Aliansi Mahasiswa Berunjuk Rasa di Kantor DPRD, Polres Ketapang Berikan Pengamanan Humanis

MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Aliansi gabungan mahasiswa dari HMI, PMII, BEM Politeknik Ketapang, BEM Al Haudl, BEM STKIP, dan BEM AMKI Ketapang turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai aspirasi terkait kebijakan DPR, Pemerintahan pusat maupun daerah. Aksi yang digelar di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang tersebut berlangsung pada senin (01/09/2025) Pukul 14.00 Wib. Jalannya aksi unjuk rasa dikawal ketat oleh jajaran Polres Ketapang dengan memberikan pengamanan secara humanis untuk menjaga kelancaran jalannya unjuk rasa sebagai hak berpendapat warga negara.

Ratusan mahasiswa berkumpul sejak pagi hari dengan spanduk berisi seruan reformasi DPR RI, mengkritik kebijakan kenaikan tunjangan DPR, transparansi anggaran, serta peningkatan kualitas layanan publik. Mahasiswa juga menuntut adanya evaluasi dan audit independen terhadap kinerja pemerintahan baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah yang dinilai tidak transparan.

Anggota Polres Ketapang yang terlibat dalam pengamanan tidak dibekali senjata api. Para personel Polwan berupaya menyampaikan himbauan secara humanis kepada mahasiswa agar menyampaikan aspirasi sesuai aturan dan kegiatan unjuk rasa agar tidak mengganggu ketertiban umum.

Kepala Kepolisian Resort Ketapang, AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Ops AKP Chandra Wirawan, S.H., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan pendekatan komunikatif guna meredakan tensi dan memastikan hak berkumpul serta menyampaikan pendapat dilindungi oleh undang-undang. “ Kami siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, namun juga memastikan hak mengemukakan pendapat di muka umum berjalan damai,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Salah satu mahasiswa, Rini Andayani, menyampaikan bahwa unjuk rasa ini adalah bentuk wujud partisipasi warga negara dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak dengan rakyak kecil. Selain itu mahasiswa juga menuntut keadilan atas meninggalnya salah satu karyawan Ojol akibat tertabrak mobil rantis Brimob “ Kami menuntut transparansi penanganan kasus kematian sdr Affan akibat tindakan represif apparat. Kami juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan menaikan tunjangan DPR yang tidak sesuai dengan keadaan sekarang dimana rakyat kecil masih kesusahan ” ujarnya.

Ketua DPRD Ketapang Achmad Soleh, S.T., M.Sos, menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan aksi unjuk rasa yang tertib dan tanpa insiden. Pihaknya berjanji akan menampung aspirasi para pengunjuk rasa pada hari ini dan segera menindaklanjuti kejenjang yang lebih tinggi. “ Kami menghargai suara mahasiswa sebagai bagian dari demokrasi. DPRD akan menindaklanjuti aspirasi ini melalui forum konsultasi publik dan komisi terkait untuk menghasilkan rekomendasi yang konkret,” Pungkasnya.

(A’ang Sanjaya/Red)

Bidang Profesi dan Pengamanan Polda DIY Lakukan Penyelidikan Terkait Kasus Meninggalnya Mahasiswa Amikom

MediaSuaraMabes, Yogyakarta – Bidpropam Polda DIY terus melakukan langkah-langkah penyelidikan internal terkait kasus meninggalnya Rheza Sendy, mahasiswa Amikom Yogyakarta yang terlibat dalam kerusuhan di depan Mapolda DIY pada Minggu (31/8/2025).

Sejak hari Senin (1/9/2025), Propam Polda DIY telah meminta keterangan 8 (delapan) orang saksi serta mengumpulkan informasi guna mengungkap duduk perkara peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa Polda DIY berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara profesional dan prosedural.

Hari ini Selasa (2/9/2025) Bidpropam Polda DIY juga meminta keterangan 2 orang saksi, sehingga total saksi yang sudah dimintai keterangan sebanyak 10 orang.

