Tingkatkan Profesionalisme, Polres Singkawang Gelar Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum

MediaSuaraMabes, Singkawang – Polda Kalbar- Polres Singkawang Polda Kalbar menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) jajaran Polda Kalbar, Jumat (12/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Singkawang ini mengangkat tema “Profesionalisme Polri dalam Penanganan Tindak Pidana Menjelang Berlakunya KUHP Nasional”.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan Kapolres Singkawang, AKBP Dodi Yudianto Arruan, S.I.K., yang menyampaikan pentingnya pemahaman hukum bagi seluruh personel Polri dalam mendukung tugas sehari-hari. “Kegiatan ini menjadi bekal penting agar setiap anggota lebih profesional dan mampu menghadapi tantangan penegakan hukum di era KUHP Nasional,” ungkap Kapolres.

Hadir pula Kasubbidsunluhkum Polda Kalbar, AKBP Wisnubroto A, S.H., selaku Ketua Tim Sosialisasi Hukum, yang memberikan penekanan bahwa perubahan sistem hukum pidana harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan aparat penegak hukum. Dengan begitu, Polri dapat memberikan pelayanan hukum yang lebih baik dan mengedepankan asas keadilan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan dua materi utama. Pertama, tentang “Pembaruan Hukum Pidana” yang disampaikan oleh Pembina M. Pasaribu, S.H., dan kedua, tentang “Mekanisme Penyidikan Tindak Pidana dalam rangka Meminimalisir Praperadilan” yang dibawakan oleh AKBP Wisnubroto A, S.H. Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh peserta.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, serta personel Polres Singkawang dan Polsek jajaran. Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama dalam diskusi terkait penerapan KUHP baru dan upaya Polri untuk meningkatkan profesionalisme dalam penanganan perkara pidana.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Singkawang dan jajaran semakin siap dalam menghadapi perubahan sistem hukum nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Hepni)

Sumber : Humas Polres Singkawang.

Sejarah Singkat Pondok Pesantren di Indonesia, Oleh Aliyah Santriwati Ibnu Syam Cilegon

MediaSuaraMabes, Jakarta – Sejarah singkat pondok pesantren dimulai dari lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, berakar dari kebiasaan masyarakat Hindu yang mendirikan pusat pendidikan agama sebelum Islam datang. Pondok pesantren pertama diduga didirikan oleh Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim) pada abad ke-14 sebagai tempat belajar santri untuk penyebaran Islam. Sistemnya adalah mengasrama santri di bawah bimbingan kiai, yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan dan dakwah penting dalam sejarah Indonesia.

Awal Mula dan Sistem Pendidikan

Sistem Pendidikan Tradisional:
Pondok pesantren merupakan modifikasi dari model pendidikan agama Hindu yang sudah ada sebelumnya di Indonesia.

Masa Awal:
Sunan Gresik mendirikan pesantren sebagai tempat para santri yang ingin belajar agama kepadanya, setelah banyak masyarakat yang masuk Islam.

Konsep Kiai dan Santri:
Konsep ini mirip dengan guru dan murid, dengan para santri tinggal di asrama atau pondok.

Penyebaran dan Perkembangan

Pesantren Pertama di Jawa:
Pondok Pesantren Sunan Gresik diyakini sebagai pesantren pertama di Tanah Jawa.

Pusat Dakwah:
Seiring waktu, pesantren-pesantren lain didirikan di berbagai daerah oleh para wali dan tokoh agama untuk menyebarkan Islam.

Institusi Pendidikan dan Sosial:
Pesantren berkembang menjadi pusat pendidikan, keagamaan, dan sosial, yang memainkan peran penting dalam perkembangan kebudayaan dan pendidikan Islam di Indonesia.

Peran dalam Sejarah

Perjuangan Kemerdekaan:
Banyak tokoh nasional seperti KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) lahir dan dididik di pesantren, menunjukkan peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan.

