Keluarga Almarhum Yopi Bantah Isu Kematian Tak Wajar, Tegaskan Ikhlas dan Tak Tuntut Perusahaan

MediaSuaraMabes, Batam – Menyikapi adanya pemberitaan miring yang hingga kini membuat resah pihak keluarga almarhum Yopi yang jatuh dari lantai 4 di salah satu gedung pertokoan Nagoya Thamrin City (NTC) Nagoya Batam, Minggu (14/9/2025) dini hari akhirnya angkat bicara.

Paman Almarhum Yopi, Sheldi saat dihubungi sedikit geram dan marah dengan adanya pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta kebenarannya hingga menyebut kematian Almarhum itu tidak wajar. Sheldi juga mengatakan bahwa dia langsung datang ke Batam untuk mengurus jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara hingga administrasi dan surat menyurat dari pihak kepolisian hingga jenazah sampai ke kampung halamannya.

“Saya Pamannya, istri saya makcik almarhum Yopi, saya tinggal dirumah almarhum sekarang (Lingga-Dabo Singkep). Pihak keluarga yang dimaksud media yang beritakan itu siapa?. Karena saya dan istri saya yang langsung berhubungan sama kepolisian. Pihak keluarga yang menyatakan di media itu siapa? Kami tidak pernah menyatakan kejadian itu tidak wajar, ini semua sudah takdir kecelakaan dia (almarhum) sendiri. Kami juga tidak menutut apa-apa dari perusahaan karena kecelakaan itu yang dilakukan dia sendiri,” jelas Sheldi, Senin (15/9/2025).

Dia juga meminta kepada media yang sudah memberitakan bahwa ada pihak keluarga yang menduga kematian Almarhum Yopi tidak wajar dijelaskan, keluarga yang mana?. “Saya selaku paman Almarhum meminta agar dijelaskan di media itu yang dimaksud pihak keluarga mana yang mengatakan seperti itu,” ujar Sheldi lagi.

Sheldi menjelaskan jika dia langsung yang berhubungan dengan pihak kepolisian “Saya langsung yang berhubungan pihak kepolisian. Saya jam 9 pagi, hari Minggu dapat informasi dari keponakan saya yang di Polda. Jadi kami pihak keluarga kan ingin tau kronologi kejadian dan sudah diterangkan pihak kepolisian,” tuturnya.

Selain itu, Sheldi juga menjelaskan setelah usai pengurusan dokumen almarhum dan segera membawa jenazah Almarhum Yopi ke kampung halaman, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. “Kami urus surat menyurat, karena secepatnya jenazah untuk dibawa pulang ke Dabo singkep segera di makamkan, itu permintaan dari bapaknya, jadi saya percepat untuk mengurus itu,” terangnya.

Saat ditanya meninggal nya Almarhum tidak ada kaitan dengan ikatan kerja, Shaldi menerangkan jika Almarhum Yopi menegaskan tidak ada kaitan dengan pekerjaan. “Kalau saya lihat kejadian ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan dia bekerja cuma dia tinggalnya di situ (mess) Karena dia pulang terlalu malam, jdi kemungkinan dia ambil jalan pintas lewat pintu belakang,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, menurut Shaldi pihak perusahaan tempat Almarhum bekerja juga tidak lantas tinggal diam, semua akomodasi dari awal hingga pemulangan jenazah perusahaan yang menanggung.

“Alhamdulillah kami dengan perusahaan sudah ada surat perjanjian untuk pengurusan jenazah dikembalikan ke kampung halaman dengan biaya ditanggung oleh perusahaan semua dan kompensasi nanti akan dihitung kembali karena dia kan karyawan di perusahaan itu. Pada intinya kami tidak ada tuntutan kepada pihak perusahaan karena kami dari keluarga sudah melihat dan sudah membaca semua itu di berita tidak benar,” terangnya lagi.

