuaramabes

Tambahnya mari jaga kelestarian kewarganegaraan indonesia satu bangsa satu bahasa kita walaupun bermacam – macam suku bangsa dari Sabang sampai meuroke tetap satu kesatuan dan persatuan Indonesia tetap Jaya.tutup Rifai Hutasoit. Divisi.IT multi System.

Eddysae

Mutasi Jabatan di Polres Inhil, Momentum Tingkatkan Kinerja untuk Masyarakat

MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir –Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran, Rabu (20/8/2025) pagi, di Lapangan Mapolres Inhil. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang mendapat penugasan baru, baik di dalam wilayah Polres Inhil maupun yang pindah ke tempat tugas lainnya.

“Perpindahan jabatan merupakan hal yang biasa di lingkungan Polri. Kami mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga sukses selalu. Untuk rekan-rekan yang baru bergabung di Inhil, selamat datang. Semoga dapat memberi warna baru, membangun, dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolres.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab di jajaran Polres Inhil yaitu:

1. Kabag Ops: dari Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H. kepada AKP Buha Siahaan, S.H.
2. Kasat Lantas: dari AKP Fandri, S.H. kepada AKP Ricky Marzuki, S.H.
3. Kasat Intelkam: dari Iptu Sudarto Sihombing, S.Sos. kepada Iptu Jamaluddin, S.H.
4. Kapolsek Kateman: dari Kompol Ermanto, S.H., M.H. kepada AKP Asian Sihombing, S.I.K., M.I.K.
5. Kapolsek Tembilahan Hulu: dari Iptu Hasan Basri, S.H., M.H. kepada Iptu Anra Nosa, S.H., M.H.
6. Kapolsek Batang Tuaka: dari Iptu Musriwan kepada Iptu Andrianto, S.H., M.H.
7. Kapolsek Gaung: dari Iptu Andrianto, S.H., M.H. kepada Iptu Edi Dalianto.
8. Kapolsek Concong: dari Iptu Apriadi, S.H., M.H. kepada Iptu Anton Hilman, S.H., M.H.
9. Kapolsek Pelangiran: dari Iptu Anton Hilman, S.H., M.H. kepada Ipda Iwan Saputra, S.H., M.H.
10. Kasikum Polres Inhil: dilantik Iptu Hendri J, S.H.

Kapolres menegaskan, rotasi jabatan merupakan bentuk perhatian pimpinan Polri terhadap pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran organisasi.

“Harapan kami, pejabat yang baru segera menyesuaikan diri, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Rotasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan melahirkan inovasi, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat Inhil,” tambah Kapolres.

Sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat utama, para kapolsek, serta personel Polres Inhil.

Dum 0794

AKP Jamaluddin Gandeng Paguyuban dan Ormas: Bersatu untuk Keamanan Inhil

MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan – Kasat Intelkam Polres Indragiri Hilir (Inhil) yang baru, AKP Jamaluddin, SH, menggelar acara temu ramah bersama sejumlah tokoh paguyuban dan organisasi masyarakat (ormas) di Tembilahan, Senin (18/8/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Kompol Bahtiar, Kadis KLH Drs. Azwir, MH yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Aceh Inhil, Yokar (Ketua HKBS), Sudinoto, SE, M.Si (Ketua Paguyuban Pamaji Inhil), Indra (Sekjen Ornop sekaligus Ketua Presidium Ornop), Kemas Ibnu Sanjaya, SE, serta Drs. Agustami Tolib (Kepala Biro Media Suara Mabes).

Dalam kesempatan itu, AKP Jamaluddin menyampaikan harapannya agar sinergi antara kepolisian dengan masyarakat terus terjalin kuat, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Inhil. Ia menegaskan, keberhasilan menjaga kondusivitas tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membangun kebersamaan. Mari kita jaga Inhil tetap aman, damai, dan kondusif, terlebih menjelang pelaksanaan agenda politik seperti pilkada serentak,” ujar AKP Jamaluddin.