Transformasi Modern:
Seiring zaman, pesantren juga berkembang menjadi lembaga pendidikan modern yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum.

Dalam sebuah pondok pesantren, terdapat seorang pemimpin yang disebut sebagai kiai. Di Sumatra Barat, kiai disebut dengan panggilan “buya”, sedangkan di Lombok mereka dipanggil dengan “tuan guru.”

Kegiatan pembelajaran dan kajian ditangani oleh kiai langsung dengan dibantu oleh asisten kiai yang disebut sebagai “badal kiai.” Selain itu, juga ada ustadz atau ustadzah yang membantu menanamkan disiplin, ketekunan, dan memupuk kapasitas intelektual para santri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Ilmu-ilmu khusus yang biasanya diajarkan dalam pondok pesantren antara lain:

1. Tauhid: teologi Islam
2. Fiqh: yurisprudensi Islam
3. Akhlaq: etika Islam
4. Nahw atau sharf: tata bahasa Arab
5. Tafsir: penjelasan Al-Qur’an
6. Hadits: tradisi kenabian
7. Ushul fiqh: system yurisprudensi Islam
8. Tilawah: seni baca Al-Qur’an
9. Tahfidz: menghafal Al-Qur’an
10. Hisab: astronomi
11. ‘Arudl: bagian dari sistem pengetahuan sastra Arab
12. Filsafat Islam

Sementara itu, murid yang belajar di sebuah pondok pesantren disebut dengan santri. Santri dibagi menjadi tiga macam:

Santri yang pertama adalah santri muqim atau santri yang belajar dan tinggal di dalam pondok pesantren.

Santri yang kedua adalah santri bukan muqim.
Mereka adalah santri yang tinggal di luar pondok pesantren namun tetap mengikuti kegiatan belajar di dalam pondok secara intensif.

Santri yang ketiga adalah santri musiman. Mereka adalah santri yang datang ke pondok pesantren di saat-saat tertentu. Contohnya selama bulan puasa.

Serial singkat pondok pesantren, semoga bermanfaat untuk para orang tua di zaman ini, semoga kita selalu Istiqomah dalam kebaikan.

(Meri Heriyanto)

Dirlantas Polda Babel Salurkan Bantuan Kursi Roda Ke Ibu Penderita Stroke Di Pangkalpinang

MediaSuaraMabes, Babel – Polda Bangka Belitung memberikan bantuan berupa kursi roda kepada seorang wanita paruh baya bernama Lusi (51). Lusi merupakan warga Kelurahan Kejaksaan Pangkalpinang yang mengalami sakit stroke.

Bantuan kursi roda ini diserahkan langsung oleh Dir Lantas Polda Babel Kombes Pol Pringadhi Supardjan didampingi Kasubbid Provos dan sejumlah perwira Dit Lantas Polda Babel.

“Kita melaksanakan bakti sosial kerumah Pak Ujang, karena beliau membutuhkan kursi roda untuk istrinya yang mengalami sakit stroke,”kata Pringadhi, Rabu (10/09/2025).

Pringadhi menyebutkan, bantuan kursi roda yang diberikan ini merupakan bantuan langsung dari Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo.

“Selesai solat Jumat minggu kemarin di Kacang Pedang, ada salah satu warga datang menemui kita, suami dari Ibu Lusi. Beliau bercerita bahwa istrinya sedang sakit stroke dan butuh kursi roda,”sebutnya.

“Jadi, sesuai arahan Pak Kapolda, kita bersama staf mendatangi rumah beliau untuk menyerahkan bantuan berupa kursi roda itu yang diterima langsung oleh Ibu Lusi dan Suaminya,”sambungnya.

Selain kursi roda, Perwira berpangkat melati tiga ini menuturkan pihaknya juga turut memberikan tali asih dan sembako kepada Ujang dan Istri.

Ia berharap bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban Pak Ujang dan Ibu Lusi.