“Total 10 saksi telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses pendalaman terhadap peristiwa yang terjadi pada Minggu lalu,” ungkapnya.

Kombes Pol Ihsan menambahkan bahwa proses penyelidikan masih akan terus berlanjut dan akan kami sampaikan update perkembangannya sebagai bentuk transparansi kami dalam proses penanganan kasus ini.

“Propam Polda DIY masih terus melakukan pendalaman dan akan memanggil saksi-saksi lain yang diperlukan,” jelas Kombes Pol Ihsan.

Jaga Kondusivitas Wilayah DIY, Polda DIY Gandeng TNI dan Satpol PP Gelar Patroli Gabungan

MediaSuaraMabes, Yogyakarta – Polda DIY bersama jajaran Polres/Polresta kini mengintensifkan patroli keamanan wilayah. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng personel TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam sebuah patroli gabungan, (Selasa, 2 September 2025).

Kegiatan ini merupakan respons proaktif untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas keamanan di wilayah DIY yang difokuskan pada wilayah dan objek-objek vital yang dinilai rawan.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyebutkan hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini adanya potensi peningkatan kriminalitas di beberapa lokasi.

“Patroli skala besar dengan menggandeng TNI dan Satpol PP ini merupakan respons kami terhadap situasi terkini, di mana kami ingin mencegah adanya kriminalitas,” ujarnya.

Kombes Pol Ihsan menambahkan, kehadiran aparat gabungan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan mencegah potensi tindak kriminalitas. Sasaran patroli mencakup fasilitas umum, pusat perekonomian, hingga kawasan yang sering menjadi target aksi kejahatan.

“Kami hadir di lapangan. Kami ada di tengah-tengah masyarakat dan kami siap memberikan perlindungan serta rasa aman,” tegas Kombes Ihsan.

Sinergi antara Polri, TNI, dan Satpol PP diharapkan dapat menciptakan efek gentar bagi para pelaku kejahatan dan memastikan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Tidak hanya itu, Kabidhumas menambahkan bahwa peran serta dari masyarakat juga sangat krusial dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif ini.

“Mari bersama kita jaga keistimewaan Jogja yang aman dan damai ini, apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan dapat laporkan kepada kami, karena Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kombes Ihsan.

Kapolda Babel Berbaur Dan Sapa Masyarakat Pangkalpinang Di Karnaval HUT Ke 80 RI

MediaSuaraMabes, Babel – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol.Hendro Pandowo mendadak mendatangi dan menyaksikan karnaval HUT ke 80 Republik Indonesia di Kota Pangkalpinang, Selasa (02/09/2025).

Didampingi beberapa Pejabat Utama, Irjen Pol Hendro berjalan menerobos kerumunan seraya menyapa masyarakat yang hadir. Dirinya juga terlihat melayani beberapa masyarakat yang ingin berswafoto.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga turut diundang menuju ke panggung kehormatan. Disana, ia memberikan penghormatan kepada seluruh peserta parade karnaval yang diselenggarakan Pemprov Babel.

“Saya lihat karnaval ini luar biasa, semangat masyarakat pun luar bisa memeriahkan karnaval dalam rangka HUT ke 80 RI,”kata Hendro disela-sela menyaksikan karnaval.

Hendro berharap kegiatan karnaval seperti ini dapat menumbuhkan perekonomian di Bangka Belitung semakin baik.

Tak lupa, Mantan Sahli Sosbud Kapolri juga meminta masyarakat untuk dapat menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif di Bangka Belitung.

“Semoga masyarakat tetap menjaga keamanan, menjaga ketertiban. Jajaran Polda Bangka Belitung tentunya siap mengawal dan mengamankan,”imbaunya.

Selain itu, Hendro juga mengungkapkan alasan dirinya bersama dengan Pejabat Utama Polda hadir dalam semarak perayaan karnaval HUT ke 80 RI ini.

“Siang hari saya sempatkan untuk datang karena saya ingin juga menghargai perjuangan peserta karnaval yang luar biasa. Sudah latihan, menyiapkan kostum sehingga dengan kehadiran kita semoga semakin semangat,”ungkapnya.