Kata Shaldi, Kami pihak keluarga sudah ikhlas dengan kejadian ini karena kejadian ini sudah takdir dia dan perusahaan juga ikut bertanggung jawab atas kejadian ini karena dia tinggal di perusahaan itu.

Ayah Almarhum juga mengatakan jika keluarga sudah ikhlas tidak ada menuntut siapapun, pihaknya menyadari bahwa kejadian tersebut murni dilakukan anaknya sendiri, dan diluar jam kerja dari perusahaan.

“Kami semua keluarga sudah ikhlas, jadi jangan ada lagi pemberitaan yang miring dalam masalah ini. Kalau ada pihak keluarga yang tidak terima itu bukan pihak keluarga kami. Itu semua bohong, jangan dijadikan masalah, semua keluarga Ikhlas,” tutupnya. (*)

(Abdul Rahman)

Bidhumas Polda Kalbar Gelar “Ngopi Bareng” Bersama Awak Media, Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks

MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar — Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan kemitraan bertajuk “Ngopi Bareng” bersama awak media di salah satu warung kopi kawasan Jl. Paris II Pontianak, Rabu (17/9).

Acara ini dipimpin Kabidhumas Polda Kalbar yang diwakili oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar AKBP Prinanto, diikuti 35 jurnalis dari televisi nasional dan lokal, media cetak, radio, media online, hingga pegiat media sosial.

Forum ini dilakukan dengan tujuan mempererat sinergi antara Polri dan insan pers dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui pemberitaan yang faktual, aktual, dan terpercaya.

“Melalui forum santai seperti ini, kami berharap kolaborasi Polri dan media semakin kuat. Media memiliki peran strategis dalam menyajikan informasi yang akurat sehingga masyarakat tidak terpengaruh berita palsu,” ujar Prinanto.

Dalam pertemuan itu, Kabidhumas Polda Kalbar melalui Kasubbidpenmas juga menyampaikan sejumlah pointer penting terkait tantangan informasi di era digital. Salah satunya adalah maraknya hoaks yang menyasar remaja dengan ajakan melakukan perbuatan pidana, aksi unjuk rasa anarkis, hingga merusak fasilitas umum dan melawan aparat hukum.

“Kami mengajak rekan-rekan jurnalis ikut meluruskan berita yang tidak benar. Kecepatan informasi harus diimbangi dengan akurasi supaya tidak memicu keresahan,” imbuh Prinanto.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas Polri menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Barat.

“Sinergi antara Polri dan media merupakan kunci dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Dengan pemberitaan yang objektif dan mendidik, kita dapat mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Bidhumas Polda Kalbar berharap pertemuan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat komunikasi dan menjaga harmoni antara Polri dan media sehingga selaras dengan prinsip kerja Kapolda Kalbar Irjen pol Pipit Rismanto Sik,MH. sejak pertama kali menjabat yaitu ‘Responsif, partnership dan Solutif.”

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para jurnalis yang terus bekerja profesional memberikan informasi yang menyejukkan dan membangun optimisme publik.” tutup Bayu. (Hepni)

Polda Kalbar Tangkap Empat Penyusup Aksi Masa di Mapolda dan kantor DPRD Provinsi Kalbar, Bom Molotov dan Senjata Tajam Disita

MediaSuaraMabes, Pontianak Kabar _ Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat Gelar Konferensi Pers terkait penangkapan empat (4) orang yang berupaya menyusup dan melakukan provokasi dalam aksi Masa.

Keempat orang yang telah berhasil diidentifikasi dan diamankan sebagai Penyusup dalam Aksi Masa tersebut oleh Ditreskrimum Polda Kalbar terdiri dari tiga (3) anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan satu (1) orang dewasa.

Mereka kedapatan membawa bom molotov dan senjata tajam saat Aksi Masa yang berlangsung dari tanggal 25 Agustus hingga 5 September 2025.

