Melly Mike Bertemu Kapolda Riau: Terima Kasih Sudah Membuat Sungai Bersih

MediaSuaraMabes, Pekanbaru – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Gubernur Abdul Wahid menyambut hangat kedatangan rapper asal AS, Melly Mike, yang akan tampil di pacu jalur. Mike pun sempat makan malam bersama Irjen Herry Heryawan dan Abdul Wahid.

Mereka makan malam di sebuah restoran di tepian Sungai Siak, Pekanbaru, Riau. Pada kesempatan itu, Herry Heryawan dan Abdul Wahid menjelaskan secara singkat mengenai pacu jalur dan persiapannya.

Salah satu hal yang dilakukan Polda dan Pemprov adalah membuat Sungai Kuantan kembali jernih dengan melakukan penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kuansing. Selama dua pekan operasi, Sungai Kuantan, yang tadinya keruh kecokelatan, kini menjadi jernih berkat operasi kolaborasi Polda Riau, Pemprov Riau, dan Polda Sumatera Barat.

Irjen Herry Heryawan, Abdul Wahid, dan Melly Mike kemudian makan malam bersama. Adapun menunya antara lain udang gala dan asam pedas patin, yang menjadi makanan khas Riau.

Seusai jamuan tersebut, Melly Mike menyampaikan terima kasih kepada Irjen Herry Heryawan.

“Terima kasih kepada Kapolda Riau, yang telah membuat sungai bersih dan atas kepeduliannya terhadap saya dan orang-orang saya,” kata Melly Mike.

Melly Mike tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK), Pekanbaru, Riau, pukul 17.34 WIB, Sabtu (23/8) sore. Melly Mike disambut oleh Kadis Pariwisata Pemprov Riau, Roni Rahmay, dan dipasangkan tanjak di kepala.

Melly Mike merasa senang berada di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah seperti keluarganya sendiri. Melly Mike juga merasa penuh energi menyambut pacu jalur. Menurutnya, ini adalah warisan budaya yang harus dibanggakan.

“Ini memberikan banyak energi, semangat, kita harusnya bangga,” ucapnya.

Kedatangan Melly Mike disambut riuh warga yang berada di bandara. Warga juga sempat berebut untuk selfie. Rapper yang populer dengan lagu ‘Young, Black, and Rich’ ini mengaku akan tampil langsung di pacu jalur pada final Minggu (24/8)

Sebagai informasi, lagu ‘Young, Black, and Rich’ merupakan lagu latar yang mengiringi tarian bocah pacu jalur, Dikha. Perpaduan lagu Melly Mike yang cocok dengan gerakan tarian tersebut membuat Dikha viral dengan ‘aura farming’ hingga menjadi tren dan diikuti dunia.

Team*SuaraMabes.

Eks KSAD Jendral Dudung Abdurchman Menjabat Ketum IKAL Masa Bakti (2025-2030)

MediaSuara Mabes, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL- RI) secara resmi menetapkan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM sebagai Ketua Umum IKAL Masa Bakti 2025 – 2030, Sabtu (23/8/2025)

Walaupun adanya dinamika dan perdebatan sempat terjadi di sepanjang jalannya sidang, Munas berhasil terlaksana dengan baik dan tertib, tetap berpedoman pada AD/ART IKAL sebagai dasar konstitusi organisasi.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Jenderal Dudung menegaskan, bahwa IKAL adalah rumah besar alumni Lemhannas yang harus selalu menjaga persatuan.

“Kita semua adalah keluarga. Hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh Pak Jenderal Agum Gumelar akan kita lanjutkan, dan hal-hal yang masih bisa dioptimalkan akan segera kita perbaiki bersama-sama,” tegas Jenderal Dudung.