Sementara itu, dari pantauan dilokasi, Jenderal Bintang Dua Polri ini juga tampak menyempatkan turun langsung dari panggung kehormatan untuk memberikan semangat kepada para peserta parade karnaval.

Dirinya terihat berbaur dan tak canggung mencoba beberapa peralatan atau atribut yang dimainkan oleh para peserta parade karnaval tersebut. (edi Babel74).

Mengenang Pasukan Harimau Kampar, Serang Markas Tentara Belanda hingga Perundingan Komisi Tiga Negara di Kuok (Masa Agresi II Tahun 1949)

MediaSuaraMabes, Pekanbaru – Tolak Pengusulan Bintang Gerilya, JAS MERAH, Bapak Bangsa Indonesia Ir. SOEKARNO. Presiden RI Pertama, berpesan kalau ingin jadi Bangsa Yang Besar, jangan sekali-kali lupakan Jasa Mereka (pejuang). Masih terkenangkah kita Dua negeri Kecil yang bernama Pulau Gadang dan KUOK….???

Saat tombol di tekan, tanda dimulainya penggenangan waduk PLTA Kota Panjang oleh gubernur Sumatera Barat dan gubernur Riau, proses hilangnya Pulau Gadang sebagai kota perjuangan mulailah sudah. Pulau Gadang, desa dengan penduduk 592 Kepala Keluarga, kembali – untuk yang terakhir kalinya- membuktikan kesetiannya dan kecintaannya kepada NKRI, bahwa suatu perjuangan senantiasa memerlukan bukti pengorbanan.

Harulah hati para pejuang karena terkenang masa lampau dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indoensia yang penuh dengan pengorbanaan baik harta bahkan jiwa raga, di samping itu terlihat pula goresan kesedihan di raut muka para pejuang yang masih hidup. Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di pikiran para pejuang, sejauh mana…., KEPEDULIAN generasi penerus akan hal ini?

Tersentuhkah hati kita membiarkan bukti sejarah turut pula hilang bersama tenggelamnya Pulau Gadang. Masihkah kita kenang dan ingat dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan RI yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, tepatnya pada Agresi II Tentara Belanda ke daerah Keresidenan Riau 73 tahun yang lalu, pada hari Natal Tahun 1948, tentara Belanda mulai menyerang Kota Pekanbaru dan sekitarnya dengan mengerahkan 3 buah kapal terbang.

Akibat dari serangan ini maka rombongan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang datang dari Halaban PRESIDEN DARURAT RI, Mr Syarifuddin Prawiranegara, Mr T M Hasan dan lain-lain) pada tanggal 28 Desember 1948, terpaksa membatalkan rencana kepergiannya ke Pekanbaru dan membelokkan tujuannya ke Teratak Buluh, Sungai Pagar dan ke Talukkuantan.

Begitu pula dengan pasukan TNI/AD dan Mob-Brig mengundurkan diri melalui rute Simpangtiga, Teratak Buluh, Lipat Kain, Pulau Gadang, Muara Mahat dan terakhir sampai di Batu Bersurat. Sedangkan Pemerintahan sipil dan anggota Keresidenan Riau mengundurkan diri ke Pantai Cermin (Tapung Kiri).

Guna melanjutkan perjuangan (Perang Gerilya) melawan tentara Belanda, di Keresidenan Riau telah ditunjuk Mayor Akil Prawiradirja sebagai Komandan. Selanjutnya telah dibentuk 4 Pasukan (mobile trove) tediri, Pasukan I dengan Komandan Kapten Arifin Ahmad membawahi daerah Pekanbaru, Sungai Apit dan Siak.

Pasukan II, dengan Komandan Inspektur Polisi TKI Humala Silalahi membawahi daerah Bangkinang kuok, Muara Mahat. Pasukan III dengan Komandan Kapten Iskandar Martawijaya membawahi Bengkalis dan daerah pantai timur Pulau Sumatera.