Seiring dengan semangat tersebut, Polres Inhil menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom, pelindung, dan mitra masyarakat. Pendekatan humanis yang dikedepankan jajaran Polres Inhil diharapkan mampu memperkuat rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Di sisi lain, kehadiran tokoh-tokoh paguyuban dan ormas dalam acara ini mencerminkan komitmen mereka untuk selalu berada di garda depan dalam menjaga persatuan, keberagaman, dan keharmonisan sosial di Inhil. Para tokoh yang hadir bukan hanya sekadar representasi komunitas, melainkan juga figur panutan yang siap berkolaborasi dengan kepolisian demi terciptanya masyarakat yang aman, tertib, dan sejahtera.

Sementara itu, perwakilan tokoh paguyuban dan ormas yang hadir menyambut baik inisiatif Kasat Intelkam Polres Inhil. Mereka menyatakan siap mendukung penuh program-program kepolisian, sekaligus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Acara temu ramah berlangsung dalam suasana akrab dan ditutup dengan sesi diskusi serta penyampaian aspirasi dari para tokoh yang hadir.

Dum 0793

Kebijakan Aznal Merusak Janji Politik Mualem, Berubah Jadi PHP Rumah Rakyat

Oleh :
Teuku Abdul Hannan
Pemerhati Pengadaan Barang/Jasa

MediaSuaraMabes, Aceh – Tulisan ini disusun sebagai bentuk edukasi publik, agar masyarakat tidak dibohongi dan dibodohi oleh rekayasa birokrasi, serta mampu memahami aturan dengan benar. Lebih dari itu, tulisan ini juga merupakan peringatan bagi Mualem, agar tidak membiarkan janji politiknya dikorbankan oleh manuver birokrasi. Demikian pula bagi kontraktor dan pihak terkait, agar berhati-hati dan tidak ikut terseret dalam skema yang cacat hukum dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketika rakyat miskin Aceh menunggu janji Mualem tentang pemenuhan hak dasar berupa rumah layak huni, kenyataannya masyarakat justru terancam mendapatkan PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Inilah realitas pahit ketika politik berhadapan dengan birokrasi yang rusak: janji mulia berubah menjadi sekadar slogan, sementara rakyat kecil tetap menanggung akibatnya.

Kenapa PHP? Ada tiga alasan utama:

1. Problem Manajemen Internal Perkim Aceh yang buruk.
2. Penyimpangan mekanisme pengadaan yang dilakukan secara sadar.
3. Waktu pelaksanaan yang tidak realistis, sehingga program yang seharusnya menyentuh rakyat miskin berpotensi gagal total.

Hal ini sudah penulis kupas dalam opini sebelumnya berjudul “Pembangunan Rumah Layak Huni Aceh 2025: Realitas, Ilusi, dan Penyimpangan Pengadaan.”

Namun kali ini, poin pentingnya adalah: kebijakan T. Aznal Zahri, Kepala Dinas Perkim Aceh, justru merusak janji politik Mualem.

Birokrasi Aznal, Politik Mualem yang Tersandera

Program Pembangunan Rumah Layak Huni Aceh 2025 secara hukum adalah Pekerjaan Konstruksi sebagaimana Pasal 3 ayat (1) huruf b Perpres No. 16 Tahun 2018. Ketentuan ini sejalan dengan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang secara tegas mendefinisikan pembangunan rumah sebagai bagian dari jasa konstruksi.

Lebih rinci, KBLI 2020 pun mengklasifikasikannya ke dalam kode 41011 – Konstruksi Gedung Hunian. Bahkan, menurut Permen PUPR No. 10 Tahun 2021, kegiatan ini ditempatkan dalam sub-klasifikasi BG001 – Bangunan Gedung Hunian Tunggal dan Kopel. Dengan dasar hukum yang begitu jelas, setiap upaya untuk menggeser program ini menjadi “jasa akomodasi/sewa” adalah bentuk pelanggaran serius terhadap kerangka hukum pengadaan dan aturan khusus jasa konstruksi.

Masalah bertambah pelik setelah keluarnya Surat Edaran LKPP No. 2 Tahun 2025. Melalui aturan ini, pengadaan jasa konstruksi lewat E-Katalog Versi 5 resmi ditutup pada 31 Juli 2025. E-Katalog Versi 6 yang diberlakukan setelah itu hanya memfasilitasi pengadaan barang, jasa umum, dan digital—bukan konstruksi. Artinya, pekerjaan pembangunan rumah rakyat tidak lagi dapat dilakukan dengan mekanisme e-purchasing. Namun, Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Aznal Zahri, justru memaksa penggunaan jalur e-purchasing dengan cara mengubah klasifikasi menjadi “jasa akomodasi/sewa”. Akibatnya, yang terlibat sebagai penyedia bukanlah perusahaan jasa konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha (SBU) BG001, melainkan perusahaan pengadaan barang yang sama sekali tidak punya kompetensi teknis membangun rumah.