Sidang Munas dipimpin oleh beberapa orang presedium, beliau adalah Dr. Pratama Persadha (PPSA 24), Dr. Ulla Nuchrawaty (Perwakilan DPP dan Ketua Steering Committee), Dr. Jusuf Sunya (DPD Maluku Utara), Prof. Dr. Irwanjaya, SH, MH. (PPRA 61), dan Widodo Edi Sektianto (DPD DKI Jakarta)

Dengan terpilihnya Jenderal Dudung, IKAL Lemhannas diharapkan semakin solid, berwibawa, dan mampu memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam menjaga ketahanan nasional serta menghadapi dinamika geopolitik global, dan IKAL Lemhannas sebagai Katalisator Keutuhan dan Kemajuan Bangsa, serta menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa (BL)

DPN Sasak Integrity Watch (SIW): Kritik Tegas terhadap Pernyataan Sahroni yang Sebut Rakyat “Tolol”

MediaSuaraMabes, Mataram – Dewan Pimpinan Nasional Sasak Integrity Watch (DPN SIW), Syamsuddin menyampaikan kritik keras atas pernyataan Anggota DPR, Sahroni, yang menyebut bahwa seruan masyarakat untuk “Bubarkan DPR” adalah sikap “paling tolol se-dunia”. Pernyataan tersebut dinilai arogan, tidak bijak, dan mencederai martabat rakyat yang sesungguhnya adalah pemilik kedaulatan.

“Seorang pejabat publik, apalagi Wakil Rakyat, semestinya bijak dalam bertutur kata. Melabeli rakyat dengan sebutan ‘tolol’ adalah bentuk arogansi yang memperlihatkan lupa siapa bos sesungguhnya: RAKYAT,” tegas Syamsuddin.

SIW menilai bahwa seruan “Bubarkan DPR” bukanlah muncul dari ruang kosong. Itu lahir dari jeritan kekecewaan masyarakat yang muak dengan drama, hura-hura, serta gaya hidup foya-foya sebagian oknum wakil rakyat setelah duduk di kursi empuk parlemen. Banyak rakyat merasa mandat dan suara yang telah diberikan justru dikhianati.

Alih-alih menghardik rakyat dengan kata-kata kasar, SIW menegaskan bahwa Sahroni seharusnya bercermin dan bertanya: “Mengapa seruan itu bisa muncul?” Seruan tersebut adalah kritik keras, bukan sekadar hinaan. Jawaban yang tepat seharusnya berupa perbaikan kinerja, bukan stigma yang merendahkan rakyat.

DPN SIW mengingatkan bahwa rakyat tidak butuh wakil yang mudah tersinggung atau merendahkan. Yang dibutuhkan adalah wakil yang rendah hati, amanah, serta menyadari bahwa kekuasaan hanyalah titipan, bukan hak milik.

“Kalau DPR ingin dihormati, maka hormatilah rakyat terlebih dahulu,” tegas Bung Syam Panggilan Akrab Ketum Sasak Integrity Watch (SIW) melakui komunijasi WhatsApp.

Pengajian Rutin Warga Pondok Karya: Santunan dan Siraman Rohani Warnai Kebersamaan

MediaSuaraMabes, Pondok Aren – Suasana penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan pengajian rutin bulanan warga Kelurahan Pondok Karya yang digelar pada Sabtu (23/8) di aula kantor Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh warga RW 03 sebagai pelaksana pengajian bulan ini.

Hadir dalam acara tersebut Lurah Pondok Karya, Hendi Apriansyah, Ketua RW 03 Ma’mun Murod, Ketua RT 003 Ropik, tokoh agama, jama’ah pengajian, serta anak-anak yatim yang turut menerima santunan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Pengajian diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jama’ah, yang difasilitasi oleh tim medis dari Puskesmas setempat. Layanan ini disambut antusias warga, terutama kalangan lansia yang rutin mengikuti kegiatan ini.

Momen haru terasa saat santunan diserahkan kepada anak-anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial dan ajakan untuk berbagi berkah di tengah masyarakat. Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh seorang ustadzah, memberikan siraman rohani yang menguatkan keimanan dan ketaqwaan para jama’ah dan pentingnya berbagi kepada sesama.

Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga Pondok Karya. Pengajian rutin ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, serta memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Zaenal Abidin
Kabiro Tangsel

Media Suara Mabes Jakarta Utara Turut Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80

MediaSuaraMabes, Jakarta Utara – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Turnamen futsal karang taruna marunda cup 2025. Dihadiri Seluruh RW, LMK, POL PP, FKDM dan BABINSA,BINAMAS Media Suara Mabes turut berpartisipasi memeriahkan perayaan tersebut.

Partisipasi ini menjadi bentuk rasa cinta tanah air sekaligus wujud terima kasih kepada para pejuang kemerdekaan dan pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Media suara mabes ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa insan pers juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial di wilayah Jakarta Utara.