“Apa yang sering disampaikan Pak Kapolda kepada kita bahwasanya kita harus memiliki rasa empati dan simpati kepada siapapun dan bermanfaat bagi siapapun. Tentunya, inilah tindakan nyatanya, hadir ditengah-tengah masyarakat, membantu masyarakat yang membutuhkan uluran bantuan kita,” pungkasnya. (edi Babel74).

Sat Binmas Polres Beltim Gelar Ngopi Bareng Ojek Online, Jalin Kemitraan Dengan Sinergi

MediaSuaraMabes, Babel – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Belitung Timur menggelar acara “ngopi bareng” dengan komunitas ojek online (ojol) Jastip Ceria di warung kopi Kulong Keroh, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu(09/09/2025)malam.

Acara ini merupakan wujud nyata dari upaya kepolisian untuk menjalin kemitraan dan sinergi dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan akrab ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Belitung Timur IPTU Arief Budiman, S.H. Turut hadir mendampingi KBO Sat Binmas serta sejumlah personel Sat Binmas lainnya. Dalam obrolan ringan tersebut, dibahas berbagai topik seputar kepolisian dan peran penting ojek online dalam kehidupan sehari-hari.

Kasat Binmas Polres Belitung Timur IPTU Arief Budiman, S.H. seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan aspirasi, serta memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi kepolisian. “Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan teman-teman ojek online. Mereka adalah mitra kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Para pengemudi ojek online Jastip Ceria menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa diapresiasi dan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pihak kepolisian. Diskusi pun mengalir dengan lancar, membahas berbagai hal, mulai dari tips keselamatan berkendara hingga peran aktif ojol dalam membantu kepolisian, misalnya dalam memberikan informasi terkait potensi gangguan keamanan.

Kegiatan ngopi bareng ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu meningkatkan kerja sama antara Polres Belitung Timur dan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojek online. Dengan terjalinnya sinergi yang kuat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Belitung Timur dapat terus terjaga dengan baik. (edi Babel74).

Baea Cukai dan Polres Inhil Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Rp4,5 Miliar

MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan — Bea Cukai Tembilahan dan Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika di perairan Pulau Burung, Indragiri Hilir, pada Rabu, 3 September 2025 dini hari. Penindakan ini merupakan hasil operasi gabungan yang berhasil mengamankan barang bukti sabu dan ekstasi dengan nilai total mencapai Rp4,5 miliar.

​Kepala Kantor Bea dan Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menjelaskan bahwa penindakan ini adalah bagian dari Operasi PATMA BERANI dan JARING SRIWIJAYA 2025. “Ini wujud nyata sinergi kami dalam memerangi peredaran narkotika,” ujar Setiawan.

​Penangkapan dilakukan setelah tim gabungan menghentikan kapal KLM Hendra Jaya 22 GT 138 yang berlayar dari Malaysia menuju Indragiri Hilir. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 3 bungkus sabu seberat ±3.002 gram dan 35 butir ekstasi. Barang bukti tersebut disembunyikan oleh dua awak kapal berinisial S (47) dan Z (37).

Setelah dilakukan pengembangan, tim juga berhasil menangkap penerima barang berinisial R di Kecamatan Keritang. Menurut Setiawan, barang bukti yang disita berpotensi menyelamatkan lebih dari 30.000 jiwa.

​Saat ini, seluruh barang bukti dan tersangka telah diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Inhil untuk diproses lebih lanjut. Setiawan menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan demi menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.

Dum 0793

Kajati Sumbar Kunjungi Solok Selatan, Kapolres: Bukti Sinergitas Polri dan Kejaksaan

MediaSuaraMabes, Solsel Sumbar – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana menilai kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kajati Sumbar), Yuni Daru Winarsih ke Kabupaten Solok Selatan menjadi bukti nyata terjalinnya sinergitas antara aparat penegak hukum hingga ke tingkat daerah.