Pasukan IV, dengan komandannnya Kapten Marah Halim membawahi Rengat, Taluk Kuantan dan Tembilahan. Sebelum bulan Maret tahun 1949 Pasukan II (Mobile Trove II) telah berhasil menyusun formasi sebagai berikut:

Pimpinan pasukan, Inspektur Polisi TK I Humala Silalahi (Mob-brig), dengan Wakil Pimpinan pasukan adalah Inspektur Polisi TK II Toegimin (Polisi Umum) dengan Komandan Peleton terdiri dari Pembantu Inspektur Polisi TK II Amir Hoesin Attan (Mob-brig), Pembantu Inspektur Polisi TK II Saidi (Mob-brig) dan dari Angkatan Darat Lettu Abdul Muis).

Sedangkan dari pejuang-pejuang lainnya adalah Komandan Pangkalan Gerilya (KPG) Batu Bersurat Dt Bandarao Sati dan Wali Perang Moh Saleh, Markas Gerilya Pasukan II untuk pertama kalinya dipilih diatas terowongan Rantau Berangin yang saat itu, merupakan hutan lebat.

Selanjutnya dibahas bersama dengan mempertimbangkan aspek strategis Markas Gerilya Pasukan II dipindahkan ke Pulau Gadang, yaitu di Kampung Masjid yang terletak di seberang Sungai Batang Kampar Kanan. Secara sukarela rakyat Pulau Gadang menyerahkan rumah mereka.

Markas Komando dipakai rumah Wana, rumah Tunin sebagai dapur umum, rumah Kayo sebagai Dt Pasih, Saoyah Nurdin, Sayang, Tamanin, Mandau Mila, Bahar dan rumah Madamai digunakan untuk keperluan menunjang pasukan II).

Penyerangan Markas Belanda di Kota Bangkinang. Pada 9 Maret 1949, Pasukan II sesuai rencana bergerak meninggalkan Pulau Gadang untuk melakukan serangan ke Kota Bangkinang dngan strategi sebagai berikut:

Peleton I, dipimpin oleh Lettu Abdul Muis (Keua LVRI Kabupaten Kampar) dan Amin Ruskan bersama pejuang-pejuang yang dipimpin oleh KPG. Abdul Latief Dt Bandaro Sati, Wali Perang Moh Saleh, menyerang dari arah seberan jalan raya Bangkinang.

Peleton II dan III, dipimpin oleh PIP TK II Amir Hoesin Attan dan PIP TK II Saidi, menyerang dari arah Kampung Gadang (Sebuah Desa terletak di seberang Sungai Kampar sebelah kanan Bangkinang) sampai ke tempat tujuan. KPG H Moh. Amin (Perintis Kemerdekaan) dan Arifin Ruslan dari Kuok (mantan Ketua DPRDGR kabupaten Kampar) menyerang dari arah Air Tiris.

Atas Keberhasilan Pasukan II dalam merebut Kota Bangkinang yang merupakan bentuk perwujudan kemanunggalan ABRI dengan rakyat, maka Pasukan II ini Mendapat julukan Heroik yakni “Pasukan HARIMAU KAMPAR”.

Untuk mengenang peristiwa pertempuran dan penyerangan Kota Bangkinang semasa Agresi II Belanda di keresidenan Riau, maka atas prakarsa mantan Kapolda Riau Brigjen (Pol) GV Soedadi, Ketua DPRD Riau (Alm) Kolonel (Inf) H Masnoer, Sat Brimob Polda Riau dan dukungan dari Bapak Bupati Kampar serta mantan pejuang-pejuang Pasukan II, maka pada: Peringatan Hari Bhayangkara ke 39 Tahun 1985 (12 tahun yang lalu) telah mengadakan Napak Tilas Pasukan II yang diikuti kurang lebih 300 peserta, yang berasal dari unsur TNI AD, Batalyon 132 Bima Sakti, TNI AU Lanud Rosmin Nurjadin Pekanbaru, Brimob 5131, Menwa Polsus Kehutanan, Hansip, Korpri Kampar dan generasi muda yang diwakili Pramuka dan KNPI Riau.