Sebagai media yang aktif melakukan kontrol sosial, Media Suara Mabes berkomitmen hadir untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, serta menjadikan kemerdekaan sebagai landasan untuk terus berkarya dan memberikan manfaatj bagi bangsa.

Kristiyanto
Kabiro jakarta utara– Media Suara Mabes

Pokir Anggota DPRD Teddy Setiadi,Kabupaten Sukabumi besutan partai gerindra,Bisa Di Rasakan Masyarakat

MediaSuaraMabes, Sukabumi – Pokir DPRD adalah singkatan dari Pokok Pikiran DPRD, yang merupakan usulan, gagasan, atau kebutuhan masyarakat yang dititipkan kepada anggota DPRD berdasarkan aspirasi yang dikumpulkan saat mereka melakukan kegiatan reses atau rapat lainnya.

Pokir ini kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk diwujudkan menjadi proyek pengadaan barang atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat.

Fungsi dan Proses Pokir DPRD
Mengumpulkan Aspirasi Masyarakat:
Anggota DPRD menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya melalui berbagai kegiatan seperti reses.

Menyusun Pokir

Aspirasi tersebut kemudian dirumuskan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) sebagai bentuk usulan kepada pemerintah daerah.

Dasar Perencanaan Pembangunan:
Pokir DPRD wajib menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Penganggaran APBD:
Pokir ini akan diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai proyek-proyek yang diusulkan.

Realisasi Program

Dana pokir digunakan untuk melaksanakan program pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat.

Pentingnya Pokok Pikiran DPRD
Mewujudkan Kebutuhan Masyarakat:
Pokir membantu pemerintah daerah mewujudkan program-program pembangunan dan kebutuhan dasar masyarakat yang disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat mereka.
Pilar Keseimbangan Pemerintahan.

Pokir menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah, serta menjadi salah satu pilar keseimbangan dalam jalannya pemerintahan.

Landasan Hukum:

Pengusulan Pokir didasarkan pada landasan hukum, salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Pengelolaan Pokir DPRD
Transparansi dan Akuntabilitas:

Pengelolaan dana pokir harus dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk menghindari potensi korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Sinkronisasi dengan Pembangunan:
Usulan pokok pikiran harus diselaraskan dengan sasaran dan prioritas pembangunan daerah agar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas anggaran yang tersedia.

Seperti saat ini dari hasil reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi besutan partai gerindra,Teddy Setiadi,saat melaksanakan resesnya segala Aspirasi masyarakat beliau himpun,lalu di ajukan kepada pemerintah.

Dan saat ini Segala Aspirasi masyarakat khususnya masyarakat yang ada di daerah davil 2 bisa terjawab oleh politisi partai gerindra tersebut yaitu Teddy setiadi.

Pasalnya,pada tahun 2025 sekarang pokir Anggota DPRD yang terkenal dengan keramahannya ini,sudah membuktikan keinginan masyarakat terutama keinginannya itu tentang perbaikan atau pembangunan sarana Infrastruktur jalan.

Dan pada saat ini dari pokir politisi gerindra Teddy setiadi sudah terealisasi terutama di alokasikan kepada pembangunan Infrastruktur sarana jalan,yang menyebar di wilayah dua,dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Parungkuda, Bojonggenteng, Parakansalak, Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Kabandungan, dan Ciambar.

Serta masyarakat merasa bahagia atas terealisasinya Aspirasi masyarakat yang disampaikan pada hasil reses Anggota DPRD Kabupaten

Reporter :Rio Julianto

Pembangunan Menara di Atas Masjid Tanpa SOP Keselamatan, Pekerja Tak Gunakan Body Harnes

MediaSuaraMabes, Bekasi – Pekerjaan pembangunan menara di atas salah satu masjid di RT 04 RW 09, Kelurahan Medan Satria, Bekasi Utara, menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan di ketinggian sekitar 30 meter tersebut dilakukan tanpa mengikuti standar operasional prosedur keselamatan kerja (SOP K3) yang berlaku.

Pantauan awak media menunjukkan bahwa dari tujuh pekerja yang terlihat di lokasi, hanya satu orang yang menggunakan body harness — alat keselamatan wajib dalam pekerjaan di ketinggian. Lebih parahnya lagi, para pekerja juga tidak dilengkapi dengan perlengkapan kerja seperti helm, rompi, dan sepatu safety.