Kedatangan beliau (Kajati.red) ke Solok Selatan tentunya menjadi tanda sinergitas antara Polri dan Kejaksaan yang terlaksana hingga tingkat kabupaten,” ujar AKBP Faisal, Rabu, (10/9).

Ia berharap, hubungan baik dan kerja sama antara Polri dan Kejaksaan dapat terus terjaga sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Solok Selatan.

Kajati Sumbar bersama rombongan berkunjung ke Solok Selatan pada Selasa malam (9/9), disambut oleh unsur Muspida di Padang Aro.

Sejumlah agenda kegiatan telah dipersiapkan di daerah yang dikenal dengan julukan Alam Sarantau Sasurambi itu.

Agenda utama yang akan dilaksanakan yakni program Jaksa Mengajar di SMAN 3 Solok Selatan. Usai kegiatan di sekolah, Kajati meninjau Kantor Kejaksaan Negeri Solok Selatan.

Dia menambahkan, kunjungan ini tentunya tidak hanya mempererat sinergitas aparat penegak hukum, tetapi juga memberi motivasi bagi generasi muda Solok Selatan dalam memahami hukum sejak dini.

Program Jaksa Mengajar merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Kejati Sumbar yang digagas langsung oleh Yuni Daru Winarsih. Kegiatan ini akan digelar secara rutin sepanjang semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMA sederajat di Sumatera Barat.

(Afrinaldo)

Polres Jepara Tangkap Sejumlah Tersangka dan Sita 5,32 Gram Sabu

MediaSuaraMabes, Jepara – Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, berhasil mengamankan lima tersangka kasus penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti dua puluh paket sabu-sabu seberat 5,32 gram dan delapan paket obat keras jenis pil berlogo huruf Y dengan total 84 butir yang ditaksir bernilai puluhan jutaan rupiah.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno saat menggelar konferensi pers didampingi Kasat Kasatresnarkoba AKP Selamet dan Kasihumas AKP Dwi Prayitna di Mapolres setempat, pada Kamis (11/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Jepara Kompol Edy menyampaikan, bahwa selama bulan Agustus dan September, Satresnarkoba Polres Jepara berhasil mengungkap empat kasus narkoba dengan jumlah tersangka lima orang.

“Tersangka pertama, SL (34), ditangkap pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Kecamatan Mlonggo. Dari tangan SL, petugas menyita delapan paket obat keras jenis pil berlogo huruf Y dengan total 84 butir dan uang senilai Rp. 700.000 ribu. Uang hasil edarkan obat keras tanpa ijin yang sudah dilakukan tersangka selama dua tahun,” ujar Kompol Edy.

Selanjutnya, SP (39) yang merupakan residivis, ditangkap pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Kecamatan Kembang. Polisi mengamankan dua paket sabu seberat 1,13 gram dan uang senilai Rp. 3.024.000.

Kemudian, MM (64) dan TF (55), ditangkap pada Jumat, 22 Agustus 2025 di Kecamatan Karimunjawa dengan barang bukti sepuluh paket sabu seberat 3,13 gram dan pipet kaca sebanyak enam buah serta uang tunai senilai Rp. 1.550.000.

Selanjutnya, tersangka IS (35) ditangkap pada Senin, 8 September 2025 di Kecamatan Bangsri dengan barang bukti tiga paket sabu seberat 1,15 gram.

Para pelaku terancam hukuman penjara hingga 20 tahun serta denda antara Rp. 1 miliar hingga Rp. 10 miliar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Jepara dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Jepara.

“Kami tidak akan tinggal diam terhadap peredaran narkotika yang merusak generasi muda. Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkotika dengan mengambil tindakan tegas terhadap para tersangka,” ujar AKP Dwi.

Selain itu, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di berbagai lokasi seperti sekolah, kafe, dan desa-desa. Polres Jepara juga menjalin koordinasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Selain pencegahan, Polres Jepara juga aktif melakukan penindakan tegas terhadap para pengedar dan penyalahguna narkotika serta obat-obatan terlarang,” ucapnya.