Publik perlu memahami bahwa dalam KBLI 2020, Jasa Akomodasi masuk dalam Golongan Pokok I dengan kode 551–559, yang meliputi hotel, apartemen, vila, dan penginapan. Dalam pengadaan pemerintah, kelompok ini dipakai untuk kebutuhan rapat atau paket perjalanan dinas. Sementara Jasa Penyewaan/Sewa berada di Golongan Pokok N dengan kode utama 77, yang mencakup penyewaan kendaraan, mesin, atau peralatan. Tidak ada satupun yang terkait dengan pembangunan rumah. Maka, menggeser konstruksi ke nomenklatur akomodasi/sewa adalah tindakan menyesatkan, baik secara hukum maupun secara teknis.

Dampak Fatal Salah Klasifikasi

Lebih jauh lagi, dari sisi keuangan negara, kesalahan klasifikasi ini membawa konsekuensi fatal. Program pembangunan rumah seharusnya masuk nomenklatur Belanja Modal, karena menghasilkan aset tetap berupa rumah rakyat.
Namun, ketika dipaksa ke dalam klasifikasi jasa akomodasi/sewa, pos belanja itu otomatis bergeser menjadi Belanja Barang/Jasa konsumtif. Pergeseran ini bukan sekadar salah kaprah, tetapi cacat hukum sekaligus berpotensi menciptakan kesalahan material dalam laporan keuangan daerah. Belanja modal yang seharusnya menambah aset rakyat justru diperlakukan seolah-olah belanja operasional jangka pendek.

Praktik semacam ini sangat mungkin membuat pembayaran tidak sah menurut:

• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Apabila skema ini tetap dipaksakan untuk dicairkan, bukan hanya akan menjadi temuan BPK, tetapi juga berpotensi menyeret pejabat terkait ke ranah:

1. Tuntutan Ganti Rugi (TGR), karena dianggap menimbulkan kerugian daerah, dan
2. Pidana korupsi, karena menyalahgunakan kewenangan dengan akibat merugikan keuangan negara.

Dengan kata lain, “sekadar menggeser nomenklatur” bukan permainan kecil, melainkan bom waktu hukum yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Janji Politik yang Dikhianati

Janji politik Mualem tentang rumah layak huni adalah harapan besar rakyat Aceh. Tapi dengan manuver Aznal, program ini terancam gagal total.

Yang rugi bukan hanya rakyat miskin yang tak kunjung dapat rumah, tapi juga nama politik Mualem yang bisa hancur karena birokrasi amburadul di bawah kepemimpinan Aznal. Rakyat yang seharusnya mendapat rumah layak huni kini hanya menerima PHP (Pemberi Harapan Palsu). Atas dasar penjelasan di atas, mustahil program ini dijalankan. Bukan hanya hak dasar rakyat yang terabaikan, tapi juga nama baik Mualem yang dikorbankan demi ambisi dan rekayasa birokrasi ala Aznal.

Jika Mualem tak segera mengambil sikap, maka sejarah akan mencatat: rumah rakyat gagal terbangun bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan karena kesalahan manajemen dan rekayasa kebijakan yang menyesatkan. Dan lebih parah lagi, janji politik Mualem bisa hancur di hadapan rakyatnya sendiri—bukan karena lawan politik, melainkan karena orang yang ia percayai.

Rakyat Lapar, Keuchik Gampong Baru dan Pemko Sibuk Seremonial

MediaSuaraMabes, Banda Aceh — Program ketahanan pangan yang seharusnya menjadi penyelamat rakyat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok justru berubah menjadi misteri besar di Banda Aceh. Dana sebesar Rp187.387.300 yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan di Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, tidak jelas laporannya. Hingga hari ini, audit Inspektorat Kota Banda Aceh mandek tanpa kejelasan. Publik pun menduga ada permainan antara aparatur gampong dan auditor yang sengaja membiarkan data hilang.