“Sangat miris melihat mereka bekerja di ketinggian seperti itu tanpa pengaman. Ini jelas membahayakan nyawa,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Ketika dikonfirmasi, Pak Ade yang disebut sebagai perwakilan pengurus Masjid Jami’ dan dipercaya untuk mengawasi proyek tersebut, enggan memberikan komentar dan memilih diam.

Salah satu anggota keamanan di sekitar lokasi hanya menyebut bahwa proyek pembangunan itu “katanya untuk menara”, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Ketua RT 04 mengungkapkan bahwa dirinya hanya diminta menandatangani persetujuan proyek sekitar pukul 05.12 WIB di pagi hari tanpa penjelasan detail. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RW 09 yang menyatakan tidak mengetahui adanya proyek pembangunan menara tersebut.

Informasi simpang siur juga mencuat dari warga sekitar, yang menyebut bahwa proyek ini merupakan kerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi, yakni Telkomsel. Namun, tidak ada kejelasan resmi terkait hal tersebut.

“Apakah layak menara setinggi itu dibangun di atas masjid tanpa sosialisasi dan izin resmi yang jelas?” tanya salah satu warga.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Lurah Medan Satria, beliau hanya mengarahkan awak media untuk bertanya langsung kepada pengurus masjid. Sementara itu, Camat Medan Satria tidak memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pekerja sekaligus ketidakjelasan legalitas dan transparansi proyek pembangunan tersebut.

Anev Kegiatan Penanaman Jagung, Kapolres Ketapang Cek Validasi Data Bersama Pamatwil Wilayah Jajaran Polres Ketapang

MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., menggelar analisa dan evaluasi kegiatan ketahanan pangan jagung bersama perwira pengamat wilayah (Pamatwil) jajaran kecamatan wilayah Kabupaten Ketapang, Sabtu (23/08/2025) Pukul 09.00 Wib.

Kegiatan anev digelar di ruangan PPKO Polres Ketapang dan diikuti 15 perwira pengamat wilayah jajaran yang mengawaki progres kegiatan penanaman jagung di setiap wilayah kecamatan di seluruh Kabupaten Ketapang. Kapolres Ketapang dalam arahannya kepada jajaran pamatwil menekankan agar secara komprehensif memutakhirkan data dan mengevaluasi progres tahapan penanaman jagung.

” Tujuan dari analisa dan evaluasi data ini adalah untuk memantau progres kegiatan penanaman jagung secara komprehensif, pemutakhiran data, mengidentifikasi setiap angka berkaitan dengan penambahan luas lahan, keperluan bibit dan pupuk, luasan penanaman dan angka hasil panen. Selain itu, kendala-kendala yang dihadapi di lapangan juga harus didalami dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung di wilayah Ketapang sehingga dengan demikian, program ketahanan pangan dapat berjalan dengan efektif dan memberikan hasil yang sesuai harapan ” ujar Muhammad Harris, Sabtu (23/08/3025) pukul 10.00 Wib.

Dalam kegiatan ini, Kapolres Ketapang juga menekankan kepada pamatwil wilayah jajaran Polres Ketapang untuk meningkatkan koordinasi bersama kelompok tani, jajaran penyuluh pertanian serta instansi terkait lainnya sehingga hambatan dilapangan dapat dicarikan solusinya secara cepat dan tepat.

” Harapan bersama, dengan digelarnya analisa dan evaluasi ini, kita dapat memastikan ketersediaan data yang valid, kompatibel dengan situasi di lapangan serta akurat. komitmen kita bersama untuk fokus mendorong kemajuan program swasembada pangan di bidang jagung sangat menentukan keberhasilan program ini ” pungkas Kapolres.

(A’ang Sanjaya/Red)

Polres Ketapang Musnahkan Barang Bukti Sabu, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

MediaSuaraMabes, Ketapang – Polda Kalbar, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Ketapang musnahkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak total 73,2641 gram. Kegiatan pemusnahan berlangsung di aula Mapolres Ketapang, Jalan Brigjend Katamso Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, pada Jumat pagi (22/08/2025).

“ Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan tiga kasus tindak pidana narkotika selama periode agustus 2025. Dari tiga laporan polisi tersebut, kami berhasil mengamankan empat tersangka,” kata Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR, Jumat (22/08/2025) Pukul 09.30 Wib.