AKP Dwi Prayitna juga mengingatkan, bahwa bahaya narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.

Untuk itu, ia berharap adanya peran dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Jepara untuk melapor jika ada informasi tentang peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Masyarakat bisa menyampaikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba melalui hotline call center Polri 110 atau saluran siaga melalui nomor WhatsApp dengan julukan ‘Siraju’ atau Polisi Jepara Juara untuk melayani permintaan informasi kepolisian atau aduan permasalahan lewat nomor 08112894040 yang aktif 24 jam,” tutupnya.

(Red SPR)

Acara Penghiburan Untuk Almarhum Zetro Leonardo Purba di Rumah Duka Sentosa RSPAD

MediaSuaraMabes, Jakarta – Melayat atau bertaziah dalam rangka ikut mendoakan untuk orang yang telah tiada (Wafat) diajarkan di setiap Agama apapun, tentu ini adalah ajaran yang sangat mulia di setiap agama untuk saling Silaturahmi, Mendoakan, serta menghibur dan menguatkan bagi keluarga yang di tinggalkannya.

Segenap keluarga besar Media Suara Mabes (MSM) melayat atau bertaziah di Rumah Duka Sentosa Jl. Abdul Rahman Saleh No.24, Senen, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada hari Rabu 10/09/2025.

Dipimpin oleh Pimpinan Umum (Pimum) Suratno, S.Kom beserta rombongan menyampaikan kepada Keluarga Almarhum Zetro Leonardo Purba turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Almarhum yang meninggalkan istri dan 3 anaknya.

Jajaran dan Pimpinan Media Suara Mabes di sambut hangat penuh kekeluargaan oleh Ayahanda Almarhum Zetro Leonardo Purba yang juga sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Provinsi Banten, Anton Anggiat Purba.

Random acara sangat padat karena budaya dan adat istiadat batak serta keagamaan diantaranya, Rapat Padostahi, kemudian dilanjutkan dengan Pasahat Ulos Tujung Dohot Ulos Saput, lalu penghiburan dari GKI Pamulang dan terakhir penghiburan dari HKBP Kebayoran Selatan.

Tampak terdokumentasi keakraban Pimum dan Kaperwil Banten dalam intens pembicaraan, kita fokus untuk berdoa dulu ya pak Pimum, untuk urusan hukum dll nanti saja, ungkap Anton Anggiat.

Mas Ratno panggilan akrab Pimum MSM menyampaikan kepada Tim Jurnalis Media Suara Mabes ketika ditanya “bahwa kita tetap komitmen untuk mengawal kasus ini sampai terang benderang”.

Ini harus terungkap, apakah murni Kriminal atau motif lainnya termasuk politik, karena Almarhum seorang Diplomat yang bertugas mewakili Negaranya di Negara orang lain, kata Pimum MSM dengan penuh harapan.

Semoga lembaga Kementrian Luar Negeri serius dalam menangani kasus yang menimpa anaknya saudara kita Kaperwil Banten Lae Anton Anggiat Purba, tutup mas Ratno.

(Wajidi Adiansyah)

Kemenko Polkam Pimpin Rapat Evaluasi, Dorong Penguatan Keamanan Siber di NTT Guna Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

MediaSuaraMabes, Kupang – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Keamanan Siber di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rapat strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, mengevaluasi kebijakan yang berjalan, serta merumuskan langkah-langkah penguatan ekosistem siber di daerah guna mendukung kelancaran dan keamanan program prioritas pemerintah.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber, Budi Eko Pratomo dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTT, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Tinggi, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta kepala dinas terkait di lingkungan pemerintah daerah.