Membuat Buku Sejarah Perjuangan Pasukan II, semasa Perang Kemerdekaan II/Agresi ke II (semasa Perang Gerilya tahun 1948/1949). Mengabadikan Nama Harimau Kampar sebagai Nama Lapangan tembak Satuan Brimob Polda Riau. KOMBES POL H. AMIR HOESIN ATTAN (almh), Kelahiran daerah Tembilahan Indragiri Tahun 1922, merupakan satu cermin dari sosok pribadi “POLISI PEJUANG”, dan “PEJUANG SEJATI”…..?

Memulai Tugasnya menjadi POLISI Umum Zaman Jepang bersama Brigjen Pol TOEGIMIN (almh) bertugas di Kantor Polisi Jepang dari Tahum 1942 – 1945 di Pekanbaru sekarang Kapolresta Pekanbaru.

Kemudian Bersama-sama Toegimin, Amir Hoesin Attan, Margo dan lain-lain yang simpati akan pengumuman Kemerdekaan Republik Indonesia, memberanikan diri untuk Hari Kedua di Pekanbaru, bertempat di Kantor Pilisi Jepang mengadakan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih.

Semasa awal Kemerdekaan, beliau satu angkatan dengan Mantan Gubernur Riau Arifin Ahmad, Brigjen Pol Toegimin, Kolonel Imron S, mantan Ketua Harian Angkatan 45 Riau, Kolonel TNI AD Masnoer, mantan Bupati Inhu dan Letkol Hasan Basri, mantan Komando Pangkalan Geriliya Riau.

Bapak Aripin Ahmad mantan Gubernur Riau, Komandan Pront Kuok, yang Tergabung kedalam Pasukan II HARIMAU KAMPAR, ini bukti kecintaannyake masyarakat an daerah Kuok, menyunting seorang Wanita Bernama Rohana, (adik dari KPG. Kuok Bapak Arifin Ruslan), Ketua Dapur Umum bersama Ibu RASHIDA pejuang Suami Istri ini meninggal keduanya di Kuala Tungkal Jambi.

Pribadi Seorang Pejuang SEJATI, ditunjukkan dengan Sikap yang Tulus dan Ihlas dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, Menolak BINTANG GERILYA.

Kejadian ini di ceritakan dan di saksikan serta ditanyakan oleh putranya yang bernama Abdi Amir, langsung Kepada Orang Tuanya saat menjabat DANRES Kepolisian 406 Tembilahan Inhil Riau, Dialognya:

Anak : Kenapa Formulir yg dikirim Teman Seperjuangannya Bernama Letkol TNI AD, (Purnw) HASAN BASRI, untuk Pengajuan BINTANG GERILYA di Buang….? Padahal pemberian Bintang Gerilya Penghargaan Negara yang Tertinggi bagi Pejuang yg Pernah berjuang dalam perang AGGRESI I DAN II Melawan Tentara Belanda……???

Ayah : Nak Ayah, Berjuang bukan untuk Dapatkan Bintang, Ayah tidak mau memohon dengan mengisi Formulir untuk mendapatkannya. Kalo Negara mau kasih, kasih saja jangan Pejuang Memohon.

Anak : Kenapa Ayah tidak mau urus Surat Kelakuan Baik dari Polisi, sebagai salah satu Syarat….??? , Karena Ayah Sekarang ditugaskan Negara sebagai Komandan POLISI KABUPATEN, masak Polisi Terangkan Polisi baik atau Tidak.

Yang Sangat berkesan dihati, dari seorang Ayah bahwa Seorang Pejuang Sejati, Polisi Pejuang berpesan bila Ayah Meninggal Makamkan AYAH, Tidak usah di Kuburkan di MAKAM PAHLAWAN, karena keluarga nanti susah untuk berziarah.

Upaya Mewujudkan Monumen JUANG HARIMAU KAMPAR. Sejak dari Tahun 1985 sampai Saat ini, Tahun 2022, Berbagai Upaya sudah Dirintis, antara lain : Zaman Gubernur H.M Rusli Zainal sudah dianggarkan pada APBD, melalui Biro Perlengkapan Setda Provinsi Riau Tahun 2013, dibatalkan oleh Penggantinya.