Konferensi Pers dipimpin oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Raswin Bachtiar Sirait, S.H, S.I.K. M.Si didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar, AKBP Prinanto, dan Kasubdit Kamneg, Kompol Lely Suheri, S.H, M.M serta dihadiri oleh Para Awak Media baik Lokal maupun Media Nasional. (Rabu, 17/9/2025)

​Menurut Direskrimum Polda Kalbar, penangkapan ini merupakan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim gabungan Direskrimum dan Ditreskrimsus Polda Kalbar yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pengamanan aksi massa Polda Kalbar.

“Selama pengamanan Aksi Masa di Gedung DPRD Provinsi Kalbar dan Mapolda Kalbar, kami mengidentifikasi sekelompok orang diluar kelompok aksi yang tidak menggunakan jaket almamate. Mereka berupaya bergabung dan menyatu dengan kelompok massa, dan beberapa di antaranya bahkan masih di bawah umur,”

“Kami tidak akan mentolerir tindakan para Pelaku anarkis yang telah menyusup pada kegiatan Aksi Masa tersebut.” Tegas Raswin.

​Selain itu juga dirincikan tiga Laporan Polisi (LP) yang menjadi dasar pengungkapan kasus ini.

“​Kasus Pertama, berdasarkan LP/A/25/VIII/2025/SPKT.DITRESKRIMUM/ POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal tanggal 30 Agustus 2025, tim Ditreskrimum Polda Kalbar menangkap seorang ABH berinisial AA (17 tahun 8 bulan) di trotoar depan Mapolda Kalbar. Ia kedapatan membawa empat bom molotov dan satu bungkus pertalite yang disembunyikan dalam tas.”

“AA dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 187 bis KUHP, tentang Tindak Pidana Tanpa Hak Menguasai, Mempunyai dalam miliknya, Menyimpan, Menyembunyikan, Mempergunakan sesuatu senjata api, Amunisi atau bahan peledak dan Membawa Barang Yang Mengandung Bahan Peledak Yang Membahayakan Harta dan Nyawa.”

“​Kasus Kedua, LP/A/27/IX/2025 / SPKT.DITRESKRIMUM / POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal 01 September 2025, dua ABH berinisial B (15 tahun) dan SY (16 tahun) ditangkap di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalbar.”

“Keduanya membawa satu bom molotov dan pertalite. Mereka dikenai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 187 bis KUHP, tentang Tindak Pidana Tanpa Hak Menguasai, Mempunyai dalam miliknya, Menyimpan, Menyembunyikan, Mempergunakan sesuatu senjata api, Amunisi atau bahan peledak dan Membawa Barang Yang Mengandung Bahan Peledak Yang Membahayakan Harta dan Nyawa.”

“​Kasus Ketiga, berdasarkan LP/A/26/VIII/2025/SPKT.DITRESKRIMUM/POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal 30 Agustus 2025, tim Satgas mengamankan satu orang dewasa berinisial RS (19 tahun) di depan Mapolda Kalbar.”

“RS kedapatan menyembunyikan sebilah senjata tajam jenis badik di pinggang belakangnya. Ia dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, tentang Tindak Pidana Menguasai, Memiliki, dan membawa senjata tajam tanpa hak.” Ungkap Raswin.

​Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar mengimbau Masyarakat untuk berhati-hati terhadap Provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengingatkan kepada seluruh elemen Masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah dan menciptakan aksi anarkis yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas,” ujar Bayu.

​Aksi Masa untuk menyampaikan pendapat dimuka umum adalah hak setiap warga negara yang wajib kita dukung dan kita kawal, namun harus dilakukan secara damai dan tertib sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Kepolisian akan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengamankan setiap aksi. Namun, kami tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan anarkis yang berpotensi membahayakan keselamatan publik,” tegas Bayu.

Pihak Kepolisian juga mengimbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi kegiatan anak-anak mereka.

“Keempat pelaku kini telah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kalbar untuk menjalani proses Hukum lebih lanjut.”