Pada saat membacakan sambutan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Budi Eko menekankan bahwa di tengah pesatnya transformasi digital yang menjadi salah satu pilar program prioritas pemerintah, keamanan siber bukan lagi menjadi isu teknis semata, melainkan fondasi strategis bagi stabilitas dan pembangunan daerah.

“Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah strategis dengan berbagai program prioritas nasional, mulai dari pengembangan pariwisata super prioritas hingga peningkatan infrastruktur digital. Keberhasilan program-program ini sangat bergantung pada ekosistem digital yang aman dan andal,” ujar Budi Eko.

“Ancaman siber seperti pencurian data, disinformasi, dan gangguan layanan publik dapat menghambat laju pembangunan dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun pertahanan siber yang tangguh adalah sebuah keniscayaan.”

Rapat ini menghasilkan beberapa rekomendasi utama, termasuk mengoptimalkan Tim Tanggap Insiden Siber Provinsi NTT, penyelenggaraan pelatihan keamanan siber secara berkala, serta penyusunan protokol bersama dalam penanganan insiden siber yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Kemenko Polkam berkomitmen untuk terus mengawal dan memfasilitasi penguatan kapasitas keamanan siber di seluruh Indonesia, memastikan ruang digital yang aman dan produktif demi menyukseskan seluruh agenda pembangunan nasional. (**Red)

Bupati Tanggamus Kawal Pembangunan Kawasan Industri, RMD Dan Komisaris Utama Pertamina Mendukung Penuh

MediaSuaraMabes, Tanggamus — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mewujudkan Kawasan Industri Tanggamus (KIT) kembali ditegaskan. Bupati Tanggamus, Hi. Moh Saleh Asnawi, bergerak cepat dengan menghidupkan kembali proposal Kawasan Industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan refocusing anggaran.

Langkah strategis itu ia sampaikan langsung kepada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, saat menghadiri acara Ground breaking Green Hydrogen Pilot Project Ulu Belu, Selasa (9/9/2025).

“Sebagai Bupati Tanggamus, hari ini saya kembali mengusulkan proposal Kawasan Industri Tanggamus untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Program ini sempat tertunda karena pandemi Covid-19 dan adanya refocusing, namun kami tetap berkomitmen penuh untuk melanjutkan perjuangan ini,” tegas Bupati Saleh Asnawi.

Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri di Tanggamus akan menjadi motor penggerak perekonomian daerah, membuka ribuan lapangan kerja baru, dan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor energi maupun sektor turunan lainnya.

Sementara Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana besar tersebut. Ia menegaskan bahwa Pertamina siap mengawal setiap langkah strategis yang berkaitan dengan pembangunan kawasan industri di Tanggamus.

“Pertamina akan selalu hadir mendukung langkah pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Kawasan Industri Tanggamus tidak hanya menopang ekonomi daerah, tetapi juga akan membuka ruang investasi baru serta memperluas kesempatan kerja. Kami siap mengawal bersama pemerintah daerah,” ujar Iriawan.

Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), yang hadir dalam kesempatan itu. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan BUMN untuk mewujudkan pembangunan industri yang berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pembangunan Kawasan Industri Tanggamus. Apalagi dengan kehadiran Pertamina, saya yakin rencana ini akan memberi dampak besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap RMD.

Acara Ground breaking proyek Green Hydrogen Pilot Project Ulu Belu itu sendiri menjadi simbol langkah maju Indonesia dalam pengembangan energi hijau. Kehadiran para tokoh penting, mulai dari Komisaris Utama Pertamina, Para Direktur Pertamina, Wamen ESDM dan Wamen investasi.

Kemudian Gubernur Lampung, ITB dan Bupati Tanggamus serta Uspida Kabupaten Tanggamus, menandai babak baru pembangunan strategis di Kabupaten Tanggamus yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Lampung.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, harapan besar kini tertuju pada realisasi Kawasan Industri Tanggamus yang akan menjadi lokomotif pembangunan dan kemajuan daerah. Pungkasnya. (Riswan)

Add to cart