Mengupayakan Tanah Hibah untuk Pembangunan Monumen juang dari Wali Desa Empat Balai dan Ninik Mamak, Serah Terima Surat Tanah di Markas Dansat Brimob Polda Riau Pekanbaru yang dihadiri oleh Koordinator Pembangunan Ir. Abdi Haro MP, Ketua Masyarakat Kuok Pekanbaru Prof. Yusri Munaf, DR Nurhamin (Mantan Ketua KPU Riau) Tabrani, Mantan Camat Siak Hulu T. Arianto PPM, Ucok Renan dan Ihsan dari Putra Putri Purnawirawan Polri, Konsultasi dengan Karo Hukum Soal Desain dan luasan Tanah monumen.

Kunjungan Dansat Brimob ke Kantor Wali Desa Empat Balai di Kuok, didampingi oleh PLT. Sekda Kampar dan Anggota DPRD Kampar Bapak AGUS, dari Putra Putri POLRI. Riau.

Kita mengucapkan Terima Kasih Atas Aprisiasi dari Bapak Kapolda Riau, PEMDA Kampar dibawah Dukungan Bapak PJ. Bupati Kampar, DR H KAMSOL dan Dinas PUPR Kampar AFDAL ST, membuat Anggaran Perencanaan Gambar Monumen dan Biaya Penimbunan dan Pemadatan Tanah dalam ANGGARAN APBD KAMPAR Tahun 2023.

Merencanakan untuk melanjutkan dengan Pembangunan MONUMEN JUANG yang bernama “Harimau Kampar” dalam Penyerangan dan merebut Kota Bangkinang, guna mengenang jasa-jasa pengorbanan yang ihlas dari para pejuang dalam Mempertahankan Kemerdekaan dan Kedaulatan Negara Republik Indonesia. Yang kita cintai ini.

Serta mengenang Peristiwa Penting bersejarah Perundingan KOMISI TIGA NEGARA (KTN) yang dihadiri oleh utusan Amerika, Belgia, Australia dan Belanda serta Indonesia bertempat di Sekolah Dasar Rakyat Desa Empat Balai Kuok Bangkinang Riau, guna Menentukan Garis Batas Wikayah RI, dan persiapan pelaksanaan SERAH TERIMA dari Tentara Belanda ke Pemerintah Republik Indonesia, diwakili oleh Komandan Pasukan II, IP TK. I HUMALA SILALAHI.

Kota Bangkinang.
HARUSKAH SEJARAH EMAS, Tentang semangat PERJUANGAN Mempertahankan Kedaulatan RI dan PERUNDINGAN KOMISI TIGA NEGARA (KTN), Amerika, Belgia dan Australia dengan Pemerintsk RI, yang Diwakili oleh Mayor TNI AD, AF LANKEY, dan IP. TK I HUMALA SILALAHI dan didampingi Komandan Pront Kuok AMIR HOESIN ATTAN, di KUOK Hilang Dimakan Masa….???

Yogyakarta, 1 Agustus 2022
Penulis : Ir. Abdi. H. MP, Sekretaris I PD Garuda KPP – RI Riau

DPW PPP Bali Dukung Penuh Muktamar X dan Mendorong Mardiono sebagai Ketua Umum Baru

MediaSuaraMabes, Denpasar Bali – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Bali menyatakan komitmen penuh untuk mensukseskan penyelenggaraan Muktamar X PPP yang akan digelar di Jakarta pada 27–29 September 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) 2025 yang berlangsung di Denpasar, bertempat di WR. Wong Solo, Jalan Merdeka No. 18, Sumerta Klod, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali. Selasa (2/9/2025).

Dalam hasil rumusan Mukerwil yang ditandatangani oleh seluruh jajaran pimpinan DPW dan DPC se-Bali, partai berlambang Ka’bah ini menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif menjelang dan selama berlangsungnya muktamar, agar keputusan yang dihasilkan dapat membawa kemajuan bagi PPP di masa depan.