“Kami menghimbau agar para orang tua lebih aktif mengawasi kegiatan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan Pidana.” Pungkas Bayu.(Hepni)

SPKT Polresta Pontianak Berikan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pontianak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari sikap humanis petugas SPKT dalam melayani warga yang sedang membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) maupun menyampaikan laporan pengaduan di ruang pelayanan SPKT Polresta Pontianak.

Masyarakat yang datang tidak hanya mendapatkan pelayanan cepat dan tepat, tetapi juga disambut dengan ramah serta diberikan arahan yang jelas oleh petugas. Suasana pelayanan yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya Polresta Pontianak.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, S.I.K.,S.H, M.H., melalui Kepala SPKT Polresta Pontianak, AKP Syarifudin, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan pelayanan prima yang mudah diakses masyarakat.

“Pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama kami. Dengan pelayanan humanis, masyarakat bisa merasa lebih dekat dan percaya kepada Polri. Kami ingin memastikan setiap warga yang datang ke Polresta Pontianak merasa nyaman dan terbantu,” ujar AKP Syarifudin.

Polresta Pontianak akan terus meningkatkan kualitas pelayanan di semua lini, sejalan dengan program Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.(Hepni)

Proyek Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kota Sabang Diduga Keras Bermasalah

MediaSuaraMabes, Sabang – Kaperwil Media Suara Mabes Provinsi Aceh, Hanafiah, mengungkapkan kekhawatiran terkait proyek Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kota Sabang” diduga keras bermasalah. Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diduga bermain dengan perusahaan tertentu dalam pelaksanaan proyek ini, yang menggunakan dana hibah dari Jepang.

*Poin-poin penting:*atas kecurangan dari perusahaan Yang di titip oleh Pihak kementrian perikanan dan kehutanan pusat.

Memang tidak ada kejelasan sikit pun dari pihak kementerian perikanan dan kelautan.

Setiap pihak pihak yang dirugikan oleh perusahaan tersebut.. mengadu.untuk kepada kementerian dan perusahaan tersebut yang Bisa Mereka jawab sabar kami akan turun kelapangan untuk segera menyelesaikan masalah ini ” ini kata² dari pihak kementrian dan koroninya. Memang tak jelas mereka kata Hanafiah.

Sudah cukup lama masalah ini belum selesai selesai sampai saat ini ” pihak pemasuk batu gajah.. dalam Minggu ini akan membongkar kembali apabila pihak perusahaan tidak membayar.

(1). Batu gajah tidak dibayar Oleh perusahaan tersebut Sampai hari ini Matrial batu gajah belum di lunasin oleh pihak Perusahaan.

– Proyek SKPT di Kota Sabang menggunakan dana hibah dari Jepang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
– Hanafiah menilai bahwa pelaksanaan proyek ini justru berpotensi menghancurkan masyarakat, bukan mensejahterakan mereka.
– Hanafiah menduga ada permainan antara KKP dan perusahaan titipan nya.dalam proyek ini, yang menggunakan dana hibah sebesar Rp75 miliar.

Harapan Hanafiah:

– Hanafiah berharap agar KKP transparan dan akuntabel dalam penggunaan dana hibah tersebut.
– Ia juga meminta agar proyek ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat setempat dan tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Kunjungi SMKN 2 Pangkalpinang, Kapolda Babel Ajak Siswa Bijak Bermedia Sosial

MediaSuaraMabes, Babel – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo melakukan kunjungan ke SMK Negeri 2 Kota Pangkalpinang, Rabu (17/09/2025) pagi.

Tampak, Kapolda turut didampingi Dir Binmas Kombes Pol Ridwan Rajadewa dan dan Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah serta Wakapolresta Pangkalpinang.

Pada kesempatan itu, Hendro turut menyampaikan pesan kepada para siswa termasuk bercerita mengenang saat menjadi siswa dan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) hingga saat ini menjadi Kapolda Bangka Belitung.

“Sebagai Kapolda, saya ingin menyampaikan pesan kamtibmas yang menjadi kewajiban kita, terutama terkait perkembangan teknologi saat ini. Mengingat, banyak sumber informasi yang masuk dari mana saja yang bisa berisi apa saja,”jelas Hendro didepan para siswa dan guru.