Tiga Dokumen, Satu Pola

Dari penelusuran dokumen resmi, terungkap bahwa dana Rp187 juta lebih ini dipecah ke dalam tiga paket anggaran berbeda:

• Rp.50.000.000
• Rp.82.327.800
• Rp.55.059.500

Meski rinciannya berbeda-beda, polanya sama: belanja material sederhana dipadukan dengan ongkos kerja dan honor tenaga ahli/pengawas hidroponik. Bahkan, dalam salah satu dokumen muncul item janggal seperti gayung Rp40 ribu, engsel pintu Rp38 ribu, CCTV Rp5 juta, paket data Rp1,2 juta, token listrik Rp3,6 juta, hingga spanduk kelompok Rp300 ribu. Pertanyaan publik sederhana: apa hubungannya CCTV, token listrik, dan spanduk dengan ketahanan pangan rakyat?

Keuchik Marwan Yusuf Disorot

Sebagai Keuchik Gampong Kampung Baru, Marwan Yusuf tidak bisa lepas dari tanggung jawab. Sesuai dengan Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, keuchik adalah pemegang kekuasaan penuh atas pengelolaan dana desa, termasuk program prioritas nasional seperti ketahanan pangan.

Artinya, setiap rupiah dari dana Rp187 juta itu seharusnya bisa dipertanggungjawabkan. Faktanya, sampai sekarang tidak ada laporan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Kondisi ini memperkuat dugaan publik bahwa ada yang tidak beres dalam manajemen Marwan Yusuf sebagai keuchik.

Peta Indah, Perut Kosong

Ironinya, masalah ini terjadi justru setelah Pemko Banda Aceh mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota pada 23 Desember 2024 tentang Peta Ketahanan & Kerentanan Pangan 2024. Dalam peta tersebut, Pemko membagi wilayah menjadi 22 gampong rentan pangan dan 68 gampong tahan pangan. Peta ini dipamerkan sebagai pedoman kebijakan tahun 2025.

Tetapi kini publik menilai peta itu hanya indah di atas kertas, sementara di lapangan dana ketahanan pangan Rp187 juta di sebuah gampong justru hilang arah.

Illiza Lebih Sibuk Seremonial

Kekecewaan publik semakin besar karena hingga kini Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh, belum pernah memberi jawaban tegas terkait kasus ini. Masyarakat menilai Illiza lebih sibuk menghadiri acara-acara seremonial dan membangun pencitraan diri ketimbang fokus pada masalah nyata yang menyangkut perut rakyat.

Padahal, 22 gampong sudah resmi masuk kategori rentan pangan. Artinya, ribuan warga sangat bergantung pada kebijakan dan program ketahanan pangan yang benar-benar berjalan, bukan sekadar proyek anggaran dan pamer dokumen.

Kontras dengan Daerah Lain

Jika dibandingkan dengan daerah lain, kelemahan Banda Aceh semakin terlihat jelas:

• Aceh Singkil: Bupati minta audit terhadap Rp23 miliar dana pangan desa.
• Aceh Barat: Inspektorat langsung audit sembilan gampong begitu ada laporan warga.
• Aceh Besar: Menyabet indeks ketahanan pangan tertinggi di Aceh (85,62%) dan sudah membangun gudang pangan.

Sementara Banda Aceh yang seharusnya menjadi contoh sebagai ibu kota provinsi justru tertinggal: audit macet, dana tidak jelas, wali kota sibuk seremonial.

Penutup

Ketahanan pangan seharusnya soal memastikan rakyat tidak lapar. Tetapi di Banda Aceh, program ini berubah menjadi bahan proyek, dana hilang tanpa laporan, dan pemerintah lebih sibuk dengan acara seremonial yang penuh pencitraan.

Kini masyarakat memberi sinyal tegas: jika dalam waktu dekat Illiza Sa’aduddin Djamal tidak segera memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja Keuchik Marwan Yusuf, maka jangan salahkan rakyat jika mereka memilih cara sendiri untuk mengaudit keuchiknya.

Rakyat Banda Aceh sudah terlalu lama lapar oleh janji-janji. Saatnya yang kenyang bukan lagi pejabat, melainkan warganya sendiri.  (Sudirman)

Add to cart