“Kami siap mendukung sepenuhnya kelancaran dan kesuksesan Muktamar X PPP. Kondisi internal partai harus stabil dan bersatu guna menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat eksistensi PPP di kancah politik nasional,” demikian disampaikan dalam dokumen hasil rumusan yang diterima, Selasa.

Dalam kesempatan tersebut, DPW PPP Bali secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Muhammad Mardiono untuk maju sebagai calon Ketua Umum DPP PPP periode 2025–2030. Alasannya, Mardiono dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni serta jaringan politik yang kuat untuk memperkuat posisi partai.

“Kami memohon kesediaan Bapak Muhammad Mardiono untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030, karena kami melihat beliau memiliki konektivitas yang baik serta kapasitas untuk memajukan Partai Persatuan Pembangunan,” tertulis dalam dokumen tersebut.

Dukungan ini diperkuat dengan pernyataan tegas dari seluruh DPC kabupaten/kota se-Bali yang hadir dalam Mukerwil, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng, Tabanan, hingga Karangasem. Mereka secara bulat menyatakan mendukung dan memilih Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP dengan aklamasi.

Selain isu internal partai, DPW PPP Bali juga menyampaikan dukungan terhadap program pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, khususnya dalam dua isu strategis pemberantasan korupsidan penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami mendukung secara keseluruhan program pemerintahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, terkhusus dalam pemberantasan korupsi dan ketahanan pangan,” ujar Syahirin, Ketua DPW PPP Bali.

Dukungan dari Bali ini dianggap sebagai bagian dari upaya konsolidasi nasional PPP menjelang muktamar penting yang akan menentukan arah baru partai selama lima tahun ke depan. Dengan mengusung semangat silaturahmi dan musyawarah, PPP Bali berharap muktamar dapat menghasilkan figur pemimpin yang mampu membawa partai kembali ke masa kejayaannya.

Muktamar X PPP di Jakarta nanti diprediksi akan menjadi ajang pertarungan pengaruh antar-faksi internal, namun dengan deklarasi dukungan dari wilayah Bali, posisi Muhammad Mardiono semakin kokoh sebagai salah satu kandidat kuat ketua umum baru.

humas PPP Bali
(red).

Himbauan Pimpinan Umum Di WhatsApp Group MSM Nasional

MediaSuaraMabes, Aceh – Himbauan dari Pimpinan Umum MSM melalui Group WhatsApp MSM Nasional Disampaikan kepada rekan rekan MSM dimanapun berada, melihat dengan seksama kejadian demi kejadian dalam beberapa Minggu ini, banyak demo demo terjadi sudah keluar dari tujuan awalnya yaitu menyampaikan aspirasi kekecewaan terhadap kebijakan anggaran DPR RI.

Media Suara Mabes (MSM) sebagai mitra TNI & POLRI merasa berempati atas kejadian pembakaran kantor polisi, pos polisi, mobil polisi dll.

MSM juga mengutuk keras atas tindakan anarkisme yang dilakukan oleh oknum pendemo, apapun alasannya tidak dibenarkan berbuat anarkis.

Negara ini negara hukum, segala sesuatu diputuskan berdasarkan hukum, kita kawal prosesnya.

Maka dari itu, dihimbau kepada rekan rekan jurnalis MSM dimanapun berada, agar memberikan support dan rasa empatinya untuk Mitra kita POLRI.

Silahkan kepada rekan rekan MSM dimanapun berada untuk berkunjung ke POLRI, sampaikan salam dari Pimpinan Umum dan Segenap Keluarga Besar MSM INDONESIA turut prihatin dan berempati atas peristiwa yang terjadi dibeberapa daerah saat ini.