Selain itu, Hendro pun turut mengajak para siswa untuk bijak bermedia sosial. Termasuk pintar memfilter informasi yang beredar dan tidak mudah percaya atau terjebak informasi yang bisa merugikan diri sendiri ataupun orang disekitarnya.

“Melalui handphone, mari kita ambil hal-hal yang positif saja, harus ada pengawasan jati diri kita sendiri, ada save kontrol itu yang bisa memfilter dari pada kemajuan-kemajuan teknologi yang boleh kita ambil sisi positifnya,”ujarnya.

Tak hanya itu, Kapolda juga mengingatkan kembali akan bahaya geng motor hingga narkotika. Menurutnya, hal tersebut bisa merusak mimpi dan cita-cita.

“Geng motor ini bisa menimbulkan kejahatan, kerusuhan, penjarahan. Biasanya yang menjadi korban adalah anak-anak SMA ataupun sederajat, perguruan tinggi atau SMP. Berkat strategi yang dilakukan oleh Polda Babel, didukung guru, adik-adik semua sehingga saat ini di Pangkalpinang, di Provinsi Bangka Belitung zero geng motor,”ungkapnya.

“Kita lihat dibeberapa media televisi ada tawuran dimana-mana namun di Bangka Belitung kita bisa meminimalisir sekecil mungkin. Jadi kita harus bijak bermedsos, apa yang saya sampaikan tadi, geng motor, tawuran, minuman keras, dan bahaya narkoba, sekali mencoba ketagihan seumur hidup. Merusak kegiatan, mental, fisik dan masa depan,”sambungnya.

Terakhir, Jenderal Bintang Dua Polri ini juga mengapresiasi para siswa SMKN 2 Kota Pangkalpinang yang tidak pernah terlibat dalam aksi tawuran yang pernah terjadi.

“Dari data statistik di Polda Babel tidak ada satupun dari SMKN 2 Pangkalpinang. Luar biasa, kita harus pertahankan dan terus ditingkatkan. Saya berikan apresiasi, dan sekalian aplus yang meriah untuk adik-adik SMKN 2,”ucapnya.

“Harapan kita, apa yang diperoleh di pertahanan terus untuk menyongsong masa depan, bentengi diri dengan akhlak, dengan moral dengan agama, laksanakan kewajiban-kewajiban sebagai orang yang beragam,”pungkasnya.

Usai memberikan arahan, Kapolda Bangka Belitung langsung mendatangi barisan para siswa untuk menyapa sekaligus berfoto bersama.(edi Babel74).

Kapolres Beltim Pimpin Apel Pagi Di SMK N 1 Manggar, Ajak Pelajar Jauhi Geng Motor

MediaSuaraMabes, Babel – Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. memimpin langsung apel pagi di SMKN 1 Manggar, Rabu(17/09/2025) pagi.

Dalam amanatnya Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. menyampaikan pesan penting kepada para siswa untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.

Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. menekankan bahaya dari perilaku negatif seperti geng motor, mengonsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, tawuran, bullying serta penyalahgunaan media sosial. Beliau menegaskan bahwa perilaku-perilaku tersebut dapat merusak masa depan generasi muda yang merupakan aset bangsa yang harus dijaga.

“Gunakanlah masa remaja kalian untuk hal-hal yang positif,” ujar Kapolres. “Fokuslah pada belajar, raih cita-cita setinggi-tingginya, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta daerah kalian.

Diakhir amanatnya Kapolres menyampaikan ucapan terimkasih kepada siswa-siswi SMK N 1 Manggar karena tidak terlibat dalam kenakalan remaja. “Diakhir amanat ini saya selaku Kapolres mengucapkan terimakasih kepada para siswa-siswi SMK N 1 Manggar karena daerah kita ini tidak ditemukan adanya aktifitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Harapannya kita bersama-sama menjaga kamtibmas yang sudah kondusif ini.