Dikatakan Harris, barang bukti yang dimusnahkan sebelumnya telah mendapatkan penetapan status dari kejaksaan dan telah berkekuatan hukum. Dirinya juga menyampaikan pemusnahan dilakukan dengan cara barang bukti sabu dimasukan ke dalam blender, dilakukan pemblenderan dengan dicampur air serta pembersih lantai, setelahnya cairan tersebut dibuang ke kloset.

“ Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberantas narkotika serta memastikan barang bukti tidak disalahgunakan. Semua proses berjalan sesuai prosedur hukum, dan pemusnahan dilakukan disaksikan langsung oleh empat tersangka. Dengan total barang bukti sabu yang hari ini kita amankan, setidaknya Polres Ketapang telah menyelamatkan 585 jiwa dari dampak buruk sabu ” ujarnya.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan dari tiga laporan tersebut yakni 73,2641 gram sabu yang sebelumnya diuji terlebih dahulu keasliannya melalui alat tes NIS ( Narkotic Indentification System ). Dalam kegiatan pemusnahan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat utama Polres Ketapang, Perwakilan Kejaksaan Ketapang, Pengadilan Negeri Ketapang, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Penasihat Hukum para Tersangka, Lembaga Swadaya Masyarakat serta awak media untuk menyaksikan proses pemusnahan.

(A’ang Sanjaya/Red)

Tim Pamatwil Polda Kalbar Cek Kesiapan Lahan Untuk Penanaman Jagung Di Kabupaten Ketapang Ketapang

MediaSuaraMabes, Ketapang – Polda Kalbar, Tim Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Kalimantan Barat melakukan pengecekan terhadap lahan tanam yang menjadi program Asta Cita Ketahanan Pangan yang saat ini tengah menjadi fokus Polri, pada Jumat (22/08/2025) Siang. Pangecekan tersebut dilakukan secara langsung oleh Dirpolairud Polda Kalbar Kombes Pol Agusman, S.I.K., Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., Kabidkum Polda Kalbar Kombes Pol Laba Meliala, S.I.K, M.H, dan Wadir Samapta Polda Kalbar AKBP Achmad Dharmianto, S.H, S.I.K. Kedatangan Tim Pamatwil didampingi langsung Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR, Kepala Desa Sukamaju Sdr Supardi, Kelompok Tani Maju Sejahtera serta sejumlah pejabat utama Polres Ketapang.

Lokasi yang menjadi lahan pengecekan yaitu lahan pertanian di Desa Sukamaju Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang. Dirpolairud Kombes Pol Agusman menyebut pengamatan ini difokuskan pada pengecekan aspek kesiapan lahan di segmen kesuburan tanah.

“ Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pH tanah rata-rata di angka 5,7, sedikit di bawah standar ideal (6–7), hal ini disebabkan beberapa factor seperti lahan baru selesai di garap, serta kontur tanah yang didominasi lahan gambut berawa. Selain itu pemupukan baru saja dilakukan dan hujan juga menjadi faktor salah satunya dimana ini tentunya bisa ditingkatkan melalui penyesuaian teknis lapangan ” Ujar Kombes Pol Agusman.

Dikesempatan lainnya, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris menyatakan bahwa Polres Ketapang terus menyiapkan aspek pendukung dalam pelaksanaan penanaman selanjutnya, baik itu dari aspek kesiapan lahan, kesiapan kelompok tani, koordinasi antar-instansi, maupun keterlibatan langsung dalam pemantauan di lapangan sampai dengan dukungan teknis lainnya.

“ Kami ingin memastikan semua lahan yang dipersiapkan untuk program ketahanan pangan ini benar-benar siap tanam. Selain itu tahapan perawatan, treatmen lahan serta nantinya memasuki tahapan panen harus sudah di rencanakan secara detail. Dalam hal ini, peningkatan hasil panen yang menjadi target utama untuk dimaksimalkan ” Ujar AKBP Muhammad Harris.

Ia berharap dengan kolaborasi lintas sektor antara aparat kepolisian, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, program ketahanan pangan di Kabupaten Ketapang dapat berjalan maksimal. Selain memperkuat ketersediaan pangan lokal, program ini juga diharapkan menjadi pendorong kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.

(A’ang Sanjaya/Red)

Add to cart