Buat materi beritanya, ajak foto bersama. Kita viralkan ke semua penjuru dengan HasTag #POLISITIDAKSENDIRI #POLISIBERSAMAMSM

Terima kasih atas perhatiannya. Salam satu pena

(Hanafiah)

Arief Martha Rahadyan Serukan Persatuan dan Perdamaian di Tengah Kondisi Bangsa yang Memprihatinkan

MediaSuaraMabes, Bali – Di tengah situasi bangsa yang kian menghadapi berbagai tantangan, tokoh muda nasional Arief Martha Rahadyan menyampaikan keprihatinannya sekaligus menyerukan pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat perdamaian di seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Arief, kondisi bangsa yang sedang diuji dengan berbagai persoalan politik, sosial, dan ekonomi harus dijawab dengan sikap saling menguatkan, bukan memperlebar perpecahan.

Bangsa ini akan tetap berdiri kokoh jika kita mampu menjaga persatuan. Jangan biarkan perbedaan menjadi jurang pemisah, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tegas Arief Martha Rahadyan dalam keterangannya, Senin (1/9).

Ia menambahkan, perdamaian adalah pondasi utama untuk menciptakan stabilitas dan kemajuan. Tanpa adanya suasana damai, segala upaya pembangunan hanya akan berjalan setengah hati.

Arief juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari sikap intoleran dan provokasi yang dapat memicu konflik. Ia menekankan pentingnya mengedepankan dialog, musyawarah, serta semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Kita semua bertanggung jawab menjaga persaudaraan. Jangan sampai perselisihan kecil merusak ikatan kebangsaan kita yang telah dibangun dengan darah dan pengorbanan para pendahulu,” tambahnya.

Dengan kepeduliannya tersebut, Arief Martha Rahadyan berharap seluruh pihak dapat berkontribusi nyata untuk menjaga keharmonisan dan terus menghidupkan semangat persatuan di tengah berbagai dinamika bangsa,”tutupnya.

Lapas Perempuan Sigli Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan dan Kebaikan Negeri

MediaSuaraMabes, Sigli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Sigli hari ini menggelar doa bersama untuk kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia, Senin (01/09) diikuti seluruh petugas dan warga binaan. Doa bersama ini digelar sebagai wujud rasa cinta tanah air serta upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas IIB Sigli, Yuliana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa doa bersama ini dilaksanakan untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia. Yuliana juga mengajak seluruh warga binaan untuk selalu menjaga kerukunan antar sesama, setiap ada permasalahan untuk disampaikan kepada petugas agara dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik.
“Meskipun kita berada disini, memiliki ruang terbatas, tapi saya ingin menunjukkan bahwa di mana pun kita berada, rasa cinta dan kepedulian terhadap bangsa tidak pernah luntur. Melalui doa bersama ini, mari sama-sama kita bersatu memohon keselamatan, persatuan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Yuliana

Doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Muhammad Anis berlangsung dengan haru dan penuh khidmat menyelimuti. Seluruh pegawai dan warga binaan terlihat khusyuk mengikuti setiap rangkaian doa, mendoakan keselamatan bangsa dan kebaikan negeri. Doa dan cinta dari insan pemasyarakatan ini diharapkan mampu menjadi energi positif bagi terciptanya suasana aman dan damai didalam lapas, khususnya untuk seluruh Masyarakat Indonesia.

Presiden Kunjungi Polisi Korban Kerusuhan, Polri Janji Pulihkan Keamanan dan Tangkap Pelaku

MediaSuaraMabes, Jakarta – Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri menjenguk anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan aksi kerusuhan baru-baru ini. Kunjungan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., usai mendampingi Presiden pada Senin (25/8/2025).

Kapolri menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para korban serta keluarga mereka.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin menjadi korban pada saat terjadi aksi kerusuhan. Beliau menemui satu per satu keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan, Polri akan memberikan penghargaan terbaik kepada para prajurit yang telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

“Kami berkomitmen memberikan penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai arahan Presiden. Polri berkomitmen memulihkan keamanan, menjaga ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali normal.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolri.

Ia juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang menjadi aktor intelektual maupun yang membiayai aksi kerusuhan.

“Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolri menyebut sudah cukup banyak pelaku yang berhasil diamankan dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.

(TIM)

Add to cart