Kegiatan apel pagi ini juga menjadi momen silaturahmi antara jajaran Polres Belitung Timur dengan pihak sekolah dan seluruh siswa. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga para pelajar dapat belajar dengan tenang dan meraih prestasi.(edi Babel74).

Kapolda Babel Resmikan SPPG Polri Pertama Di Pangkalpinang, Siap Layani Ribuan Siswa

MediaSuaraMabes, Babel – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo meresmikan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG ini siap melayani ribuan siswa di Kota Pangkalpinang.

Gedung SPPG yang resmi beroperasi itu berada di Jalan Batin Tikal Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang.

Didampingi Wakapolda Brigjen Tony Harsono dan PJU Polda Babel, Kapolda meresmikan SPPG tersebut. Tampak Forkopimda Pemprov Babel dan Kota turut hadir.

Peresmian diawali dengan pemotongan pita Ketua Bhayangkari Babel Ny Novi Hendro Pandowo dan Sekda Babel Fery Afriyanto. Dilanjutkan dengan peninjauan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hari ini kita meresmikan operasional MBG di Taman Sari. Polda Bangka Belitung membangun 7 SPPG, di Merawang, Sungailiat, Sungai Selan, Tanjungpandan ada 2, kemudian di Manggar dan ini di Taman Sari,”kata Hendro usai peresmian, Selasa (16/9/2025).

SPPG Taman Sari, kata Hendro, akan melayani lima sekolah di wilayah Kota Pangkalpinang, dari sekolah TK hingga SMK. Berdirinya SPPG ini, lanjutnya telah menyerap 40 tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

“MBG yang hari ini kita resmikan operasionalnya akan melayani 5 sekolah yakni TK Adiaksa, TK Bhayangkari, SD dan SMP Muhammadiyah serta SMK 2 Negeri Pangkalpinang,”jelasnya.

“Tadi kita cek di dalam SPPG-nya, representatif, higienis dan bersih. Ada beberapa ruangan, dari dapur, tempat cuci, packing hingga menyajikan makanan. Saya harapkan bisa tetap bertahan proses mekanismenya, kebersihannya tidak hanya saat ini saja saat kita kunjungi,”sambungnya.

Hendro mengungkapkan saat ini pembangunan gedung SPPG lainnya di Bangka Belitung masih terus dikebut. Kata dia, proses pembangunan sudah mencapai 60 persen.

“Ini yang pertama kali di bangun, SPPG lainnya itu rata-rata sudah 50-60% pembangunannya, untuk target 2 minggu lagi sudah selesai,” katanya.

Selain meresmikan SPPG Polri, Kapolda dan rombongan turut memantau langsung pendistribusian MBG ini di TK Bhayangkari Kota Pangkalpinang. (edi Babel74).

Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-70, Satlantas Polres Beltim Gelar Bakti Sosial

MediaSuaraMabes, Babel – Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Belitung Timur melaksanakan kegiatan anjangsana dan bakti sosial pada Senin (15/9/2025). Kegiatan ini menyasar empat desa di Kecamatan Manggar, yaitu Desa Selingsing, Desa Padang, Desa Lalang, dan Desa Kurnia Jaya.

Kegiatan ini Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Belitung Timur, AKP Laury Tessalonica Lawdia, S.Tr.K., S.I.K., dan personel Sat Lantas yang turut hadir antara lain Ipda Yuda selaku KBO Sat Lantas dan Aiptu Dobby Susandra selaku Kanit Kamsel Sat Lantas, serta sejumlah personel lainnya.

Kasat Lantas Polres Belitung Timur AKP Laury Tessalonica Lawdia, S.Tr.K., S.I.K., seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan menunjukkan kepedulian personel Sat lantas kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.” Ujarnya

AKP Laury berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan warga.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa personel Satlantas Polres Belitung Timur peduli dan siap melayani,” ujar AKP Laury.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat, yang merasa terbantu dan mengapresiasi perhatian dari jajaran kepolisian. Hal ini menegaskan kembali peran Satlantas tidak hanya sebatas penegakan hukum lalu lintas, tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. (edi Babel74).

Diduga Intimidasi Siswa Kelas 1, Oknum Guru SD di Jatiasih Dikecam Orang Tua

MediaSuaraMabes, Kota Bekasi – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang siswa kelas 1 di SDN X Jatiasih, Kota Bekasi, dilaporkan mengalami trauma psikis setelah diduga diintimidasi oleh oknum guru mata pelajaran Bahasa Sunda berinisial Y.

Insiden ini mencuat setelah orang tua siswa mendapati anaknya pulang sekolah dalam kondisi menangis dan ketakutan pada Senin, 15 September 2025. Sang anak, yang masih duduk di bangku kelas 1 SD, mengaku merasa ditekan secara emosional karena tidak memahami pelajaran yang disampaikan.

“Anak kami menangis ketika dijemput. Setelah ditanya, ia bilang tidak mengerti pelajaran Bahasa Sunda, lalu mendapat perlakuan yang membuatnya takut,” ujar orang tua korban yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Masalah tak berhenti di situ. Ketika ibu siswa mencoba klarifikasi langsung ke kelas, guru Y diduga menyebut sang anak belum bisa membaca, meski kemudian meralat ucapannya setelah orang tua menegaskan bahwa sang anak sudah bisa membaca namun belum memahami Bahasa Sunda — hal yang wajar mengingat latar belakang keluarga berasal dari luar Jawa.

Yang mengejutkan, ketika orang tua menyampaikan bahwa belum menerima buku paket Bahasa Sunda, guru justru melempar tanggung jawab dengan menyatakan bahwa orang tua harus berusaha sendiri.

“Kami tidak paham Bahasa Sunda, tapi guru hanya bilang ‘ya sudah’ lalu kembali ke mejanya. Anak kami dibiarkan menangis di kelas tanpa pendampingan,” lanjut orang tua tersebut.

Lebih lanjut, sejumlah orang tua murid lain juga mengeluhkan sikap otoriter guru Y. Beberapa larangan dinilai tidak masuk akal, seperti larangan minum air kecuali satu botol dihabiskan sekaligus dan tidak memperbolehkan ke toilet selama pelajaran.

“Ada murid yang sampai takut masuk sekolah setiap Senin karena ketemu guru ini,” ungkap salah satu orang tua.

Situasi ini telah berdampak serius terhadap kondisi mental siswa. Anak mulai menunjukkan tanda-tanda ketakutan, kehilangan semangat belajar, dan penolakan terhadap sekolah.

“Saya takut anak saya jadi trauma jangka panjang. Anak saya masih kecil, baru kelas 1, tidak seharusnya diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Pihak orang tua kini mendesak Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk turun tangan melakukan evaluasi terhadap perilaku guru bersangkutan. Mereka juga meminta agar pendekatan pendidikan usia dini dikembalikan pada prinsip kesabaran, empati, dan pembinaan karakter.

Kepala Sekolah: Akan Ditindaklanjuti

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN Jatiasih X, Saidah, menyampaikan apresiasi atas laporan yang masuk dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika mengajar tersebut.

“Saya berterima kasih atas aduan dari orang tua. Kami akan mengevaluasi guru yang bersangkutan,” ujarnya.

Saidah juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mentolerir tindakan yang merugikan siswa, terutama yang berdampak pada kesehatan mental dan psikologis anak.

🔍 Catatan Redaksi:

Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa pendekatan pendidikan di tingkat dasar harus berpihak pada perlindungan psikologis anak, bukan sekadar transfer ilmu. Di usia dini, empati lebih penting daripada ekspektasi akademik. Dinas Pendidikan perlu turun tangan, tidak hanya menyelesaikan kasus, tetapi juga memperbaiki sistem pembinaan guru.

Add to cart